Nusantara Overland Varsities English Debate (NOVED) (nama sebelumnya: Java Overland Varsities English Debate (JOVED)) adalah kompetisi debat parlementer tingkat universitas yang pertama di Indonesia. Kompetisi ini diselenggarakan setahun sekali dari tahun 1997. NOVED terbuka untuk seluruh universitas di Indonesia dan diakui sebagai salah satu dari 3 lomba Classics di debat universitas Indonesia (bersama IVED dan ALSA UI).
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Nusantara Overland Varsities English Debate (NOVED) (nama sebelumnya: Java Overland Varsities English Debate (JOVED)) adalah kompetisi debat parlementer tingkat universitas yang pertama di Indonesia. Kompetisi ini diselenggarakan setahun sekali dari tahun 1997. NOVED terbuka untuk seluruh universitas di Indonesia dan diakui sebagai salah satu dari 3 lomba Classics di debat universitas Indonesia (bersama IVED dan ALSA UI).
Pada tahun 1997, dua tim Indonesia, satu dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) dan satu dari Universitas Indonesia (UI), mengikuti kejuaraan debat parlementer tingkat Asia IV All-Asians Intervarsity Debating Championship di Nanyang Technological University, Singapura. Kedua tim merasakan bahwa kegiatan debat ternyata mempunyai nilai-nilai positif dan berencana untuk mengembangkan kegiatan tersebut di tanah air.
Sepulang dari kegiatan tersebut, pada tahun 1997 Unpar mengadakan lomba debat parlementer se-Jawa yang pertama, All Java-Overland Intervarsity Debating Championships (nama ini kemudian diubah menjadi nama yang sekarang). Di akhir turnamen, UI menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah berikutnya.
Namun, UI akhirnya memilih untuk memperluas jangkauan kompetisi dan mengadakan IVED yang pertama tahun 1998. Unpar sendiri memutuskan untuk juga meneruskan tradisi JOVED sehingga dapat memberikan lebih banyak pilihan kompetisi bagi universitas-universitas (terutama di P. Jawa). Pada tahun 1999, Unpar kembali mengadakan 2nd JOVED.
Universitas Trisakti menyanggupi menjadi tuan rumah 3rd JOVED dan menggeser waktu penyelenggaraannya sehingga juga jatuh pada tahun 1999. Setelah itu, JOVED diselenggarakan secara rutin setahun sekali.
Kegiatan JOVED kemudian menjadi pemicu berdirinya Parahyangan English Debate Society, salah satu perkumpulan debat tingkat universitas tertua di Indonesia.
Pada council meeting di JOVED 2020, dengan tujuan menyebarkan debat dan menjamin desentralisasi dari sirkuit debat Indonesia, Indonesian Debating Council menyepakati penggantian nama JOVED menjadi NOVED (Nusantara Overland Varsities English Debate).
Terdapat pula penghargaan untuk juri institusional terbaik dalam NOVED. Pada tahun 2021, gelar tersebut dimenangkan oleh Rangga Aulia Rahman dari Universitas Gadjah Mada.
Seperti IVED, JOVED juga tidak memiliki kepanitiaan tetap karena diselenggarakan secara bergantian oleh universitas-universitas yang berbeda setiap tahunnya. Kejuaraan ini juga memiliki sebuah Council Meeting yang bertugas memilih tuan rumah berikutnya.
Tim Dewan Juri (Adjudication Team), yang juga sering dikenal sebagai (Adjudication Core), diajukan oleh institusi yang akan menjadi tuan rumah JOVED pada saat Pertemuan Dewan JOVED (JOVED Council Meeting) JOVED sebelumnya. Ketua Dewan Juri (Chief Adjudicator) dapat berasal dari institusi tuan rumah maupun dari instutusi lain. Namun, untuk menjamin keadilan penjurian, Ketua Dewan Juri (Chief Adjudicator) tersebut harus didampingi oleh Wakil Ketua Dewan Juri (Deputy Chief Adjudicator) yang berasal dari institusi lain di luar institusi tuan rumah. Nama yang diajukan sebagai Tim Dewan Juri merupakan salah satu pertimbangan untuk peserta Pertemuan Dewan JOVED (JOVED Council Meeting) dalam memutuskan tuan rumah JOVED berikutnya.
Akreditasi juri diadakan sebelum babak penyisihan dimulai untuk menentukan tingkat kualifikasi tiap juri. Akreditasi yang didapat dari kompetisi lain baik lokal (IVED, ISDC, dan lain-lain) maupun internasional (mis. WUDC) juga dapat dinyatakan berlaku, sesuai keputusan Ketua Dewan juri.
Setiap debat diusahakan dipimpin oleh panel juri yang terdiri atas minimal 3 orang, kecuali bila tidak memungkinkan maka beberapa debat dapat dipimpin oleh satu orang juri saja.
Format yang digunakan dalam JOVED pertama hingga yang kesebelas adalah Australasian Parliamentary. Akan tetapi format ini telah diubah menjadi Asian Parliamentary pada Joved 2008 setelah disetujui dalam Joved Council Meeting pada JOVED 2007. Format debat diganti untuk kedua kalinya menjadi British Parliamentary sejak JOVED 2020.
Pertandingan dalam kompetisi ini dibagi menjadi babak penyisihan dan babak eliminasi. Babak penyisihan dilakukan menggunakan sistem power matching berdasarkan angka kemenangan dan selisih nilai masing-masing tim. Babak eliminasi dilakukan dengan sistem gugur mulai perdelapan final.
