Ikon adalah sebuah karya, umumnya berupa lukisan, dalam budaya Gereja Ortodoks Timur, Ortodoks Oriental, Katolik Roma, dan Lutheran. Subjek ikon yang biasa digambarkan adalah Yesus, Maria, santo-santa dan/atau malaikat. Meski ikon dikaitkan dengan lukisan potret yang berfokus pada satu atau dua subjek, tetapi ikon juga dapat mencakup sebagian besar gambar bertema keagamaan dalam berbagai media artistik yang diproduksi oleh Kekristenan Timur, termasuk adegan naratif yang diambil dari Alkitab atau kehidupan santo-santa.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia




Ikon (dari bahasa Yunani Kuno εἰκώνcode: grc is deprecated (eikōn) "gambar") adalah sebuah karya, umumnya berupa lukisan, dalam budaya Gereja Ortodoks Timur, Ortodoks Oriental, Katolik Roma, dan Lutheran.[2] Subjek ikon yang biasa digambarkan adalah Yesus, Maria, santo-santa dan/atau malaikat. Meski ikon dikaitkan dengan lukisan potret yang berfokus pada satu atau dua subjek, tetapi ikon juga dapat mencakup sebagian besar gambar bertema keagamaan dalam berbagai media artistik yang diproduksi oleh Kekristenan Timur, termasuk adegan naratif yang diambil dari Alkitab atau kehidupan santo-santa.
Ikon paling sering dilukis dalam panel dari kayu dengan tempera telur, tetapi ikon juga dapat dibuat dengan cara lain, seperti dibentuk dalam bentuk metal, diukir di batu, dijahit di kain, dilukis di kayu, dibuat dalam bentuk mosaik atau karya fresko, dicetak di kertas atau metal, dan lain-lain. Ikon sering kali diiluminasi dengan lilin atau tempat minyak. Iluminasi gambar-gambar keagamaan dengan lampu atau lilin adalah praktik kuno pra-Kristen. Gambar-gambar yang mirip dari Kekristenan Barat umumnya tidak disebut sebagai "ikon", meskipun "ikonik" digunakan untuk menyebutkan gaya statis dari gambar devosional. Dalam bahasa Yunani, istilah untuk lukisan ikon merupakan istilah yang sama untuk menyebut "tulisan", dan berbagai sumber Ortodoks menerjemahkannya ke bahasa lain sebagai tulisan ikon.[3]
Ikon bukanlah sama seperti gambar pada umumnya, karena Ikon adalah “Firman yang ditulis dalam gambar”.[butuh rujukan] Tidak sembarang orang bisa membuat atau mengerjakan sebuah ikon, kecuali mereka mempunyai keahlian atau kemampuan khusus dalam membuatnya. Ada pula langkah-langkah khusus dalam menulis Ikon, Yaitu seperti Harus berpuasa serta mengucapkan doa dan mazmur saat ketika melukis atau mengerjakan sebuah ikon. Itulah alasan ulah mengapa kebanyakan Ikon yang ditulis kisahnya detail dan sama dengan apa tertulis dan tergambar di dalam Alkitab.[butuh rujukan]
Tradisi acheiropoieta (ἀχειροποίηταcode: grc is deprecated , artinya "tidak dibuat oleh tangan") merujuk kepada ikon-ikon yang dianggap muncul secara ajaib, bukan oleh seorang pelukis manusia.