Jean Paul Pierre Casimir-Perier adalah seorang negarawan Prancis yang menjabat sebagai Presiden Prancis ke-6 dari 1894 hingga 1895. Masa pemerintahannya sangat singkat — hanya sekitar enam bulan — menjadikannya salah satu presiden dengan masa jabatan tersingkat dalam sejarah Republik Ketiga Prancis.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Jean Casimir-Perier | |
|---|---|
Potret resmi Jean Casimir-Perier | |
| Presiden Prancis ke-6 | |
| Masa jabatan 27 Juni 1894 – 16 Januari 1895 | |
| Perdana Menteri | Charles Dupuy |
| Pangeran Bersama Andorra | |
| Masa jabatan 27 Juni 1984 – 16 Januari 1895 | |
Pendahulu Marie Francois Sadi Carnot1 Pengganti Felix Faure | |
| Presiden Dewan Deputi Prancis | |
| Masa jabatan 1893–1894 | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | Jean Paul Pierre Casimir-Perier (1847-11-08)8 November 1847 Paris, Prancis |
| Meninggal | 11 Maret 1907(1907-03-11) (umur 59) Paris, Prancis |
| Makam | Cimetière du Montparnasse |
| Kebangsaan | Prancis |
| Partai politik | Parti républicain, modéré |
| Suami/istri | Hélène Perier-Vitet |
| Almamater | Collège Rollin |
| Pekerjaan | Politikus |
Jean Paul Pierre Casimir-Perier (8 November 1847 – 11 Maret 1907) adalah seorang negarawan Prancis yang menjabat sebagai Presiden Prancis ke-6 dari 1894 hingga 1895. Masa pemerintahannya sangat singkat — hanya sekitar enam bulan — menjadikannya salah satu presiden dengan masa jabatan tersingkat dalam sejarah Republik Ketiga Prancis.
Jean Casimir-Perier lahir di Paris dari keluarga politik terkemuka; kakeknya, Casimir Pierre Perier, pernah menjadi Perdana Menteri pada masa Louis Philippe I. Ia dididik di Collège Rollin dan mulai meniti karier politik sebagai anggota Dewan Deputi pada tahun 1876.
Ia dikenal sebagai sosok moderat yang cerdas dan terampil dalam urusan parlemen. Casimir-Perier menjadi Presiden Dewan Deputi pada tahun 1893 dan memainkan peran penting dalam reformasi pemerintahan parlementer.
Casimir-Perier terpilih sebagai Presiden pada 27 Juni 1894, menggantikan Marie François Sadi Carnot yang dibunuh di Lyon. Namun, masa pemerintahannya diwarnai oleh konflik dengan Dewan Menteri dan parlemen yang sering mengabaikan pandangannya. Ia kecewa dengan lemahnya kekuasaan presiden dalam sistem republik ketiga.
Karena frustrasi terhadap situasi politik dan intrik di dalam parlemen, Casimir-Perier mengundurkan diri secara mendadak pada 16 Januari 1895 — hanya enam bulan setelah menjabat. Ia digantikan oleh Félix Faure.
Setelah meninggalkan jabatan presiden, Casimir-Perier mundur sepenuhnya dari dunia politik dan fokus pada urusan bisnis pribadi. Ia kemudian menjadi saksi penting dalam Kasus Dreyfus, di mana kesaksiannya dianggap membantu pembelaan Alfred Dreyfus.
Casimir-Perier meninggal dunia pada 11 Maret 1907 di Paris dan dimakamkan di Pemakaman Montparnasse.