Setengah dari Motion (topik untuk debat) mulai tahun 2008 akan diumumkan sebulan sebelumnya, sementara sisanya akan dibuat impromptu (diumumkan sebelum waktu casebuild dimulai). Praktik ini ditiadakan sejak perubahan JOVED menggunakan British Parliamentary pada tahun 2020.
| Tahun | Open Champion | Anggota tim juara | Runner-up | Novice Champion | Anggota tim juara | Novice Runner Up | Best Speaker | Grand Final Best Speaker |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1997 | Universitas Katholik Parahyangan | Universitas Indonesia | (Universitas Trisakti) | |||||
| 1998 | Universitas Katholik Parahyangan |
|
Universitas Atma Jaya | Aviva Nababan
(Universitas Atma Jaya) |
||||
| 1999 | Universitas Atma Jaya |
|
Universitas Indonesia | Michelle Dian Lestari
(Universitas Atma Jaya) |
||||
| 2000 | Universitas Indonesia |
|
Universitas Bina Nusantara | Maryadi Antonius
(Universitas Atma Jaya) |
||||
| 2001 | Sekolah Tinggi Akuntansi Negara |
|
Sekolah Tinggi Akuntansi Negara | Lenny Hidayat
(Universitas Indonesia) |
||||
| 2002 | Universitas Indonesia |
|
Universitas Indonesia | Gandha Wirarahardja
(Universitas Indonesia) |
||||
| 2003 | Universitas Bina Nusantara |
|
Universitas Indonesia | Ismulianita
(Institut Teknologi Bandung) |
||||
| 2004 | Universitas Indonesia |
|
Sekolah Tinggi Akuntansi Negara | Nugraheni
(Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) |
||||
| 2005 | Universitas Atma Jaya |
|
Universitas Jenderal Soedirman | Mahardhika Sadjad
(Universitas Indonesia) |
||||
| 2006 | Universitas Gadjah Mada |
|
Sekolah Tinggi Akuntansi Negara | Nidya Hapsari
(Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) |
||||
| 2007 | Institut Teknologi Bandung |
|
Universitas Gadjah Mada | Luthfi Abdurrahman
(Institut Teknologi Bandung) |
||||
| 2008 | Universitas Indonesia |
|
Universitas Atma Jaya Yogyakarta | Eldhianto Jusuf
(Universitas Gadjah Mada) |
||||
| 2009 | Universitas Indonesia |
|
Universitas Indonesia | Ika Septihandayani
(Universitas Gadjah Mada) |
||||
| 2010 | Universitas Gadjah Mada |
|
Universitas Indonesia | Astrio Feligent Tjong
(Binus International) |
||||
| 2011 | Universitas Diponegoro |
|
Institut Teknologi Bandung | Satrio Adi Pratama
(Universitas Diponegoro) |
||||
| 2012 | Universitas Indonesia |
|
Institut Teknologi Bandung | Adlini Ilma Ghaisany (Universitas Indonesia) | ||||
| 2013 | Universitas Indonesia |
|
Universitas Gadjah Mada | Magreta Kailla Adenta
(Universitas Indonesia) |
||||
| 2014 | Binus International |
|
Universitas Brawijaya | Melisa Irene & Wilson Salim
(Binus International) |
||||
| 2015 | Universitas Indonesia |
|
Universitas Gadjah Mada | Albert Santoso
(Universitas Indonesia) |
||||
| 2016 | Universitas Gadjah Mada |
|
Universitas Katolik Parahyangan | Jeanne Sanjaya Awaluddin
(Universitas Katolik Parahyangan) |
||||
| 2017 | Universitas Gadjah Mada |
|
Institut Teknologi Bandung | Pandu Noer
(Binus University) |
||||
| 2018 | Institut Teknologi Bandung |
|
Universitas Gadjah Mada | Derril Pramana Tungka
(Universitas Indonesia) |
||||
| 2019 | Institut Teknologi Bandung |
|
Universitas Surabaya | Vincentius Michael
(Institut Teknologi Bandung) |
Vincentius Michael
(Institut Teknologi Bandung) | |||
| 2020 | Institut Teknologi Bandung A |
|
|
Muhammad Zufar Farhan Zuhdi
(Universitas Gadjah Mada) |
Audrina
(Institut Teknologi Bandung A) | |||
| 2021 | Universitas Gadjah Mada B |
|
|
Muhammad Rizki Akbar Lubis & Muhammad Zufar Farhan Zuhdi
(Universitas Gadjah Mada A) |
Muhammad Zufar Farhan Zuhdi
(Universitas Gadjah Mada A) | |||
| 2023 | Universitas Airlangga |
|
|
Universitas Padjadjaran D |
|
|
Justin Gabriel Wibisono
(Universitas Indonesia B) |
Justin Gabriel Wibisono (Universitas Indonesia B) |
| 2024 | Universitas Gadjah Mada E |
|
|
Brian Hose Antonio Hambur
(Universitas Gadjah Mada E) |
Jason Valentino Samvero
(Universitas Gadjah Mada E) | |||
| 2025 | Universitas Indonesia |
|
|
Universitas Indonesia |
|
|
Carlsson Khovis (Universitas Indonesia) | Rizky Ananda (Universitas Indonesia) |