Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiJalur trem Cirebon–Kadipaten
Artikel Wikipedia

Jalur trem Cirebon–Kadipaten

Jalur kereta api Cirebon–Kadipaten adalah salah satu jalur kereta api nonaktif di Jawa Barat. Jalur ini dibangun pada 1901 oleh Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS) dan diresmikan pada 29 Desember 1901 dengan panjang lintas 48,6 km. Akan tetapi, jalur kereta api ini secara resmi ditutup pada 22 Juli 1978.

jalur kereta api di Indonesia
Diperbarui 25 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Jalur trem Cirebon–Kadipaten
Jalur kereta api Cirebon–Kadipaten
Ikhtisar
JenisJalur lintas cabang
SistemJalur kereta api rel ringan
StatusTidak beroperasi
TerminusStasiun Cirebon SCS
Stasiun Kadipaten
Stasiun22
Operasi
Dibangun olehSemarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij
Dibuka29 Desember 1901
Ditutup22 Juli 1978 (penutupan resmi)
PemilikPT Kereta Api Indonesia (pemilik aset jalur)
OperatorWilayah Aset III Cirebon
Data teknis
Panjang rel48,6 km
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
Kecepatan operasi20 s.d. 40 km/jam
Peta rute
Legenda


km
elev (M)
atau panjang (m)
dalam meter

Cirebon
Cirebon Prujakan
Left arrow Cangkring – Waruduwur Right arrow
CN–SMT
CKP–CN–KYA
Luwung Down arrow
Kejaksan
Kedawung
Tengahtani
Pesalaran
Plumbon
Jamblang
Jamblang Pasar
Jamblang Pecinan
Klangenan
ke Gununggiwur
Palimanan
Kedungbunder
Ciwaringan
Prapatan
Bongas
Palasah
Ciborelang
Jatiwangi
Baturuyuk
Kasokandel
Cideres
Kadipaten
km
elev. (M)
atau panjang (m)
dalam meter

Klangenan
Left arrow Palimanan – Jamblang Pecinan Right arrow
Pangganglele
Waruoyom
Gununggiwur
km


 
elev (M)
atau panjang (m)
dalam meter

Jalur kereta api Cirebon–Kadipaten adalah salah satu jalur kereta api nonaktif di Jawa Barat. Jalur ini dibangun pada 1901 oleh Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS) dan diresmikan pada 29 Desember 1901 dengan panjang lintas 48,6 km.[1] Akan tetapi, jalur kereta api ini secara resmi ditutup pada 22 Juli 1978.

Foto udara Pabrik Gula Kadipaten dan sekitarnya.

Perusahaan pembangun jalur kereta api ini (SCS) juga membuka layanan angkutan industri dengan lima pabrik gula yang ada di sekitar jalur kereta api ini. Kelima pabrik gula tersebut antara lain: Surawinangun, Gempol, Parung Jaya, Jatiwangi, dan Kadipaten.

Pasca dinonaktifkan, jalur ini kemudian menghilang, beserta semua stasiun dan perhentian yang ada. Hampir sukar dilacak, kecuali dengan melihat penanda aset milik PT KAI, karena jalur kereta apinya sejajar dengan jalan raya yang menghubungkan Kota Cirebon dengan Kadipaten.

Sejarah

Ketika masih aktif, kereta api yang beroperasi di jalur ini melayani 4 kali perjalanan yaitu 2 kali keberangkatan dari Kadipaten dan 2 kali dari Cirebon. Kereta api berangkat pagi hari dari Kadipaten dan kembali lagi menuju Kadipaten sore harinya.

Hadirnya jalur kereta api ini berdampak pada dinamika perekonomian di Cirebon. Selain mengangkut penumpang, tak jarang pula kereta api digunakan untuk membawa hewan ternak dan hasil bumi oleh para pedagang. Kampung Batik Trusmi merupakan salah satu kawasan perekonomian yang dilalui oleh trase jalur kereta api, tepatnya dekat Halte Pesalaran.[2] Salah satu hasil bumi yang diangkut menggunakan kereta api ialah daun jati dari kawasan hutan jati yang saat itu banyak terdapat di daerah Kadipaten untuk digunakan sebagai pembungkus nasi jamblang.[3]

