Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiPrasasti kelaparan
Artikel Wikipedia

Prasasti kelaparan

Prasasti kelaparan atau dikenal dalam Bahasa Inggrisnya, famine stela adalah ukiran di atas batu besar yang menggambarkan peristiwa kelaparan besar selama 7 tahun pada masa Mesir Kuno, tepatnya masa pemerintahan Firaun Djoser dari Dinasti Ketiga. Prasasti ini menggunakan huruf hieroglif, dan terletak di Pulau Sehel di Sungai Nil, di dekat Aswan, Mesir.

Wikipedia article
Diperbarui 30 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Prasasti kelaparan
Prasasti kelaparan di Pulau Sehel

Prasasti kelaparan atau dikenal dalam Bahasa Inggrisnya, famine stela adalah ukiran di atas batu besar yang menggambarkan peristiwa kelaparan besar selama 7 tahun pada masa Mesir Kuno, tepatnya masa pemerintahan Firaun Djoser dari Dinasti Ketiga. Prasasti ini menggunakan huruf hieroglif, dan terletak di Pulau Sehel di Sungai Nil, di dekat Aswan, Mesir.

Prasasti ini diperkirakan baru dibuat beberapa waktu setelah kelaparan terjadi, pada masa Kerajaan Ptolemy, sekitar 332 - 31 SM.

Batu yang memuat prasasti ini terbelah dua akibat keretakan yang sebenarnya sudah terjadi saat dibuat dan beberapa huruf mengalami kerusakan, sehingga tulisan tidak bisa diterjemahkan sepenuhnya.

Kemiripan dengan Kisah Yusuf

Catatan 7 tahun kelaparan dan besarnya kepercayaan Firaun yang diberikan kepada Imhotep menghasilkan dugaan bahwa keduanya adalah orang yang sama. Namun beberapa perbedaan tetap terjadi. Imhotep, misalnya mendasarkan solusi kelaparan kepada mimpi dirinya sendiri, sementara Yusuf menafsirkan mimpi Firaun. Imhotep yang juga tokoh relijius beriman kepada Dewa Bangsa Mesir, sementara Yusuf percaya kepada Tuhan Bangsa Israel. Yusuf dalam alkitab juga tidak diserahi tugas membangun piramida untuk peristirahatan terakhir Firaun, sementara Imhotep membangun bentuk piramida awal yang diukir dengan namanya sebagai pembuat.

Isi prasasti

Prasasti bercerita mengenai kepemimpinan Djoser di tahun kedelapan belas.

Dalam prasasti ini, Firaun Djoser marah dan khawatir saat kekeringan melanda wilayahnya dan kelaparan terjadi selama 7 tahun lamanya, karena air Sungai Nil tidak cukup untuk menggenangi wilayah pertanian di sekitarnya.

Di dalamnya juga tertulis penderitaan Rakyat Mesir karena kekeringan sehingga mereka jadi putus asa dan bahkan melawan hukum yang berlaku.

Djoser kemudian meminta tolong pemuka agama, bahkan pemimpin agama tertinggi, Imhotep untuk memberi arahan. Ia begitu ingin tahu di mana dewa Sungai Nil, Hapi, lahir dan menetap.

Imhotep kemudian menyelidiki berbagai berkas kuil hwt-Ibety di Hermopolis, yang digunakan untuk menyembah Dewa Thoth. Ia memberi tahu Firaun bahwa aliran Sungai Nil dikendalikan Dewa Khnum di Elephantine, dari mata air di pulau tersebut, yang merupakan singgasana Sang Dewa. Imhotep kemudian langsung berangkar ke lokasi tersebut. Di Kuil Khnum, yang disebut juga "Kesenangan Hidup", Imhotep mensucikan dirinya, berdoa untuk Khnum, dan mempersenbahkan berbagai sesajian.

Khnum kemudian mendatanginya setelah tertidur. Sang Dewa memperkenalkan diri dan menjelaskan kekuatannya. Di akhir mimpi, Khnum berjanji akan membuka kembali aliran Sungai Nil. Imhotep terbangun, mencatat semua mimpinya, dan melapor kepada Firaun Djoser..

Djoser puas dengan laporan ini, dan meminta semua pemuka agama, penis, dan pekerja, memperbaiki kembali Kuil Khnum dan mengadakan sesembahan rutin kepada Sang Dewa. Ia juga mempersembahkan Kuil untuk Khnum di daerah sekitar perbatasan Aswan dan Tachompso, beserta seluruh komoditas yang diimpor dari Nubia.


Ikon rintisan

Artikel bertopik umum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.


Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini, mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik.
  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kemiripan dengan Kisah Yusuf
  2. Isi prasasti

Artikel Terkait

Prasasti Talang Tuo

dan mengalihaksarakan prasasti tersebut adalah van Ronkel dan Bosch, yang dimuat dalam Acta Orientalia. Sejak tahun 1920 prasasti tersebut disimpan di

Jambi

provinsi di Pulau Sumatera, Indonesia

Indonesia

negara di Asia Tenggara dan Oseania

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026