SK hynix Inc. adalah sebuah perusahaan asal Korea Selatan yang memasok semikonduktor memori, seperti chip memori akses acak dinamis dan chip memori kilat. Hynix adalah produsen chip memori terbesar kedua di dunia dan merupakan produsen semikomduktor terbesar ketiga di dunia. Didirikan dengan nama Hyundai Electronic Industrial Co., Ltd. pada tahun 1983 dan kemudian dikenal sebagai Hyundai Electronics, perusahaan ini memiliki fasilitas produksi di Korea, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Taiwan. Pada tahun 2012, setelah SK Telecom menjadi pemegang saham terbesar, Hynix digabung ke SK Group.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Nama asli | 에스케이하이닉스 주식회사 |
|---|---|
Jenis perusahaan | Publik |
| Kode emiten | KRX: 000660 |
| Industri | Semikonduktor |
| Didirikan | 1983 (1983) dengan nama Hyundai Electric Industry
2001 dengan nama Hynix Semiconductors 2012 dengan nama SK hynix |
| Kantor pusat | Icheon, Korea Selatan |
Tokoh kunci | Seok-hee Lee (CEO) |
| Produk | DRAM, memori kilat NAND |
| Pendapatan | |
| Total aset | |
| Total ekuitas | |
Karyawan | Korea: 22.254 (2016)[1] Luar Korea: ? |
| Induk | SK Group |
| Situs web | www |
SK hynix Inc. (KRX: 000660) adalah sebuah perusahaan asal Korea Selatan yang memasok semikonduktor memori, seperti chip memori akses acak dinamis dan chip memori kilat. Hynix adalah produsen chip memori terbesar kedua di dunia (setelah Samsung Electronics)[2] dan merupakan produsen semikomduktor terbesar ketiga di dunia.[3] Didirikan dengan nama Hyundai Electronic Industrial Co., Ltd. pada tahun 1983[4] dan kemudian dikenal sebagai Hyundai Electronics, perusahaan ini memiliki fasilitas produksi di Korea, Amerika Serikat, Tiongkok,[5] dan Taiwan. Pada tahun 2012, setelah SK Telecom menjadi pemegang saham terbesar, Hynix digabung ke SK Group[4] (konglomerat terbesar ketiga di Korea Selatan).
Klien besar Hynix antara lain Apple,[6] Asus, Dell, HP Inc., dan Hewlett Packard Enterprise (sebelumnya Hewlett-Packard).[2] Produk lain yang menggunakan memori buatan Hynix antara lain pemutar DVD, telepon seluler, set-top box, asisten digital pribadi, peralatan jaringan, dan cakram keras.[7]
Bagian ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. |
Berdasarkan "Aturan Gaji Tahunan" SK Hynix, para pekerjanya digaji antara 90% hingga 110% dari gaji yang tertera di kontrak, tergantung evaluasi tahunannya. Namun, sistem 'swadesain' kemudian diperkenalkan pada tahun 2018, yang memungkinkan manajer untuk menyesuaikan gaji tiap pekerja. Dengan sistem tersebut, dapat terjadi perbedaan gaji antar departemen dan antar pekerja, walaupun menerima hasil evaluasi yang sama. Kepala organisasi akan mendistribusikan anggaran yang diberikan kepadanya ke semua pekerjanya. Penyesuaian gaji tersebut dibuat berdasarkan penilaian subyektif dari kepala organisasi tanpa dasar atau kriteria obyektif apapun. Dengan sistem baru tersebut, hanya 60% gaji tahunan yang dapat dijamin diterima oleh para pekerjanya. Diberitakan bahwa mayoritas pekerja di departemen tertentu menerima kurang dari 90% gaji tahunan yang tertera di kontrak.
Sistem tersebut pun melanggar Undang-Undang Standar Buruh di Korea, yang mewajibkan persetujuan mayoritas pekerja apabila aturan mengenai pekerja diubah. Pada tahun 2020, Serikat Pekerja SK Hynix menyerahkan petisi ke Komisi Hubungan Buruh Provisi Gyeonggi dan menyerahkan surat resmi ke SK Hynix. Sebagai tanggapan, perusahaan ini mengadakan sesi pengarahan mengenai sistem "swadesain" dan mencoba untuk mendapatkan persetujuan dari pekerjanya. Sejumlah cacat prosedural terjadi pada sesi pengarahan dan proses pemungutan suara, sehingga menyebabkan makin banyak kontroversi.[butuh rujukan]
Ketika pemotongan gaji secara ilegal di atas menjadi kontroversial, SK Hynix memutuskan untuk mengadakan sesi pengarahan untuk meminta persetujuan dari para pekerjanya, namun malah menimbulkan kontroversi lain.
Sejumlah cacat prosedural tersebut pun membuat pemungutan suara menjadi tidak sah.
Pekerja yang dirugikan akibat revisi tersebut dapat mengklaim jumlah gaji yang berkurang ke perusahaan. Selain itu, berdasarkan putusan Mahkamah Agung, walaupun kemudian aturan pekerja diubah melalui proses yang wajar, isi aturan pekerja sebelumnya yang menguntungkan pekerja harus tetap diberlakukan untuk pekerja yang tidak setuju dengan revisi aturan pekerja.[butuh rujukan]
Pada bulan Januari 2021, pekerja SK Hynix mengeluh mengenai keputusan pembayaran bonus sebesar 20% dari gaji tahunan, karena bonus berbasis performa tersebut kurang dari separuh yang diberikan oleh Samsung Electronics ke pekerjanya. Penjualan dan laba operasi Samsung Electronics memang jauh di atas SK Hynix, sehingga tidak ada alasan untuk membayar bonus berbasis performa yang sama, tetapi bonus berbasis performa SK Hynix tidak berubah sama sekali dalam 19 tahun terakhir. Padahal penjualan dan laba operasi SK Hynix masing-masing meningkat sebesar 18,2% dan 84,3% jika dibandingkan 19 tahun lalu.
Hal tersebut pun sangat berlawanan dengan apa yang SK Hynix tekankan pada sebagian besar sesi pengarahan sejak tahun 2018, saat laba operasi meningkat, sehingga muncul protes dari para pekerja baru. Sebelumnya, SK Hynix berhasil menarik banyak pekerja baru dengan iming-iming memberi bonus yang sama atau lebih banyak daripada Samsung Electronics, tetapi pada kenyataannya, SK Hynix belum pernah memberikan bonus berbasis performa yang sama atau lebih besar daripada Samsung Electronics.
Karena keluhan dari para pekerjanya berlanjut, Chairman SK, Choi Tae-won kemudian menyatakan bahwa, "Saya akan mengembalikan semua gaji saya di tahun lalu." Hingga tahun 2019, gaji tahunan Choi adalah sekitar 3 miliar won, sehingga jika dibagikan ke 28.000 orang pekerja SK Hynix, maka tiap pekerja hanya menerima tambahan sebesar 100.000 won.
Karena sifat alami dari industri semikonduktor, yang secara aktif bergerak ke industri yang sama, menarik pekerja menjadi hal yang penting, namun karena reformasi berbagai sistem upah, muncul kontroversi mengenai upah berbasis performa.[21]

Hynix memproduksi sejumlah memori semikonduktor, seperti:
Hyundai, the South Korean maker of one of the hottest and cheapest compact cars on sale in the United States, is beginning to hawk its Blue Chip Computer in more than 500 discount stores nationwide. The unit is compatible with the IBM PC-XT.