Penutupan

Berita Surabaya Post pada tanggal 16 Desember 1977 melaporkan bahwa jalur kereta api Cirebon–Kadipaten ditutup. Alasan dari penutupan jalur ini adalah upaya PJKA yang masih harus berjuang memberantas penumpang gelap di lintas lain yang lebih ramai, prasarana yang sudah lapuk, maraknya pencurian komponen rel, dan biaya perawatan prasarana dialihkan untuk memperbaiki lintas yang lebih penting. Di samping itu, karena kereta penumpang semakin lambat dan sudah tidak nyaman lagi, orang-orang mulai beralih ke kendaraan niaga jalan raya, terkhususnya mobil Colt. Sebelumnya, antara tahun 1961 hingga 1971, kereta api di jalur ini masih aktif untuk mengangkut 15 gerbong gula per pabrik setiap hari. Pada waktu itu, tersisa 3 pabrik gula beroperasi. Di samping itu, sebanyak 130 pabrik genteng Jatiwangi memanfaatkan jasa kereta api untuk distribusinya.[4] Jalur ini baru resmi ditutup pada 22 Juli 1978.[5]

Jalur terhubung

Lintas aktif

  • Cikampek–Cirebon–Kroya
  • Cirebon–Semarang

Lintas nonaktif

  • Percabangan menuju Pelabuhan Cirebon
  • Percabangan menuju Gunung Giwur

Daftar stasiun

NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Segmen Cirebon–Kadipaten
Panjang segmen 48,6 km
Diresmikan pada tanggal 29 Desember 1901
oleh Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij
Termasuk dalam Daerah Operasi III Cirebon
0940Cirebon SCSCNPJalan Nyi Mas Gandasari 1, Pekalangan, Pekalipan, Cirebonkm 0+000 lintas Cirebon–Kadipaten
km 222+367 lintas segitiga Cirebon–Prupuk–Tegal
+4 mBeroperasi
Kejaksan Jalan Pilang Raya, Sukapura, Kejaksan, CirebonTidak beroperasi
- Kedawung KAWJalan Pilangsari, Kedawung, Kedawung, Cirebonkm 1+605Tidak beroperasi
1318 Tengahtani TTIJalan Raya Panembahan, Perbatasan Battembat, Tengahtani, Cirebon dengan Panembahan, Plered, Cirebonkm 5+693Tidak beroperasi
1317 Pesalaran PSLNasional 5 Jalan Otto Iskandardinata, Weru Kidul, Weru, Cirebonkm 7+477Tidak beroperasi
1316 Plumbon PLNNasional 5 Jalan Otto Iskandardinata, Karangmulya, Plumbon, Cirebonkm 11+014Tidak beroperasi
1315 Jamblang JBGNasional 5 Jalan Raya Jamblang, Kasugengan Lor, Depok, Cirebonkm 13+269Tidak beroperasi
1314 Jamblangpasar JBPNasional 5 Jalan Raya Jamblang, Jamblang, Jamblang, Cirebonkm 14+014Tidak beroperasi
- Jamblang Pecinan ?Nasional 5 Jalan Raya Jamblang, Jamblang, Jamblang, Cirebonkm ?+???Tidak beroperasi
- Klangenan ?Nasional 5 Jalan Otto Iskandardinata, Klangenan, Klangenan, Cirebonkm ?+???
km 0+000 percabangan Gunung Giwur
Tidak beroperasi
1313 Palimanan PMANasional 5 Jalan Otto Iskandardinata, Klangenan, Klangenan, Cirebonkm 16+050Tidak beroperasi
1312 Kedungbunder KUBJalan Raya Gempol, Kedungbunder, Gempol, Cirebonkm 19+097Tidak beroperasi
- Kedungbunder A. KUBJalan Raya Gempol, Kedungbunder, Gempol, Cirebonkm 19+484Tidak beroperasi
1311 Ciwaringan CWRNasional 5 Jalan Raya Cirebon–Bandung, Ciwaringin, Ciwaringin, Cirebonkm 22+200Tidak beroperasi
1309 Prapatan PPNNasional 5 Jalan Raya Cirebon–Bandung, Paningkiran, Sumberjaya, Majalengkakm 24+866Tidak beroperasi
1308 Bongas BOSNasional 5 Jalan Raya Cirebon–Bandung, Bongas Kulon, Sumberjaya, Majalengkakm 29+212+41 m[6]Tidak beroperasi
1307 Palasah PSANasional 5 Jalan Raya Cirebon–Bandung, Cisambeng, Palasah, Majalengkakm 32+270Tidak beroperasi
- Ciborelang CBONasional 5 Jalan Raya Cirebon–Bandung, Ciborelang, Jatiwangi, Majalengkakm 36+200Tidak beroperasi
1305 Jatiwangi JWGNasional 5 Jalan Raya Cirebon–Bandung, Sutawangi, Jatiwangi, Majalengkakm 36+931Tidak beroperasi
- Baturuyuk BRUNasional 5 Jalan Raya Barat Burujulkulon Burujul Kulon, Jatiwangi, Majalengkakm 40+700Tidak beroperasi
- Kasokandel KSDNasional 5 Jalan Raya Cirebon–Bandung, Kasokandel, Kasokandel, Majalengkakm 43+100Tidak beroperasi
1302 Cideres CDSNasional 5 Jalan Raya Cirebon–Bandung, Cipaku, Kadipaten, Majalengkakm 45+608Tidak beroperasi
1301 Kadipaten KADJalan Raya Cirebon–Bandung, Kadipaten, Kadipaten, Majalengkakm 48+575Tidak beroperasi

Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [7][8]
  • Pengidentifikasi stasiun: [9]
  • Tanggal pembukaan jalur: [1]: 106–124 

Percabangan menuju Gununggiwur

Percabangan menuju Gunung Giwur dibuka pada tanggal 1 Juli 1922.<ref name="korte /"> Bekas lokasi percabangan ini sekarang berdekatan dengan Pasar Palimanan dan mengarah ke selatan sejauh 5 kilometer dan dahulu digunakan untuk mengangkut batu kricak. Akan tetapi percabangan ini kemudian ditutup pada tahun 1933 dengan penyebab yang belum diketahui.

Lahan eks-jalur cabang ini juga digunakan untuk jalur pipa air bersih yang diperkirakan dibuat hampir bersamaan dengan jalur cabang kereta api menuju Gunung Giwur. Jalur pipa air tersebut mengalirkan air dari mata air Gunung Ciremai di Cikahalang sampai Stasiun Cirebon Kejaksan. Jarak antara mata air Cikalahang dan Stasiun Cirebon Kejaksan itu 22 kilometer dan jalur pipanya masih aktif sampai sekarang

NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Segmen Klangenan–Gununggiwur
Panjang segmen 5 km
Diresmikan pada tanggal 1 Juli 1922
oleh Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij
Termasuk dalam Daerah Operasi III Cirebon
- Klangenan -Nasional 5 Jalan Otto Iskandardinata, Klangenan, Klangenan, Cirebonkm 00+000 lintas Klangenan–Gununggiwur
km ? lintas Cirebon–Kadipaten
Tidak beroperasi
- Pangganglele -Kasugengan Kidul, Depok, Cirebonkm 2+xxxTidak beroperasi
- Waruoyom -Waruroyom, Depok, Cirebonkm 3+xxxTidak beroperasi
- Gununggiwur GGWJalan Kepuh–Kedondong, Kepuh, Palimanan, Cirebonkm 5+xxxTidak beroperasi

Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [7][10]
  • Pengidentifikasi stasiun: [11]
  • Tanggal pembukaan jalur: [1]: 106–124 

Referensi

  1. 1 2 3 (Belanda) Reitsma, S. A.: Korte geschiedenis der Nederlandsch-Indische spoor- en tramwegen; Batavia (Jakarta)–Weltevreden 1928
  2. ↑ Rusyanti; Mahardian, Dewangga Eka; Hermawan, Iwan; Jauharatna, Katrynada (2023-12-30). "Dinamika Ekonomi di Lintasan Kereta Api Cirebon—Kadipaten pada Abad ke 19–20 M". AMERTA (dalam bahasa Inggris). 41 (2): 139–154. doi:10.55981/amt.2023.1995. ISSN 2549-8908.
  3. ↑ Rosidi, Ajip (1998). Perjalanan penganten : sebuah kisah (Edisi [Cet. 2.]). Jakarta: Pustaka Jaya. ISBN 9794192384. OCLC 41892525. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ "Lagi, sebuah spoor PJKA ditutup". Surabaya Post. 16 Desember 1977. hlm. 7.
  5. ↑ Dokumen Lintas Cabang yang Masih Aktif dan Tidak Aktif (PPK.8-2011/OR/ORP-KP.BD). Bandung: Kereta Api Indonesia.
  6. ↑ "eks rumah air Perhentian Bongas". irps.or.id. Diakses tanggal 1 April 2023.
  7. 1 2 Subdirektorat Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). ;
  8. ↑ Perusahaan Umum Kereta Api (1992). Ikhtisar Lintas Jawa.
  9. ↑ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia
  10. ↑ Perusahaan Umum Kereta Api (1992). Ikhtisar Lintas Jawa.
  11. ↑ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia


Ikon rintisan

Artikel bertopik perkeretaapian ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Penutupan
  3. Jalur terhubung
  4. Lintas aktif
  5. Lintas nonaktif
  6. Daftar stasiun
  7. Percabangan menuju Gununggiwur
  8. Referensi

Artikel Terkait

Kereta Api Indonesia

perusahaan operator kereta asal Indonesia

Daftar jalur kereta api di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Daftar kereta api di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026