Ayatullah Agung Hussein Ali Montazeri adalah seorang ulama, pengajur demokrasi Islam, serta penulis dan aktivis hak asasi manusia berkebangsaan Iran. Ia adalah salah satu pemimpin Revolusi Iran pada tahun 1979. Ia pernah ditunjuk sebagai calon penerus dari Pemimpin Besar Iran Ayatullah Khomeini, tetapi tidak dilanjutkan pada tahun 1989 karena Montazeri menyatakan keberatannya atas berbagai kebijakan pemerintah yang menurutnya telah mencedrai kebebasan dan hak asasi masyarakat. Montazeri menghabiskan tahun-tahun terakhirnya di kota suci Qom, dan tetap berpengaruh secara politis di Iran, terutama terhadap gerakan reformis. Ia dikenal sebagai ulama Islam senior yang paling berpengetahuan di Iran dan dianggap seorang marja' taqlid (mujtahid) dalam fiqih Syi'ah.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Ayatullah al-Uzma Hussein Ali Montazeri | |
|---|---|
| Lahir | 25 June 1922 Najafabad, Iran |
| Meninggal | 19 Desember 2009 (usia 87) Qom, Iran |
| Nama lain | حسینعلی منتظری |
| Situs web | www.amontazeri.com |
Ayatullah Agung Hussein Ali Montazeri (bahasa Persia: حسینعلی منتظریcode: fa is deprecated ; 25 Juni 1922 – 19 Desember 2009) adalah seorang ulama, pengajur demokrasi Islam, serta penulis dan aktivis hak asasi manusia berkebangsaan Iran. Ia adalah salah satu pemimpin Revolusi Iran pada tahun 1979. Ia pernah ditunjuk sebagai calon penerus dari Pemimpin Besar Iran Ayatullah Khomeini, tetapi tidak dilanjutkan pada tahun 1989 karena Montazeri menyatakan keberatannya atas berbagai kebijakan pemerintah yang menurutnya telah mencedrai kebebasan dan hak asasi masyarakat. Montazeri menghabiskan tahun-tahun terakhirnya di kota suci Qom, dan tetap berpengaruh secara politis di Iran, terutama terhadap gerakan reformis.[1] Ia dikenal sebagai ulama Islam senior yang paling berpengetahuan di Iran[2] dan dianggap seorang marja' taqlid (mujtahid) dalam fiqih Syi'ah.
Selama tiga dekade, Hussein Ali Montazeri telah menjadi pengkritik atas kebijakan dalam dan luar negeri Republik Islam Iran. Ia seorang pengajur aktif atas hak-hak sipil dan perempuan di Iran. Montazeri adalah seorang penulis buku dan artikel yang produktif. Ia adalah pendukung setia konsep negara Islam (daulah Islamiyah), dan berpendapat bahwa Iran pasca-revolusi tidaklah diperintah sebagai sebuah negara Islam.
