Hukum perbandingan volume atau hukum Gay Lussac adalah sebuah hukum kimia yang menyatakan bahwa sejumlah gas yang direaksikan dengan volume konstan atau tetap akan berbanding lurus dengan nilai suhunya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Hukum perbandingan volume atau hukum Gay Lussac adalah sebuah hukum kimia yang menyatakan bahwa sejumlah gas yang direaksikan dengan volume konstan atau tetap akan berbanding lurus dengan nilai suhunya.[1]
Saat suhu gas dalam sebuah wadah yang kaku dinaikkan, maka tekanan dari gas tersebut akan ikut meningkat. Meningkatnya energi kinetik dalam wadah tersebut mengakibatkan molekul-molekul gas bertabrakan dengan dinding wadah yang memiliki gaya lebih kuat. Kondisi tersebut menyebabkan tekanan yang lebih besar. Seorang ahli kimia asal Prancis bernama lengkap Joseph Gay-Lussac menyebutkan bahwa ada hubungan antara tekanan sebuah gas dengan suhu tertentu. Hukum Gay Lussac memiliki kemiripan dengan hukum Charles, yang membedakan antara dua hukum tersebut adalah wadahnya saja. Dalam percobaannya, Gay Lussac menggunakan wadah yang bersifat kaku dan keras Sementara itu, Charles menggunaan wadah yang fleksibel.[2]
Pada 1802, Gay-Lussac menemukan bahwa
Secara matematis dapat dinyatakan
atau
di mana:
Hukum ini dapat dibuktikan melalui teori kinetik gas, karena temperatur adalah ukuran rata-rata energi kinetik, di mana jika energi kinetik gas meningkat, maka partikel-partikel gas akan bertumbukan dengan dinding/wadah lebih cepat, sehingga meningkatkan tekanan.
Hukum Gay-Lussac dapat dituliskan sebagai perbandingan dua gas
Hukum ini disebut juga hukum gabungan volume, yang ditemukan pada 1809
Misalnya perbandingan volum hidrogen dan oksigen yang dihasilkan dari penguraian air adalah 2:1. Hukum ini merupakan salah satu dasar dari stoikiometri gas modern, dan hipotesis Avogadro pada 1811 berasal dari hukum ini.
Hukum Charles juga kadang-kadang disebut Hukum Gay-Lussac atau Hukum Charles Gay-Lussac, karena Gay-Lussac lah yang pertama kali memublikasikan penemuan ini pada 1802. Jacques Charles telah menemukannya lebih dahulu pada 1787, tetapi tidak memublikasikannya.[4][5] Belakangan hukum ini lebih sering disebut hukum Charles karena kemudian Gay-Lussac menemukan hukum-hukum lain yang dinamakan sesuai namanya.