Jamal Ahmad Khashoggi (bahasa Arab: جمال خاشقجيcode: ar is deprecated Jamāl Khāshuqjī, Hijaz: adalah wartawan Saudi, kolumnis Washington Post, penulis, dan mantan manajer umum dan pemimpin redaksi Al Arab News Channel.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

(2018) | |
| Nama dalam bahasa asli | (ar) جمال خاشقجي |
|---|---|
| Biografi | |
| Kelahiran | (ar) جمال أحمد خاشقجي 13 Oktober 1958 Madinah |
| Kematian | 2 Oktober 2018 Consulate General of Saudi Arabia in Istanbul (en) |
| Penyebab kematian | Pembunuhan |
| Data pribadi | |
| Agama | Islam Sunni |
| Pendidikan | Indiana State University (en) Indiana University (mul) Victoria College (en) |
| Warna rambut | Rambut abu-abu |
| Kegiatan | |
| Pekerjaan | jurnalis, political writer (en) |
| Bekerja di | The Washington Post (mul) Al-Watan (en) |
| Keluarga | |
| Pasangan nikah | Rawia Khashoggi (en) Hatice Cengiz (mul) |
| Anak | Razan Khashoggi (en) ( Noha Khashoggi (en) ( Salah Khashoggi (en) ( Abdullah Khashoggi (en) ( |
| Orang tua | Ahmad Khashoggi (en) |
| Kerabat | Adnan Khashoggi (paman) Dodi al-Fayed (son of father's sister (en) |
Penghargaan
| |
| Situs web | jamalkhashoggi.com |
Jamal Ahmad Khashoggi (bahasa Arab: جمال خاشقجيcode: ar is deprecated Jamāl Khāshuqjī, Hijaz: [ʒaˈmaːl χaːˈʃoɡʒi] (13 Oktober 1958 – 2 Oktober 2018) adalah wartawan Saudi, kolumnis Washington Post,[1] penulis, dan mantan manajer umum dan pemimpin redaksi Al Arab News Channel.[2]
Di dunia internasional, ia dikenal atas kontribusinya untuk Al Watan sehingga bisa menjadi ruang bagi kalangan progresif di Saudi.[3]
Ia mengungsi dari Arab Saudi pada tanggal 18 September 2017.[4] Sejak itu, ia rutin menulis artikel yang mengkritik negaranya. Khashoggi adalah kritikus utama Putra Mahkota dan pemimpin de facto Arab Saudi, Mohammad bin Salman.[1]
Khashoggi ditahan di konsultat Saudi di Istanbul pada tanggal 2 Oktober 2018.[5][6][7] Sejumlah pejabat Turki percaya bahwa Khashoggi disiksa secara brutal selama beberapa hari[8][9][10] dan dibunuh di dalam konsulat[11][12] oleh tim "pembunuh" beranggotakan 15 orang yang diterbangkan dari Arab Saudi.[13][14] Penyiksaannya direkam,[10][12] lalu jenazahnya dipotong dan diam-diam dikeluarkan dari konsulat.[10][15][16] Dengan adanya penyiksaan dan pembunuhan tersebut memicu ketegangan antara pemerintah Turki dan Arab Saudi yang telah lama berselisih.[17]
Pada 19 Oktober, pemerintah Saudi mengakui bahwa Khashoggi telah tewas di dalam konsulatnya. Mereka mengklaim bahwa pertikaian dengan Khashoggi menghasilkan "perkelahian yang menyebabkan kematiannya".[18]