J-Rocks adalah grup musik rock Indonesia yang dibentuk pada 9 November 2003. Band ini beranggotakan Iman Taufik Rachman, Sony Ismail Robbayani, Swara Wimayoga, dan Anton Rudi Kelces (drum). Musik mereka sangat dipengaruhi oleh band-band rock Jepang. Penggemar J-Rocks disebut J-Rockstars.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
J-Rocks | |
|---|---|
| Asal | Jakarta, Indonesia |
| Genre | |
| Tahun aktif | 2002–sekarang |
| Label | Aquarius Musikindo |
| Anggota |
|
J-Rocks adalah grup musik rock Indonesia yang dibentuk pada 9 November 2003. Band ini beranggotakan Iman Taufik Rachman (vokal utama, gitar ritme), Sony Ismail Robbayani (gitar utama), Swara Wimayoga (gitar bass), dan Anton Rudi Kelces (drum). Musik mereka sangat dipengaruhi oleh band-band rock Jepang. Penggemar J-Rocks disebut J-Rockstars.[4][5][6]
Nama band, "J-Rocks", berasal dari huruf "J" yang mewakili asal mereka, Jakarta; dan "Rockstar" karena mereka ingin penggemar mereka disebut "Rockstars".[4]
J-Rocks dibentuk pada tanggal 9 November 2003, Pada Awal 2004, J-Rocks menjuarai festival musik Nescafe Get Started 2004 yang disponsori oleh Nescafe, Trans TV, dan Aquarius Musikindo. Masing-masing personel meraih best vocalist, best guitarist, best bassist, dan best drummer. Mereka berhasil menjuarai festival tersebut dan berkesempatan membuat album kompilasi Nescafe Get Started yang merupakan awal bentuk kerja sama mereka dengan Aquarius Musikindo. Mereka akhirnya berhasil meluncurkan album perdana nya yang bertajuk "Topeng Sahabat" dengan label Aquarius pada pertengahan tahun 2005 dan mengisi dua lagu di album OST Dealova yaitu "Serba Salah" dan "Into The Silent".
Band ini semakin dikenal sejak munculnya album kedua Spirit, J-Rocks memainkan bermacam-macam beat dan aliran musik seperti Rock'n Roll (Juwita Hati), Waltz / Victorian (Tersesal), Symphonic Metal (Aku Harus Bisa), Blues, Klasik, dan lain sebagainya.
Pada lagu berjudul "Kau Curi Lagi" mereka berkolaborasi gitaris wanita, Prisa Rianzi dan pada lagu "Juwita Hati" mereka membuat video klip di Jepang yang digarap oleh Hedy Suryawan. Dengan model Shalvynne Chang, Sato & Boppy berperan sebagai fans yang mengejar idolanya sampai ke Jepang. Tidak tanggung-tanggung, beberapa kawasan di Jepang termasuk Shibuya & Harajuku dijadikan lokasi syuting Video Clip. Konsep yang menarik tersebut membuat Video Klip ini populer di Indonesia.
J-Rocks mengukir sejarah sebagai band Indonesia pertama yang rekaman di studio legendaris Abbey Road, di Inggris. Proses rekaman dan mixing lagu-lagu terbaru mereka dilakukan selama lima hari dari tanggal 12 sampai 16 Oktober 2008. Di studio Abbey Road mereka ditangani oleh Chris Bolster, seorang sound engineer ternama yang juga memiliki pengalaman menjadi sound engineer di album Live - Coldplay, Placebo - John Lennon & Paul Mc Cartney, dan album Love - The Beatles.
Proses rekaman untuk ketiga lagu J-Rocks hanya membutuhkan waktu selama dua hari. Pada hari ke-3, Christ melakukan proses final mixing untuk lagu-lagu itu. Sambil menunggu, J-Rocks membuat video clip untuk lagu Falling in Love dan berfoto di zebra cross legendaris Abbey Road dengan mengenakan batik yang sudah mereka persiapkan dari Jakarta. Hasilnya J-Rocks merilis album ke-3, berupa mini album bertajuk "Road to Abbey", dengan cover bergambar J-Rocks menyebrangi zebra cross Abbey Road ala The Beatles. Berisi 4 lagu dan 1 instrumental.
