Lemon atau sitrun merupakan sebuah spesies pohon kecil hijau abadi dari genus Citrus dalam famili tumbuhan berbunga Rutaceae. Lemon sejati adalah sebuah hibrida antara sukade dan jeruk pahit. Asal-usulnya belum dapat dipastikan, namun sejumlah bukti mengisyaratkan bahwa lemon bermula pada milenium pertama SM di wilayah yang kini dikenal sebagai timur laut India. Beberapa jenis buah jeruk lainnya juga seringkali disebut sebagai lemon.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Lemon | |
|---|---|
| Pohon lemon yang tengah berbuah (tampak bunganya) | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Rosidae |
| Ordo: | Sapindales |
| Famili: | Rutaceae |
| Genus: | Citrus |
| Spesies: | C. × limon |
| Nama binomial | |
| Citrus × limon | |
| Sinonim[1] | |
|
Daftar
| |
Lemon atau sitrun (Citrus × limon) merupakan sebuah spesies pohon kecil hijau abadi dari genus Citrus dalam famili tumbuhan berbunga Rutaceae. Lemon sejati adalah sebuah hibrida antara sukade dan jeruk pahit. Asal-usulnya belum dapat dipastikan, namun sejumlah bukti mengisyaratkan bahwa lemon bermula pada milenium pertama SM di wilayah yang kini dikenal sebagai timur laut India. Beberapa jenis buah jeruk lainnya juga seringkali disebut sebagai lemon.
Buah kuning dari pohon lemon ini dimanfaatkan di seluruh penjuru dunia, terutama untuk diambil sarinya. Bulir dan kulitnya banyak digunakan dalam dunia kuliner dan pembuatan kue. Sari buah lemon mengandung sekitar 5–6% asam sitrat, yang memberikan cita rasa masam. Hal ini menjadikannya sebagai bahan utama dalam aneka minuman dan hidangan seperti limun dan pai lemon meringue.
Pada tahun 2024, produksi dunia menyentuh angka 23 juta ton, yang dipelopori oleh India dan Meksiko dengan sumbangsih sebesar 31% dari total keseluruhan.
Pohon lemon menghasilkan sebuah buah kuning berbentuk oval memanjang. Secara botani, buah ini diklasifikasikan sebagai hesperidium, yakni sebuah buah buni yang termodifikasi dengan kulit yang alot. Kulitnya terbagi ke dalam lapisan luar berwarna atau zest yang sarat akan aroma minyak atsiri, serta lapisan dalam berupa empulur putih yang serupa spons. Di bagian dalamnya terdapat sejumlah karpel yang tertata layaknya segmen-segmen radial. Biji-bijinya bertumbuh kembang di dalam karpel tersebut. Ruang di dalam masing-masing segmen ini merupakan sebuah lokulus yang dipenuhi oleh vesikula jus.[2]
Lemon mengandung ragam senyawa fitokimia, meliputi polifenol, terpena, serta tanin.[3] Sarinya mengandung asam sitrat yang sedikit lebih meruah ketimbang sari buah jeruk nipis (berkisar pada 47 g/L), nyaris dua kali lipat lebih banyak daripada sari jeruk limau gedang, dan sekitar lima kali lebih tinggi dibandingkan sari jeruk manis.[4]
Sebagaimana sekian banyak spesies Citrus yang dibudidayakan lainnya, lemon merupakan sebuah hibrida, yang dalam hal ini berasal dari persilangan antara jeruk pepaya dan jeruk pahit.[5][6]


Lemon sangat mungkin ditanam untuk pertama kalinya di wilayah barat laut India.[7] Akar etimologis dari lema lemon disinyalir kuat bermuara di Timur Tengah.[7] Kata tersebut diserap dari bahasa Prancis Kuno limon, lalu bahasa Italia limone, dari bahasa Arab ليمونcode: ar is deprecated laymūn atau līmūn, serta dari bahasa Persia لیموcode: fa is deprecated līmūn, sebuah istilah generik untuk memadankan buah sitrus, yang mana merangkul kekerabatan kognat dengan bahasa Sanskerta (nimbū, 'limau').[8]
