IndiHome adalah layanan internet rumah yang dimiliki oleh Telkomsel sejak 1 Juli 2023. Sebelum diambilalih Telkomsel, IndiHome dimiliki oleh perusahaan induknya, Telkom Indonesia. IndiHome diluncurkan pertama kali pada 19 Desember 2013. Di tahun 2015, layanan Speedy digabungkan ke dalam layanan ini. Layanan IndiHome juga dilengkapi dengan layanan bernilai tambah seperti portal musik digital dan otomatisasi rumah. Layanan IndiHome hanya dapat diterapkan di rumah-rumah yang terlayani jaringan serat optik dari Telkom (FTTH) maupun daerah-daerah yang masih menggunakan kabel tembaga jika tidak tersedia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
<a href=\"./Wikipedia:Kebijakan_pelindungan#semi\" title=\"Artikel ini dilindungi semi.\" id=\"mwBQ\"><img alt=\"Halaman yang dilindungi semi\" resource=\"./Berkas:Semi-protection-shackle.svg\" src=\"//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1b/Semi-protection-shackle.svg/20px-Semi-protection-shackle.svg.png\" decoding=\"async\" data-file-width=\"512\" data-file-height=\"512\" data-file-type=\"drawing\" height=\"20\" width=\"20\" srcset=\"//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1b/Semi-protection-shackle.svg/40px-Semi-protection-shackle.svg.png 2x\" class=\"mw-file-element\" id=\"mwBg\"/></a></span>"}' id="mwBw"/>
| IndiHome | |
|---|---|
| Nama sebelumnya | TelkomNet Instan (1994–2004) Speedy (2004–2015) |
| Jenis | Internet Telepon rumah protokol internet Televisi protokol internet |
| Moto | Semua Rumah Semua Bisa (2020–2021) Aktivitas Tanpa Batas (2021–sekarang) |
| Negara | Indonesia |
| Tanggal peluncuran | 2015 (2015) (sebagai IndiHome) |
| Induk perusahaan | Telkomsel |
| Situs web | www |

IndiHome (singkatan dari Indonesia Digital Home) adalah layanan internet rumah (ditambah televisi berlangganan dan telepon tetap) yang dimiliki oleh Telkomsel sejak 1 Juli 2023. Sebelum diambilalih Telkomsel, IndiHome dimiliki oleh perusahaan induknya, Telkom Indonesia.[1] IndiHome diluncurkan pertama kali pada 19 Desember 2013. Di tahun 2015, layanan Speedy digabungkan ke dalam layanan ini.[2] Layanan IndiHome juga dilengkapi dengan layanan bernilai tambah (VAS) seperti portal musik digital dan otomatisasi rumah.[3] Layanan IndiHome hanya dapat diterapkan di rumah-rumah yang terlayani jaringan serat optik dari Telkom (FTTH) maupun daerah-daerah yang masih menggunakan kabel tembaga jika tidak tersedia.[4]
Sejak dirilis, Telkom mengklaim bahwa produk IndiHome telah dipesan hingga 2.000 unit setiap harinya sepanjang 2015.[5] Hingga Oktober 2025, jumlah pelanggan IndiHome telah mencapai 10,26 juta di seluruh Indonesia.[6] Saat ini, IndiHome merupakan penyedia jasa Wi-Fi terbesar di Indonesia; per bulan Mei 2025, mereka tercatat meraup 56,8% pangsa pasar Wi-Fi di Indonesia.[7]
Cikal bakal layanan internet untuk pengguna individu dari Telkom telah ada sejak 1994 dengan adanya TelkomNet Instan, layanan akses Internet putar-nomor untuk pelanggan PSTN di Indonesia. Layanan ini berkecepatan hingga 56 kbps dan dapat dipercepat dengan TelkomNet Premium yang dibayar menggunakan kartu I-VAS.[8]
Di tahun 2004, Telkom kembali membuat terobosan berupa internet rumah bernama Speedy. Speedy berbasis jaringan telepon tetap (kabel tembaga) dengan teknologi asymmetric digital subscriber line (ADSL). Berbeda dengan TelkomNet Instan yang masih menggunakan koneksi akses Internet putar-nomor.
