Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Jalan Raya Pan Borneo

Jalan Raya Pan Borneo (Bahasa Melayu: Lebuhraya Pan Borneo, Bahasa Inggris: Pan Borneo Highway) adalah jalan raya bebas hambatan terkendali antar negara bagian untuk Sarawak dan Sabah, serta jalan raya nasional untuk Brunei Darussalam, menghubungkan Sarawak, Brunei dan Sabah. Proyek Jalan Raya Pan Borneo adalah program kerjasama antara pemerintah Brunei dan Malaysia.

jalan raya di Malaysia
Diperbarui 13 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Jalan Raya Pan Borneo
Peta Jaringan Jalan Tol di Malaysia
  Jalan tol berbayar
  Jalan tol tidak berbayar
  Dalam pembangunan/rencana

Lebuhraya Pan Borneo
Informasi rute
Bagian dari AH 150
Panjang2.083 km (1.294 mi)
Persimpangan besar
Ujung barat dayaSematan, Sarawak
Persimpangan besarKuala Belait
Templat:JKRB Lebuhraya Muara–Tutong
Ujung timur lautSerudong, Sabah
Lokasi
CountriesMalaysia, Brunei Darussalam
KotaBandar Seri Begawan, Jerudong, Gadong, Berakas, Kuching, Sri Aman, Sarikei, Sibu, Bintulu, Miri, Limbang, Weston, Keningau, Papar, Kota Kinabalu, Kota Belud, Sandakan, Tawau, Seria, Lumut, Sungai Liang, Tutong, Lumut
Sistem jalan
Jaringan Jalan Asia
Sistem Jalan Felderal Malaysia
Sistem Jalan Kebangsaan Brunei
tidak ada
Jalan Tol Asia 150
Persimpangan besar
Ujung BaratSematan, Sarawak, Malaysia
Ujung TimurSerudong, Sabah, Malaysia
Lokasi
CountriesMalaysia, Brunei
Sistem jalan
  • Asian Highway Network

Jalan Raya Pan Borneo (Bahasa Melayu: Lebuhraya Pan Borneo, Bahasa Inggris: Pan Borneo Highway) adalah jalan raya bebas hambatan terkendali antar negara bagian untuk Sarawak dan Sabah, serta jalan raya nasional untuk Brunei Darussalam, menghubungkan Sarawak, Brunei dan Sabah. Proyek Jalan Raya Pan Borneo adalah program kerjasama antara pemerintah Brunei dan Malaysia.

Panjang dari seluruh jaringan jalan ini adalah 2.083 km dan merupakan jalan tol bebas biaya, tidak seperti Jalan tol Utara-Selatan sepanjang 960 km di Semenanjung Malaysia yang dikenakan tarif biaya tol berdasarkan golongan kendaraan kecuali sepeda motor.

Sejarah

Jalan raya biasa

Proyek jalan ini dimulai segera setelah Sarawak dan Sabah masuk dalam Federasi Malaysia tahun 1963. Kurangnya jaringan jalan raya di Sarawak adalah faktor utama pembangunan. Penyelesaian ruas jalan dari Kuching ke Kota Kinabalu selesai di tahun 1986 membuat perjalanan menggunakan mobil menjadi mungkin.[1] Walaupun begitu, pemerintah melanjutkan pembangunan ruas-ruas baru untuk menghubungkan area rural.[2]

Upgrade ke Jalan tol tidak berbayar

Sebelum tahun 2015, Jalan Raya Pan Borneo merupakan jalan raya biasa 2 lajur yang menghubungkan Sarawak, Sabah dan Brunei. Hingga pada akhirnya, status jalan raya biasa ditingkatkan menjadi Lebuhraya atau selevel dengan jalan tol, tetapi tidak dikenakan tarif tol/biaya. Peningkatan Jalan raya biasa menjadi Lebuhraya di Malaysia memiliki kriteria, antara lain :