Lemon merambah masuk ke Eropa di sekitar wilayah selatan Italia selambat-lambatnya pada abad kedua Masehi, di masa kejayaan Romawi Kuno.[7] Buah ini kelak diperkenalkan ke Persia lalu menyebar ke Irak dan Mesir pada kisaran tahun 700 M.[7] Lemon untuk pertama kalinya terdokumentasikan secara literatur di dalam sebuah risalah pertanian berbahasa Arab dari abad ke-10; buah ini sebelumnya difungsikan sebagai tanaman hias pada taman-taman Islam era permulaan.[7] Persebarannya meluas membentang ke seluruh penjuru dunia Arab dan kawasan Mediterania di era Revolusi Pertanian Arab antara tahun 1000 hingga 1150.[7] Sebuah uraian mendalam mengenai budidaya pohon lemon dan limau di Andalusia, Spanyol, turut dicantumkan ke dalam mahakarya agrikultur gubahan Ibnu al-Awwam pada abad ke-12, yakni Kitāb al-Filāhacode: ar is deprecated ("Kitab Pertanian").[9] Budidaya lemon dalam skala yang substansial di Eropa pertama kali dipelopori di Genoa pada pertengahan abad ke-15. Kehadirannya diperkenalkan ke Benua Amerika pada tahun 1493, tatkala Kristoforus Kolumbus mengangkut benih-benih lemon ke Hispaniola dalam serangkaian pelayarannya. Penaklukan Spanyol di sepenjuru Dunia Baru memuluskan jalan bagi penyebaran benih lemon, sebagai bagian dari kepingan pertukaran Kolombus atas aneka rupa flora di antara Dunia Lama dan Dunia Baru. Pada mulanya ia jamak difungsikan sebagai tanaman hias maupun diramu sebagai obat-obatan.[7] Memasuki abad ke-19, penanaman lemon kian semarak merambah di seantero Florida dan California.[7] Pada tahun 1747, uji coba yang dilakukan oleh dokter berkebangsaan Inggris, James Lind, terhadap para pelaut yang menderita penyakit kudis menyertakan penambahan sari lemon ke dalam asupan diet mereka, kendatipun vitamin C pada masa itu belum dikenal luas sebagai salah satu komponen nutrisi yang esensial.[7][10]
Pohon lemon mendambakan suhu minimum di kisaran 7 °C (45 °F), sehingga mereka tidak tahan banting secara terus-menerus di wilayah beriklim sedang, namun akan tumbuh semakin tangguh seiring dengan kematangannya.[11] Tumbuhan sitrus menuntut pemangkasan minimal dengan merapikan dahan-dahan yang terlampau rimbun, di mana cabang yang menjulang paling tinggi dipangkas guna menstimulasi pertumbuhan yang lebih lebat.[11]
Sepanjang musim panas, memangkas pucuk-pucuk dari tunas yang tumbuh paling pesat akan menjamin perkembangan kanopi yang jauh lebih meruah. Mengingat tanaman yang telah matang kerap memunculkan tunas-tunas tak diundang yang tumbuh melesat (dikenal sebagai "tunas air"), tunas-tunas ini harus disingkirkan dari dahan-dahan utama pada bagian bawah maupun tengah pohon.[11] Terdapat pula mitos manfaat dari sebuah tradisi yakni berkemih di dekat sebatang pohon lemon.[12][13]
Dalam lanskap kultivasi di Britania Raya, kultivar "Meyer"[14] dan "Variegata"[15] telah dianugerahi Award of Garden Merit (dikonfirmasi pada tahun 2017) oleh Royal Horticultural Society.[16]
| 3.8 | |
| 3.3 | |
| 2.3 | |
| 2.2 | |
| 1.7 | |
| 1.7 | |
| Dunia | 23.2 |
| Sumber: Basis Data Statistik Organisasi Pangan dan Pertanian (FAOSTAT) Perserikatan Bangsa-Bangsa[17] | |
Pada kurun tahun 2024, produksi lemon dunia (yang laporannya digabungkan bersama limau) menyentuh angka 23 juta ton, yang dipelopori oleh India dan Meksiko dengan sumbangsih kumulatif sebesar 31% dari total keseluruhan (tabel). Tiongkok dan Argentina menduduki posisi sebagai produsen sekunder.
