Zapotek adalah nama salah satu suku asli Amerika di Meksiko, hidup di negara bagian Oaxaca. Orang-orang Zapotek mengembangkan salah satu peradaban Mexico yang besar, akan tetapi gagasan-gagasan mereka sebagian besar dari budaya bangsa Maya. Orang Zapotek hidup dari bertani. Mereka juga memiliki sistem penanggalan sendiri serta menggunakan sejenis tulisan hieroglif. Tentang kepercayaan, dilihat dari makam-makam kuno mereka, mereka memercayai adanya kehidupan setelah kematian. Beberapa puing yang dianggap sebagai bukti kehidupan suku Zapotek adalah di Monte Alban, tepat di sebelah kota Oaxaca. Orang-orang Zapotek membangun sebagian besar kota di puncak gunung pada tahun 1-900. Puing-puingnya terdiri dari alun-alun yang luas dan kuil-kuil, makam-makam mewah, dan lempeng batu berukir. Ribuan orang yang masih tinggal di pegunungan Oaxaca menggunakan bahasa Zapotek.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Heliodoro Charis, Benito Juárez | |
| Daerah dengan populasi signifikan | |
|---|---|
| Mexico (Mainly Oaxaca, Guerrero, Jalisco and Mexico City), United States (Mainly Los Angeles, San Francisco and San Diego) | |
| Bahasa | |
| Zapotec, Spanish, English | |
| Agama | |
| Roman Catholicism with elements of traditional beliefs |
Zapotek adalah nama salah satu suku asli Amerika di Meksiko, hidup di negara bagian Oaxaca.[1] Orang-orang Zapotek mengembangkan salah satu peradaban Mexico yang besar, akan tetapi gagasan-gagasan mereka sebagian besar dari budaya bangsa Maya.[1] Orang Zapotek hidup dari bertani. Mereka juga memiliki sistem penanggalan sendiri serta menggunakan sejenis tulisan hieroglif. Tentang kepercayaan, dilihat dari makam-makam kuno mereka, mereka memercayai adanya kehidupan setelah kematian.[1] Beberapa puing yang dianggap sebagai bukti kehidupan suku Zapotek adalah di Monte Alban, tepat di sebelah kota Oaxaca.[1] Orang-orang Zapotek membangun sebagian besar kota di puncak gunung pada tahun 1-900.[1] Puing-puingnya terdiri dari alun-alun yang luas dan kuil-kuil, makam-makam mewah, dan lempeng batu berukir.[1] Ribuan orang yang masih tinggal di pegunungan Oaxaca menggunakan bahasa Zapotek.[1]
Orang-orang Zapotek telah hidup bercocok tanam kedelai dan labu lebih dari 5000 tahun, oleh karena itu mereka dijuluki sebagai orang-orang agrokultur.[2] Menurut sensus nasional, pada saat Perang Dunia II (1950), penduduk mencapai 934 jiwa.[2] Mereka menurun jumlahnya pada tahun 1960 menjadi 836, kemudian menurun lagi pada tahun 416 pada tahun 1980.[2]