Pada 19 Desember 2013, IndiHome resmi diluncurkan sebagai salah satu program dari proyek utama Telkom, Indonesia Digital Network 2015. Telkom menggandeng sejumlah pengembang teknologi telekomunikasi untuk membangun rumah berkonsep digital.[9] Layanan IndiHome juga dilengkapi dengan konten seperti layanan portal musik digital dan otomatisasi rumah. Satu persatu, pelanggan Speedy diminta untuk beralih menggunakan IndiHome, karena layanan Speedy akan segera diberhentikan mulai 2015. Selain itu, Telkom akan mengganti seluruh kabel tembaganya dengan kabel serat optik, termasuk pelanggan PSTN dan ditargetkan selesai pada 2020.[10] IndiHome telah dipesan sebanyak 2000 pelanggan per hari sepanjang 2015, dengan respons terbaik berada di Jabodetabek.[11] Dan, hingga Mei 2015, jumlah pelanggan IndiHome telah mencapai 350 ribu pelanggan di seluruh Indonesia.[12] Lalu, pada 20 Mei, Telkom menghadirkan teknologi 4K TV untuk IPTV.[13] Pada pertengahan 2023, Telkomsel mengakuisisi IndiHome. Penggabungan unit usaha tersebut dilakukan demi mendorong efisiensi bisnis fixed mobile convergence.

Saat ini, IndiHome memiliki beberapa varian layanan diantaranya:[14]
Bersamaan dengan redupnya popularitas telepon rumah, Telkomsel mulai mengarahkan pelanggan baru yang hendak berlangganan telepon rumah untuk memilih layanan Dual Play atau Triple Play IndiHome. Terkait instalasi telepon rumah saja, pelanggan hanya dapat melakukan pemasangan lewat GraPARI untuk dibantu pengecekan ketersediaan layanan tersebut.[16][17]
Pada tanggal 21 Juli 2023, pasca pembelian Telkomsel atas IndiHome, Telkomsel meluncurkan paket gabungan (bundling) bernama Telkomsel One. Diiklankan sebagai "perkawinan antara Telkomsel dan IndiHome", Telkomsel One menawarkan fitur layanan internet serat optik IndiHome dan kuota internet seluler Telkomsel berupa Kuota Keluarga. Untuk versi "Telkomsel One Complete" dari paket ini, layanan IndiHome digabungkan dengan internet seluler dan Telkomsel Orbit.[18]
Pada bulan Juli 2024, Telkomsel meluncurkan EZnet, layanan internet serat optik dengan target masyarakat kelas bawah. Ditujukan untuk pelanggan baru Telkomsel, EZnet hanya menawarkan satu paket internet saja, yakni 20 Mbps (sebelumnya 10 Mbps). Pelanggan EZnet dapat melakukan migrasi ke paket IndiHome apabila tertarik dengan kecepatan lebih tinggi.[19][20] Sebelum EZnet diluncurkan, IndiHome sempat menawarkan paket berkecepatan 10 Mbps hingga bulan Oktober 2020.[21]
Menyusul masuknya Netflix di Indonesia pada Januari 2016, Grup Telkom, termasuk IndiHome memblokir layanan tersebut.[22] Beberapa pengguna yang ingin mengakses Netflix kemudian memindahkan penyedia layanan pada perusahaan lain, dan mendapati bahwa nomor telepon rumahnya yang telah digunakan selama puluhan tahun ikut dicabut.[23] Layanan IndiHome Telkom kini seolah menjadi bumerang bagi pengguna yang ingin berhenti berlangganan. Pasalnya, jika ingin berhenti layanan internetnya, maka semua produk Telkom yang ada akan dicabut, termasuk telepon rumah. Namun sebagai jawaban atas kontroversi ini, kini IndiHome menyiapkan alat hybrid sehingga pelanggan yang berhenti berlangganan IndiHome masih bisa menggunakan layanan teleponnya.[24] Per Juli 2020, Netflix kini bisa diakses melalui layanan IndiHome dan melalui beberapa layanan milik Telkom Group lainnya.
Per 1 Februari 2016, Telkom menerapkan kebijakan FUP (Fair Usage Policy), yaitu pembatasan kecepatan akses data/internet berdasarkan penggunaan layanan akses internet setelah mencapai jumlah, atau volume data tertentu dalam rentang waktu tertentu. Hal ini menjadi masalah karena layanan yang diterapkan FUP adalah layanan tanpa batas (unlimited). Walaupun banyak penyedia internet lain menerapkan FUP, IndiHome tidak mengomunikasikan hal ini pada awal layanan dijual, melainkan diterapkan kemudian tanpa banyak sosialisasi sebelumnya.[25]
Layanan sejenis yang berkonvergensi:[26]
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk meningkatkan kualitas layanan Indihome Fiber dengan menggelar teknologi 4K TV yang memungkinkan pelanggan dapat menikmati siaran televisi beresolusi tinggi serta internet dengan kecepatan akses hingga lebih dari 50 Mbps.
Layanan video streaming Netflix dipastikan tak akan bisa diakses melalui broadband Indihome, WiFi.id, dan akses seluler Telkomsel karena telah resmi diblokir oleh Telkom Group.
;
;