Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Agama Hindu Newa

Agama Hindu Newa adalah suatu bentuk praktik agama Hindu yang dilakukan oleh suku Newa di Nepal. Agama ini mengenal beberapa tarian sakral: tari topeng, tari sakral tanpa topeng yang disebut Dyah Pyakhan, tari yang dilakukan sebagai praktik ritual dan meditasi yang disebut Chachaa Pyakhan, dan tari tradisional. Kadang kala agama Hindu dan agama Buddha Newa merayakan festival secara bersamaan.

salah satu kepercayaan di dunia
Diperbarui 31 Januari 2021

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Agama Hindu Newa
Tari topeng Nyetamaru Ajima diadakan di Nyeta, Kathmandu, pada bulan April.

Agama Hindu Newa adalah suatu bentuk praktik agama Hindu yang dilakukan oleh suku Newa di Nepal. Agama ini mengenal beberapa tarian sakral: tari topeng, tari sakral tanpa topeng yang disebut Dyah Pyakhan, tari yang dilakukan sebagai praktik ritual dan meditasi yang disebut Chachaa Pyakhan (Charya Nritya dalam bahasa Sanskerta), dan tari tradisional. Kadang kala agama Hindu dan agama Buddha Newa merayakan festival secara bersamaan.[1]

Referensi

  1. ↑ "Swaniga.com: Hindu festival". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-11-17. Diakses tanggal 2014-09-12.
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Tradisi malam satu suro

Tradisi Malam Satu Suro/Sura adalah satu dari tradisi pada bulan keramat berdasarkan kepercayaan masyarakat Pulau Jawa. Tradisi ini menjadi sebuah hal

Manunggaling kawula gusti

Manunggaling kawula gusti adalah salah satu ajaran dan kepercayaan dalam Kejawen yang bermakna menyatunya makhluk, orang biasa (kawula) dengan ratu (raja)

Tatanan Dunia Baru

elit kekuatan rahasia dengan agenda globalis berkonspirasi untuk akhirnya menguasai dunia melalui pemerintahan satu dunia yang otoriter

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026