Jean-Bédel Bokassa, seorang perwira militer, adalah kepala negara dari Republik Afrika Tengah dan negara penggantinya, Kekaisaran Afrika Tengah, dari kudeta nya pada 1 Januari 1966 hingga 20 September 1979. Periode ini, ia menjabat hampir sebelas tahun sebagai presiden, serta ia memerintah sebagai Kaisar setelahnya. Meskipun Bokassa secara resmi dinobatkan pada 4 Desember 1977, gelar kekaisarannya tidak mencapai pengakuan diplomatik di seluruh dunia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sudah memiliki daftar referensi, bacaan terkait, atau pranala luar, tetapi sumbernya belum jelas karena belum menyertakan kutipan pada kalimat. |
| Jean-Bédel Bokassa | |
|---|---|
| Kaisar Afrika Tengah | |
| Berkuasa | 4 Desember 1976—20 September 1979 (2 tahun, 290 hari) |
| Penobatan | 4 Desember 1977 |
| Kepala Wangsa Bokassa | |
| Berkuasa | 4 Desember 1976—3 November 1996 (19 tahun, 335 hari) |
| Presiden Republik Afrika Tengah ke-2 | |
| Menjabat | 1 Januari 1966—4 Desember 1976 (10 tahun, 338 hari) |
| Pendahulu | David Dacko |
| Penerus | David Dacko |
| Kelahiran | (1921-02-22)22 Februari 1921 Bobangui, Ubangi-Shari |
| Kematian | 3 November 1996(1996-11-03) (umur 75) Bangui, Republik Afrika Tengah |
| Pasangan |
|
| Keturunan |
|
| Wangsa | Wangsa Bokassa |
Jean-Bédel Bokassa (pengucapan bahasa Prancis: [ʒɑ bedɛl bɔkasa]; 22 Februari 1921 – 3 November 1996, juga dikenal sebagai Bokassa I dari Afrika Tengah dan Salah Eddine Ahmed Bokassa), seorang perwira militer, adalah kepala negara dari Republik Afrika Tengah dan negara penggantinya, Kekaisaran Afrika Tengah, dari kudeta nya pada 1 Januari 1966 hingga 20 September 1979. Periode ini, ia menjabat hampir sebelas tahun (1 Januari 1966—4 Desember 1976) sebagai presiden (presiden seumur hidup di 1972-1976), serta ia memerintah sebagai Kaisar setelahnya. Meskipun Bokassa secara resmi dinobatkan pada 4 Desember 1977, gelar kekaisarannya tidak mencapai pengakuan diplomatik di seluruh dunia.
Setelah itu pada tahun 1979 ia digulingkan dan Afrika Tengah dikembalikan ke nama Republik Afrika Tengah, serta ia pergi ke pengasingan. Ia kembali ke Afrika Tengah pada tahun 1986, diadili atas tuduhan pengkhianatan dan pembunuhan, serta dihukum karena kejahatan ini pada tahun 1987. Ia dipenjarakan pada tahun 1987—1993. Bokassa tinggal dalam kehidupan pribadi di ibu kota, Bangui, sampai kematiannya pada bulan November 1996.