Varietas 'Bonnie Brae' memiliki wujud lonjong, mulus, berkulit tipis, dan nirbiji.[18] Varian ini secara dominan dibudidayakan di kawasan San Diego County, California, Amerika Serikat.[19]
'Eureka' tumbuh dan berbuah lebat sepanjang tahun. Varian ini merupakan lemon yang lazim dijumpai di pasar swalayan, dan kerap dijuluki sebagai "Empat Musim" (Quatre Saisons) berkat kemampuannya dalam memekarkan bunga sekaligus membuahkan hasil secara beriringan di sepanjang tahun. Varietas ini turut ditawarkan sebagai tanaman hias bagi para pelanggan domestik.[20] Terdapat pula sebuah mutasi berupa Lemon Eureka berdaging merah muda yang diselimuti oleh kulit luar yang bervariegasi hijau dan kuning.[21]
Lemon 'Lisbon' memiliki rupa yang teramat identik dengan 'Eureka' dan merupakan varian primadona lain di pasar swalayan. Teksturnya lebih mulus ketimbang 'Eureka', dengan kulit yang lebih tipis, serta mengandung lebih sedikit biji atau bahkan nirbiji. Secara umum, varian ini memproduksi sari yang lebih meruah daripada 'Eureka'.[22][23]
'Femminello St. Teresa', atau 'Sorrento', menelusuri akar asalnya dari bumi Italia. Zest dari buah ini sungguh kaya akan kandungan minyak lemon. Ia merupakan varietas yang secara tradisional diramu dalam meracik limoncello.[24]
'Yen Ben' merupakan sebuah kultivar yang berasal dari kawasan Australasia.[25]
| Nilai nutrisi per 100 g (3,5 oz) | |
|---|---|
| Energi | 29 kcal (120 kJ) |
9.32 g | |
| Gula | 2.5 g |
| Serat pangan | 2.8 g |
0.3 g | |
1.1 g | |
| Vitamin | Kuantitas %AKG† |
| Tiamina (B1) | 3% 0.04 mg |
| Riboflavin (B2) | 2% 0.02 mg |
| Niasin (B3) | 1% 0.1 mg |
| Asam pantotenat (B5) | 4% 0.19 mg |
| Vitamin B6 | 6% 0.08 mg |
| Folat (B9) | 3% 11 μg |
| Vitamin C | 64% 53 mg |
| Mineral | Kuantitas %AKG† |
| Kalsium | 3% 26 mg |
| Zat besi | 5% 0.6 mg |
| Magnesium | 2% 8 mg |
| Mangan | 1% 0.03 mg |
| Fosfor | 2% 16 mg |
| Potasium | 3% 138 mg |
| Seng | 1% 0.06 mg |
| Komponen lainnya | Kuantitas |
| Air | 89 g |
| |
| †Persen AKG berdasarkan rekomendasi Amerika Serikat untuk orang dewasa. | |
Sebuah lemon mentah (tanpa kulit) berisikan 89% air, 9% karbohidrat, 1% protein, dan mengandung secuil lemak yang dapat diabaikan (tabel). Dalam takaran rujukan sebesar 100 g (3,5 oz), lemon mentah menyuplai 29 kalori dan merupakan sumber vitamin C yang melimpah ruah, menyumbangkan 59% dari Nilai Harian, sementara kandungan mikronutrien lainnya terbilang rendah (tabel).
Sari dan kulit lemon dimanfaatkan dalam beraneka ragam hidangan dan minuman, sarinya dicari akan cita rasanya yang masam, berkat kandungan 5–6% asam sitrat di dalamnya.[26] Lemon utuh dimanfaatkan untuk meramu marmalade,[27] dadih lemon[28] serta likuor lemon semisal Limoncello.[29] Irisan dan kulit lemon difungsikan sebagai hiasan bagi rupa-rupa hidangan dan minuman. Zest lemon, yakni parutan kulit luar buah tersebut, difungsikan untuk memercikkan cita rasa pada aneka kudapan panggang.[30] Sari buahnya diramu untuk meracik limun[31] dan sejumlah koktail.[32]
Sari buah ini turut dimanfaatkan dalam proses marinasi ikan, di mana kandungan asamnya menetralkan amina yang bersarang pada ikan.[33] Pada daging, asam tersebut secara parsial menghidrolisis serat-serat kolagen yang alot, sehingga mengempukkannya.[34] Di penjuru Britania Raya, sari lemon acap kali ditambahkan ke dalam sajian panekuk yang disantap untuk merayakan Hari Selasa Pengakuan Dosa.[35] Sari lemon digunakan sebagai bahan pengawet jangka pendek pada makanan tertentu yang rentan teroksidasi dan berubah warna menjadi kecokelatan seusai diiris (pencokelatan enzimatis), semisal apel, pisang, dan alpukat: tingkat keasamannya menekan laju oksidasi yang dipicu oleh enzim polifenol oksidase.[36]