Kesempatan berharga ini diperoleh J-Rocks karena memenangkan ajang "A Mild Live Soundrenaline 2008" yang diselenggarakan di 5 kota (Pekanbaru, Medan, Batam, Malang, Yogyakarta) mulai dari bulan Juli hingga Agustus 2008. J-Rocks terpilih sebagai band terbaik di ajang tersebut karena mampu tampil sesuai dengan tema "Free Your Voice" dan berhasil membawa topik "Save Our Music and Culture". Rekaman di Abbey Road Studios diharapkan bisa menjadi pintu gerbang go international.[7]
| Judul | Detail album | Penjualan | Sertifikasi |
|---|---|---|---|
| Topeng Sahabat |
|
900.000+ | |
| Spirit |
|
900.000+ |
|
| Journey |
|
— | — |
| Let's Go! |
|
— | — |
| Judul | Detail album | Penjualan | Sertifikasi |
|---|---|---|---|
| Road To Abbey |
|
75.000+ |
| Judul | Tahun Rilis | Sutradara | Model |
|---|---|---|---|
| "Mestinya Ku Akhiri Semua" | 2004 | ||
| "Lepaskan Diriku" | 2005 | Agung Sentausa | Ladya Cheryl |
| "Ceria" | |||
| "Berharap Kau Kembali" | Agung Sentausa | Ladya Cheryl | |
| "Selamat Tinggal Kekasihku" | 2006 | Eka Nugraha | |
| "Kau Curi Lagi" (bersama Prisa) | 2007 | Hedy Suryawan | |
| "Juwita Hati" | 2008 | Prisa | |
| "Cobalah Kau Mengerti" | Eka Nugraha | ||
| "Spirit" | |||
| "Meraih Mimpi" [Ver 1] | VDP Bayu
Dyan Setyadharma |
||
| "Fallin' in Love" [Indonesian Version] | 2009 | Eka Nugraha | Adelya Chaterine |
| "Fallin' in Love" [English Version] | |||
| "Meraih Mimpi" [Ver 2] | Anggy Umbara | ||
| "Madu dan Racun" | 2010 | ||
| "Ya Aku" | 2011 | Dewi Saphira | |
| "Tersesal" | 2012 | aBekbaek | Oriesa Dewita |
| "Perjalanan" | 2013 | Triaji Jati | |
| "Fly Away" | |||
| "Dance" | 2017 | ||
| "Selamat Jalan" | Ganesya Afgandos | ||
| "Wudhu" | 2018 | ||
| "Mengertilah Cinta" | Angling Sagaran | ||
| "Tulisan Takdir Dunia" | 2019 | ||
| "Tiket ke Surga" | Jaggem
Reny |
||
| "ReUnite" | 2024 | Alfiano Johanes Frans
Mahardika Soekarno |
| Tahun | Penghargaan | Kategori | Karya/Nominasi | Hasil | Ref. |
|---|---|---|---|---|---|
| 2008 | Penghargaan MTV Indonesia | Best Cutting Edge Artist | J-Rocks | Nominasi | [11] |
| 2009 | Penghargaan MTV Indonesia | Most Favorite Band/Group/Duo | "Fallin' in Love" | Nominasi | [12] |
| 2009 | Dahsyatnya Awards | Aksi Panggung Terdahsyat | J-Rocks | Nominasi | |
| 2010 | Anugerah Musik Indonesia | Duo/Grup/Kolaborasi Rock Terbaik | "Fallin' in Love" | Menang | [13] |
| 2010 | Anugerah Musik Indonesia | Album Rock Terbaik | Road To Abbey | Nominasi | |
| 2010 | Dahsyatnya Awards | Aksi Panggung Terdahsyat | J-Rocks | Nominasi | |
| 2011 | Anugerah Musik Indonesia | Duo/Grup/Kolaborasi Rock Terbaik | "Madu dan Racun" | Nominasi | |
| 2011 | Dahsyatnya Awards | Aksi Panggung Terdahsyat | J-Rocks | Menang |