Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) adalah perguruan tinggi swasta yang berlokasi di Kota Bandung, Jawa Barat, tepatnya di Jl. Dipatiukur No. 112–114. UNIKOM menawarkan berbagai program studi di bidang teknologi dan komputer, didukung oleh fasilitas pembelajaran yang memadai. Saat ini, posisi Rektor UNIKOM dijabat oleh Prof. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. (Februari 2025) |
| Universitas Komputer Indonesia | |
|---|---|
| Moto | Quality is Our Tradition |
| Jenis | Perguruan Tinggi Swasta |
| Didirikan | 28 Agustus 2000 |
| Rektor | Prof. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, MT. |
| Alamat | Jl. Dipatiukur No. 102-118, Kota Bandung, Jawa Barat 40132 (Kampus I)
Jl. Dago No. 160-162, Kota Bandung, Jawa Barat 40132 (Kampus II) , , , |
| Kampus | Urban |
| Warna | Biru |
| Situs web | unikom.ac.id |
Koordinat: 6°53′12.78805″S 107°36′55.78578″E / 6.8868855694°S 107.6154960500°E / -6.8868855694; 107.6154960500Lihat peta diperbesar Koordinat: 6°53′12.78805″S 107°36′55.78578″E / 6.8868855694°S 107.6154960500°E / -6.8868855694; 107.6154960500Lihat peta diperkecil | |
Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) adalah perguruan tinggi swasta yang berlokasi di Kota Bandung, Jawa Barat, tepatnya di Jl. Dipatiukur No. 112–114. UNIKOM menawarkan berbagai program studi di bidang teknologi dan komputer, didukung oleh fasilitas pembelajaran yang memadai. Saat ini, posisi Rektor UNIKOM dijabat oleh Prof. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T.[1]
Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) resmi berdiri pada hari Selasa, 8 Agustus 2000, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 126/D/O/2000. Perjalanan UNIKOM berawal pada Juli 1994 dengan berdirinya Lembaga Pendidikan Komputer Indonesia Jerman (LPKIG) di Jalan Dipati Ukur 102, Bandung. Lembaga ini memulai kegiatan dengan satu ruang kelas berkapasitas 50 orang dan satu laboratorium komputer berisi 25 unit, serta membuka program pendidikan satu tahun dengan lima program studi. Pada tahun pertama, jumlah pesertanya mencapai 233 siswa.[2]
Memasuki tahun 1995, LPKIG menambah jenjang pendidikan tiga tahun untuk memenuhi minat siswa yang ingin melanjutkan studi. Pada tahun ini dibuka pula program studi baru, termasuk Ahli Komputer Teknik Informatika dan Manajemen Informatika. Fasilitas belajar ditingkatkan menjadi dua ruang kelas dan dua laboratorium komputer, dengan jumlah siswa bertambah menjadi 457 orang.
Pada tahun 1996, gedung baru di Jalan Dipati Ukur 116 mulai digunakan sebagai pusat administrasi. Fasilitas kampus pun diperluas dengan penambahan ruang kuliah, laboratorium, ruang dosen, serta ruang kemahasiswaan. Jumlah siswa terus meningkat dari 632 orang pada tahun 1996 menjadi 1.184 orang pada tahun 1998. Tahun 1998 menjadi langkah penting berikutnya dengan dimulainya pembangunan kampus baru berlantai enam di Jalan Dipati Ukur 114 (kini Gedung Rektorat/Kampus 1). Pembangunan selesai pada Agustus 1999 dan sudah digunakan pada awal perkuliahan September 1999. Sebagai bagian dari pengembangan institusi, pada 24 Desember 1998 dibentuk Yayasan Science dan Teknologi, yang kemudian mengajukan pendirian STIE IGI dan STIMIK IGI ke DIKTI. Pada Juli 1999, STIE IGI resmi berdiri dengan lima program studi, disusul STIMIK IGI pada Agustus 1999 dengan lima program studi lainnya.
Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem pendidikan, enam bulan kemudian diajukan usulan penggabungan kedua sekolah tinggi tersebut menjadi universitas. Usulan ini disetujui melalui SK Mendiknas Nomor 126/D/O/2000 yang menetapkan berdirinya Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) serta memberi izin pembukaan 11 program studi baru. Sejak tahun 2000, UNIKOM menerima sekitar 2.000 mahasiswa baru setiap tahun. Pada tahun 2005, jumlah mahasiswa baru mencapai 2.510 orang. Hingga tahun akademik 2006/2007, UNIKOM telah memiliki 6 fakultas dan 23 program studi dengan total 8.740 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri.
Memasuki tahun 2009, UNIKOM membangun gedung baru di samping Gedung Rektorat sebagai pengembangan dari gedung pertama yang dahulu digunakan oleh LPKIG. Gedung ini memiliki 10 lantai dan mulai dioperasionalkan secara penuh pada tahun 2016.[3] Pada 2012 juga, UNIKOM juga mengakuisisi gedung bekas STMIK Jabar yang kemudian digunakan untuk Fakultas Sastra dan Desain Visual. Sejak tahun akademik 2009–2010, UNIKOM resmi membuka program pascasarjana (S2) untuk dua bidang studi, yaitu Magister Manajemen dan Magister Sistem Informasi.[4]
Berikut ini adalah fakultas-fakultas yang ada di UNIKOM, beserta program studinya masing-masing, baik yang jenjang strata 1 (sarjana – S1), atau yang diploma 3 (ahli madya – D3)
Fasilitas yang tersedia di UNIKOM tergolong lengkap dan mendukung kegiatan akademik. Sebagian besar informasi dan aktivitas kampus disampaikan melalui sistem online, termasuk akses bagi mahasiswa untuk memeriksa daftar nilai ujian melalui situs khusus. UNIKOM juga menyediakan berbagai laboratorium yang disesuaikan dengan bidang studi masing-masing. Sebagai perguruan tinggi berbasis komputer, mata kuliah terkait software dan hardware ditetapkan sebagai mata kuliah wajib bagi seluruh mahasiswa.
Bagi mahasiswa yang gemar mengakses internet, UNIKOM menyediakan fasilitas internet gratis bernama Cybernet, yang dapat digunakan melalui komputer yang telah disediakan. Selain itu, kampus juga dilengkapi layanan hotspot (Wi-Fi) sehingga mahasiswa yang membawa laptop dapat tetap terhubung dengan mudah.