Kulit lemon difungsikan dalam pabrikasi pektin, sebuah agen pembentuk gel dan penstabil dalam berbagai produk pangan maupun produk lainnya.[37] Di negara-negara kawasan Mediterania meliputi Maroko, lemon diawetkan di dalam stoples atau tong yang sarat akan garam. Garam tersebut meresap ke dalam kulit luarnya, melembutkannya, dan mengawetkannya sedemikian rupa sehingga buah ini mampu bertahan nyaris tanpa batas waktu.[38]
Minyak lemon diekstraksi dari sel-sel penyimpan minyak yang bersarang di kulitnya. Sebuah mesin memecahkan sel-sel tersebut dan menyemburkan air untuk menggelontorkan minyaknya. Campuran antara minyak dan air ini kemudian disaring dan dipisahkan melalui proses sentrifugasi.[39]
Dedaunan dari pohon lemon diseduh untuk meracik teh dan dipergunakan dalam mengolah hidangan daging serta makanan laut.[40]
Lemon merupakan sumber komersial utama bagi asam sitrat sebelum berkembangnya proses-proses berbasis fermentasi.[41] Minyak lemon lazim digunakan dalam ranah aromaterapi. Aroma minyak lemon sejatinya tidak memengaruhi sistem imun manusia,[42] namun dapat memberikan sumbangsih terhadap relaksasi tubuh.[43] Sebuah eksperimen sains edukasional melibatkan pemasangan elektroda pada sebuah lemon dan memfungsikannya layaknya sebuah baterai guna menghasilkan daya listrik. Kendati dayanya teramat redup, serangkaian baterai lemon sanggup menghidupkan sebuah jam tangan digital mungil.[44] Sari lemon sanggup menjelma menjadi tinta tak kasatmata yang sederhana, yang dapat disingkapkan melalui paparan panas.[45] Sari lemon kadangkala difungsikan untuk mencerahkan pesona warna pirang pada rambut, bertindak sebagai pencerah alami seusai rambut yang dibasahi tersebut terpapar siraman sinar matahari. Hal ini dapat membuahkan hasil lantaran asam sitrat berperan layaknya zat pemutih.[46][47]
Lemon mewujud dalam berbagai lukisan, seni rupa populer, maupun novel.[50] Sebuah lukisan dinding di Makam Nakht peninggalan Mesir abad ke-15 SM melukiskan seorang perempuan di tengah sebuah perayaan yang sedang menggenggam sebutir lemon. Pada abad ke-17, Giovanna Garzoni memoles karya Still Life with Bowl of Citrons (Benda Mati dengan Mangkuk Berisi Sitrun), buah-buahan tersebut masih bertaut pada ranting-ranting rindang yang tengah berbunga, dihiasi seekor tawon yang hinggap pada salah satu buahnya. Seniman impresionis Édouard Manet melukiskan sebuah lemon yang terhidang di atas piringan logam paduan timah. Dalam kancah seni modern, Arshile Gorky merampungkan lukisan Still Life with Lemons pada dekade 1930-an.[50]
Di India, sekepal lemon lazim dikitarkan secara ritual mengelilingi seseorang dengan keyakinan bahwa hal tersebut sanggup menepis energi-energi negatif.[51] Merupakan suatu kelaziman pula bagi pemilik mobil baru yang beragama Hindu untuk melindas empat buah lemon, masing-masing diletakkan di bawah setiap roda, dan melumatnya pada saat perjalanan perdana mereka. Ritual ini dipercaya memayungi sang pengemudi dari marabahaya kecelakaan.[52] Dewa-dewi Hindu kadangkala dilukiskan berdampingan dengan lemon di dalam ikonografi mereka, merepresentasikan atribut kemakmuran atau kelimpahan ruah.[53]
Dalam pusaran budaya pengembangan diri Amerika pada abad ke-20, Dale Carnegie menasihati para pembacanya, "Jika Anda Memiliki Sebuah Lemon, Buatlah Limun" ("If You Have a Lemon, Make a Lemonade"), yang menyiratkan petuah untuk mengoptimalkan apa yang Anda genggam saat ini. Memasuki abad ke-21, sebuah peranti yang cacat layaknya mobil yang bermasalah seringkali dijuluki sebagai sebuah lemon.[54]
Berkemih di sekitar pohon lemon menyediakan tonik berupa air, garam, dan mineral, yang amat menyerupai khasiat pupuk organik
Ya, hal tersebut adalah sebuah kebenaran - berkemih pada tanah di sekitar pohon lemon sungguh membawa manfaat bagi tanaman tersebut. Namun janganlah bertindak melampaui batas, lantaran hal itu dapat membawa petaka.
Lemon Bonnie Brae.