Jalāluddīn Mingburnu, bernama lengkap Jalāluddīn Abul Muzaffar Mingburnu ibn Muhammad, adalah penguasa terakhir Kekaisaran Khwarezmia, dan karenanya juga dikenal sebagai Jalāluddīn Khawarezmansyah. Jalāluddīn dibesarkan di Gurganj, ibukota Kharezmia. Dia merupakan putra tertua dari Alāuddin Muhammad II dari istri seorang selir bernama Ay-Chichek.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Jalāluddīn Mingburnu | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Khwarezmansyah | |||||
Dirham Jalāluddīn Mingburnu | |||||
| Berkuasa | 1220 – 1231 | ||||
| Pendahulu | Alāuddīn Muhammad II | ||||
| Penerus | Tidak ada | ||||
| Kelahiran | 1199 | ||||
| Kematian | 1231 (umur 31–32) | ||||
| Pasangan | Melika Khatun Terken Khatun Fulana Khatun | ||||
| Keturunan | Manqatuy-Shah Qaymaqar-Shah | ||||
| |||||
| Wangsa | Anushtegin | ||||
| Ayah | Alauddin Muhammad II | ||||
| Ibu | Ay-Chichek | ||||
| Agama | Islam | ||||
Jalāluddīn Mingburnu (bahasa Persia: جلال الدین مِنکُبِرنیcode: fa is deprecated ; bahasa Turkmen: [Jelaleddin Meňburun] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)), bernama lengkap Jalāluddīn Abul Muzaffar Mingburnu ibn Muhammad, adalah penguasa terakhir Kekaisaran Khwarezmia, dan karenanya juga dikenal sebagai Jalāluddīn Khawarezmansyah. Jalāluddīn dibesarkan di Gurganj, ibukota Kharezmia. Dia merupakan putra tertua dari Alāuddin Muhammad II dari istri seorang selir bernama Ay-Chichek.[1][2]