If I Had Legs I'd Kick You adalah sebuah film drama psikologi Amerika Serikat tahun 2025 yang ditulis dan disutradarai oleh Mary Bronstein. Film ini dibintangi oleh Rose Byrne, Conan O'Brien, Danielle Macdonald, Christian Slater dan ASAP Rocky, dengan alur cerita tentang seorang ibu yang mengalami tekanan karena beban tanggung jawab dan krisis yang dihadapinya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| If I Had Legs I'd Kick You | |
|---|---|
Poster penayangan | |
| Sutradara | Mary Bronstein |
| Produser |
|
| Ditulis oleh | Mary Bronstein |
| Pemeran | |
| Sinematografer | Christopher Messina |
| Penyunting | Lucian Johnston |
Perusahaan produksi |
|
| Distributor | A24 |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 114 menit[1] |
| Negara | Amerika Serikat |
| Bahasa | Inggris |
Pendapatan kotor | $1.2 juta[2][3] |
If I Had Legs I'd Kick You adalah sebuah film drama psikologi Amerika Serikat tahun 2025 yang ditulis dan disutradarai oleh Mary Bronstein. Film ini dibintangi oleh Rose Byrne, Conan O'Brien, Danielle Macdonald, Christian Slater dan ASAP Rocky, dengan alur cerita tentang seorang ibu yang mengalami tekanan karena beban tanggung jawab dan krisis yang dihadapinya.
If I Had Legs I'd Kick You ditayangkan perdana di Festival Film Sundance 2025 pada 24 Januari 2025. Di Festival Film Internasional Berlin ke-75, Byrne memenangkan Silver Bear untuk Penampilan Utama Terbaik. Film ini dirilis di bioskop oleh A24 pada 10 Oktober.
Linda adalah seorang terapis yang berada di ambang batas kemampuannya saat merawat putrinya, yang menderita gangguan makan. Sang putri harus diberi makan melalui selang PEG setiap malam, dan tuntutannya semakin menambah beban stres besar bagi Linda. Situasi keluarga memburuk ketika langit-langit kamar apartemen mereka di Montauk runtuh dan membanjiri rumah. Dengan suaminya, Charles, yang tidak ada karena perjalanan kerja selama dua bulan, Linda terpaksa pindah bersama putrinya ke sebuah motel kumuh.
Charles menelepon menyuruh Linda untuk mengikuti apa yang dikatakan Dr. Spring (dokter yang menangani anak mereka), sementara Linda tetap tidak setuju karena dia selama ini harus berjuang sendiri merawat putrinya tanpa kehadiran suaminya. Secara profesional, Linda harus menangani klien-klien yang sedang dalam krisis, termasuk Caroline, seorang ibu baru yang selalu membawa bayinya di tengah sesi terapi. Linda secara rutin melakukan terapi dengan rekannya yang sesama terapis mengenai masalah pribadinya. Namun, rekannya tersebut menjadi semakin frustrasi dengan perilaku Linda, karena sebagai pasien ia memaksanya untuk memberikan langkah apa yang harus dilakukannya untuk membuat anaknya naik berat badannya dalam waktu yang ditentukan dokter. Saat tinggal di motel, Linda harus berhadapan dengan Diana, petugas resepsionis yang mempersulit dirinya saat hendak membeli sebotol anggur. Suatu hari, saat melakukan sesi terapi, Caroline dengan sengaja meninggalkan bayinya dengan berpura-pura untuk ke toilet, sehingga membuat Linda menjadi semakin stress dan tertekan. Linda akhirnya menyerahkan bayi tersebut kepada polisi. Linda kemudian mengajak James ke apartemennya untuk melihat langit-langitnya, di mana kemudian dia berhalusinasi James terjatuh dalam keadaan kaki patah. Selanjutnya, Linda diberitahu oleh Dr. Spring yang mengatakan bahwa putrinya mustahil akan dapat mencapai target berat badan yang diinginkan agar selang PEG dapat dilepas. Dalam sesi konseling bersama ibu-ibu lainnya dengan Dr. Spring, Linda mengungkapkan rasa frustasinya dan mengatakan semua yang terjadi memang adalah kesalahan mereka.