  • Meningkatkan lajur jalan dari 2 menjadi 4 sehingga meningkatkan kecepatan kendaraan, dipisahkan oleh median jalan.
  • Kecepatan maksimum kendaraan mencapai 90-120 km/jam dari sebelumnya hanya 60 km/jam
  • Menghilangkan persimpangan dan menggantinya dengan membangun simpang susun/underpass/flyover di sepanjang Lebuhraya
  • Membangun rest area di sepanjang Lebuhraya
  • Membangun jalan akses keluar/masuk Lebuhraya

Rute

Rute jalan dimulai dari Sematan ke Kuching, ibukota Sarawak, berlanjut ke Miri hingga perbatasan Brunei, Limbang dan Lawas. Di Sabah rute ini dimulai dari Sindumin, Sipitang, Beaufort, Papar, Kota Kinabalu, Sandakan, Lahad Datu, Tawau dan berakhir di Serudong dekat dengan perbatasan Sabah dan Kalimantan Timur.

Di Kota Kinabalu Lebuhraya Pan Borneo memiliki percabangan jalan berupa simpang susun ke arah timur laut Sabah hingga ke ujung pulau Borneo/Kalimantan di Kudat.

Rencana terbaru

Pada 24 Agustus 2006, Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi menyatakan adanya kemungkinan rencana untuk melanjutkan pembangunan jaringan jalan lebih jauh ke Kalimantan, Indonesia setelah pertemuan dengan Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei.

Galeri

  • Simpang Susun Simunjan
    Simpang Susun Simunjan
  • Akses keluar Lebuhraya Pan Borneo di Simpang Susun Simanggang
    Akses keluar Lebuhraya Pan Borneo di Simpang Susun Simanggang
  • Tanda jarak di Laluan 22 Federal, Telupid.
    Tanda jarak di Laluan 22 Federal, Telupid.

Lihat pula

  • Rute federal

Referensi

  1. ↑ "Mengimpikan Lebuhraya Pan-Borneo yang baru - Mohd Aizan Mohd Nor". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-10-13. Diakses tanggal 2015-07-27.
  2. ↑ "Masa Depan Lebuhraya Pan Borneo". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-10-15. Diakses tanggal 2015-07-27.
  • l
  • b
  • s
Jaringan Jalan Asia
Seluruh benua
  • AH1
  • AH2
  • AH3
  • AH4
  • AH5
  • AH6
  • AH7
  • AH8
Asia Tenggara
  • AH11
  • AH12
  • AH13
  • AH14
  • AH15
  • AH16
  • AH18
  • AH19
  • AH25
  • AH26
  • AH140
  • AH141
  • AH142
  • AH143
  • AH150
Asia Timur, Asia Timur Laut,
dan Asia Tenggara
  • AH30
  • AH31
  • AH32
  • AH33
  • AH34
Anak Benua India
  • AH41
  • AH42
  • AH43
  • AH44
  • AH45
  • AH46
  • AH47
  • AH48
  • AH51
Asia Utara, Asia Tengah,
dan Asia Barat Daya
  • AH60
  • AH61
  • AH62
  • AH63
  • AH64
  • AH65
  • AH66
  • AH67
  • AH68
  • AH70
  • AH71
  • AH72
  • AH75
  • AH76
  • AH77
  • AH78
  • AH81
  • AH82
  • AH83
  • AH84
  • AH85
  • AH86
  • AH87
Ikon rintisan

Artikel bertopik transportasi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Jalan raya biasa
  3. Upgrade ke Jalan tol tidak berbayar
  4. Rute
  5. Rencana terbaru
  6. Galeri
  7. Lihat pula
  8. Referensi

Artikel Terkait

Malaysia

negara di Asia Tenggara

Rambu lalu lintas di Malaysia

kedua di sebelah kanan) di jalan dan jalan bebas hambatan. Rambu tol tol menggunakan font yang dirancang khusus untuk Autoritas Jalan Raya Malaysia (LLM)

Tanda Nomor Kendaraan Bermotor Malaysia

komersial di Malaysia, sebagaimana diwajibkan oleh hukum. Penerbitan plat nomor diatur dan dikelola oleh Departemen Transportasi Jalan Malaysia (bahasa

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026