Caroline kemudian muncul di motel tempatnya menginap, dan menampar Linda serta lari setelah permintaannya ditolak. Linda diam-diam melepas sendiri selang PEG putrinya, lalu berhalusinasi bahwa lubang di perutnya tersebut telah menutup. Saat Linda kembali ke apartemennya, ia mendapati bahwa Charles telah pulang dan memperbaiki lubang di langit-langit apartemen. Linda berbohong bahwa dia menyewa James sebagai babysitter untuk menjaga putrinya. Saat Charles tiba di motel, James mengungkapan fakta bahwa dia bukan babysitter dan dia hanya menemani putrinya setelah berteriak karena sendirian di kamar tersebut setelah ditinggalkan ibunya. Charles akhirnya tahu bahwa Linda secara sepihak telah melepas selang makan putrinya tanpa sepengetahuan dokter. Linda yang merasa bersalah, berlari ke laut dan mencoba menenggelamkan diri, tetapi ombak yang kencang terus mendorongnya ke pantai. Linda terbaring sampai kemudian putrinya berada di sebelahnya, dan ia berkata bahwa ia akan menjadi lebih baik.
If I Had Legs I'd Kick You mulai menjalani proses syuting pada Agustus[6] dan September 2023[7] di Montauk, New York setelah SAG-AFTRA memberikan perjanjian sementara untuk film tersebut di tengah aksi mogok para aktor.[8]

If I Had Legs I'd Kick You ditayangkan perdana di Festival Film Sundance pada 24 Januari 2025.[9] Film ini melakukan pemutaran perdana internasionalnya pada bulan Februari 2025 di Festival Film Internasional Berlin ke-75 dalam kompetisi untuk Golden Bear.[10][11] Rose Byrne memenangkan Silver Bear untuk Penampilan Utama Terbaik.[12] Film ini diputar di Festival Film Telluride ke-52,[13] Festival Film Internasional Toronto 2025,[14] Festival Film New York 2025,[15] dan Festival Film London BFI 2025.[16] Film ini dirilis oleh A24 pada 10 Oktober 2025.[17]
Film ini juga diputar di bagian 'Best of 2025' pada Festival Film Roma ke-20 pada bulan Oktober 2025.[18]

Di situs web agregator ulasan Rotten Tomatoes, 91% pada 176 ulasan para kritikus adalah positif. Konsensus situs web berbunyi: "Berpotensi membuat penonton merinding ketakutan, pengalaman mendalam yang seperti mimpi demam ini tentang stres menjadi orang tua terhubung dengan kekuatan dahsyat berkat penampilan berani Rose Byrne sebagai bintang dan visi tanpa kompromi dari sutradara Mary Bronstein."[19] Di situs Metacritic, yang menggunakan sistem penilaian rata-rata tertimbang, film ini mendapatkan skor 77 dari 100, berdasarkan 32 kritikus, yang menunjukkan ulasan yang "secara umum baik.".[20]
| Penghargaan | Tanggal | Kategori | Penerima | Hasil | Ref. |
|---|---|---|---|---|---|
| Festival Film Internasional Berlin | 23 Februari 2025 | Golden Bear | If I Had Legs I'd Kick You | Nominasi | [21] |
| Silver Bear untuk Penampilan Utama Terbaik | Rose Byrne | Menang | |||
| Penghargaan Film Independen Gotham | 1 Desember 2025 | Film Terbaik | If I Had Legs I'd Kick You | Nominasi | [22] |
| Sutradara Terbaik | Mary Bronstein | Nominasi | |||
| Skenario Terbaik | Nominasi | ||||
| Performa Utama Luar Biasa | Rose Byrne | Nominasi | |||
| Festival Film Middleburg | 19 Oktober 2025 | Agnès Varda Trailblazing Film Artist Award | Menang | [23] | |
| Festival Film Mill Valley | 10 Oktober 2025 | Mind the Gap Award | Menang | [24] | |
| Festival Film Savannah | 27 Oktober 2025 | Luminary Award | Menang | [25][26] | |
| Festival Film Sitges | 18 Oktober 2025 | Film Panjang Terbaik | If I Had Legs I'd Kick You | Nominasi | [27] |
| Akting Pemeran Wanita Terbaik | Rose Byrne | Menang | |||
| Stockholm International Film Festival | 14 November 2025 | Golden Horse | If I Had Legs I'd Kick You | Nominasi | [28] |