Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kembang sepatu

Kembang sepatu, bunga sepatu, bunga raya, wara-wiri atau worawiri adalah tumbuhan semak dari famili Malvaceae yang berasal dari wilayah Asia Timur dan banyak ditanam sebagai tanaman hias di daerah tropis dan subtropis. Bunganya besar, berwarna merah, putih, atau kuning muda dan tidak berbau. Bunga dari berbagai kultivar dan kacukan ini bisa berupa bunga tunggal atau bunga ganda yang berwarna putih hingga kuning, jingga hingga merah tua atau merah jambu.

tanaman hias daerah tropis dan subtropis
Diperbarui 6 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kembang sepatu

Kembang sepatu
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Malvales
Famili: Malvaceae
Genus: Hibiscus
Spesies:
H. × rosa-sinensis
Nama binomial
Hibiscus × rosa-sinensis
Linnaeus

Kembang sepatu, bunga sepatu, bunga raya, wara-wiri atau worawiri (bahasa Latin: Hibiscus rosa-sinensis L.code: la is deprecated ) adalah tumbuhan semak dari famili Malvaceae yang berasal dari wilayah Asia Timur dan banyak ditanam sebagai tanaman hias di daerah tropis dan subtropis. Bunganya besar, berwarna merah, putih, atau kuning muda dan tidak berbau. Bunga dari berbagai kultivar dan kacukan ini bisa berupa bunga tunggal (daun mahkota selapis) atau bunga ganda (daun mahkota berlapis) yang berwarna putih hingga kuning, jingga hingga merah tua atau merah jambu.

Kembang Sepatu Kuning

Peristilahan

Tanaman ini dikenal dengan berbagai nama, di antaranya Bunga/Kembang Sepatu, Bunga Raya, Uribang, dan ada pula yang menyebut dengan Worawari.

Deskripsi

Kembang Sepatu di Kebun Raya Bogor

Bunga jenis ini terdiri dari 5 helai daun kelopak, yang dilindungi oleh kelopak tambahan (epicalyx), sehingga terlihat seperti dua lapis kelopak bunga. Mahkota bunga terdiri dari 5 lembar atau lebih jika merupakan hibrida. Tangkai putik berbentuk silinder panjang dikelilingi tangkai sari berbentuk oval yang bertaburan serbuk sari. Biji terdapat di dalam buah berbentuk kapsul berbilik lima.

Pada umumnya tinggi tanaman sekitar 2 sampai 5 meter. Daun berbentuk bulat telur yang lebar atau bulat telur yang sempit dengan ujung daun yang meruncing. Di daerah tropis atau di rumah kaca tanaman berbunga sepanjang tahun, sedangkan di daerah subtropis berbunga mulai dari musim panas hingga musim gugur.

Bunga berbentuk trompet dengan diameter bunga sekitar 6 cm hingga 20 cm. Putik (pistillum) menjulur ke luar dari dasar bunga. Bunga bisa mekar menghadap ke atas, ke bawah, atau menghadap ke samping. Pada umumnya, tanaman bersifat steril dan tidak menghasilkan buah. Tanaman berkembang biak dengan cara stek, pencangkokan, dan penempelan.

Siklus Hidup

Kembang Sepatu memiliki siklus hidup tahunan atau abadi tergantung pada iklimnya. Tanaman ini dapat berbunga sepanjang tahun jika kondisi lingkungan mendukung, dengan periode puncak biasanya terjadi pada musim panas.

Manfaat

Kembang Sepatu banyak dijadikan tanaman hias karena bunganya yang cantik.[1] Bagian bunganya digunakan untuk menyemir sepatu di India dan sebagai bunga persembahan. Di Tiongkok, bunga yang berwarna merah digunakan sebagai bahan pewarna makanan. Di Indonesia, daun dan bunga digunakan dalam berbagai pengobatan tradisional. Kembang Sepatu yang dikeringkan juga diminum sebagai teh.

Tanaman Kembang Sepatu memiliki kandungan fenolik dan flavonoid. Selain itu, kandungan tanaman ini juga menunjukkan aktivitas antioksidan.[2]

Di Okinawa, Jepang digunakan sebagai tanaman pagar. Di bagian selatan Okinawa, tanaman ini disebut Gushōnu hana (bunga kehidupan sesudah maticode: ja is deprecated ) sehingga banyak ditanam di makam.

Pengolahan

Untuk mendapatkan manfaatnya, daun dan bunga Kembang Sepatu biasanya direbus atau diseduh dalam air panas. Teh yang dihasilkan memiliki rasa yang khas dan menyegarkan.

Lihat pula

  • Hibiscus
  • Worawari gantung
  • Waru (Hibiscus tiliaceus)

Referensi

  1. ↑ Sanaky, Fitriah (26 November 2024). "Bunga Kembang Sepatu: Simbol Keindahan dan Manfaat bagi Kehidupan". rri.co.id. Diakses tanggal 17 Juni 2025.
  2. ↑ Rengarajan, Sumathy; Melanathuru, Vijayalakshmi; Govindasamy, Chandramohan; Chinnadurai, Veeramani; Elsadek, Mohamed Farouk (2020-04-01). "Antioxidant activity of flavonoid compounds isolated from the petals of Hibiscus rosa sinensis". Journal of King Saud University - Science. 32 (3): 2236–2242. doi:10.1016/j.jksus.2020.02.028. ISSN 1018-3647.
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Hibiscus rosa-sinensis.
  • (Inggris) Varieties and cultivars of Hibiscus rosa-sinensis L. Diarsipkan 2006-06-16 di Wayback Machine. – Perbincangan mengenai taksonomi
  • (Inggris) Perawatan tanaman Hibiscus dan informasi penyakit tanaman
Pengidentifikasi takson
Hibiscus × rosa-sinensis
  • Wikidata: Q159534
  • Wikispecies: Hibiscus rosa-sinensis
  • APDB: 81620
  • APNI: 117022
  • BOLD: 351095
  • Calflora: 12558
  • CoL: 6M78M
  • EoL: 584771
  • EPPO: HIBRS
  • FNA: 200013716
  • FoC: 200013716
  • GBIF: 3152559
  • GRIN: 19075
  • iNaturalist: 62876
  • IPNI: 560756-1
  • IRMNG: 10977316
  • ITIS: 21616
  • MoBotPF: 282563
  • NatureServe: 2.153381
  • NCBI: 183298
  • NZOR: ab550efa-30d0-4bb0-9fbd-431934440308
  • Open Tree of Life: 378513
  • PFI: 9465
  • Plant List: kew-2850448
  • PLANTS: HIRO3
  • POWO: urn:lsid:ipni.org:names:560756-1
  • RHS: 8738
  • Tropicos: 19600046
  • WFO: wfo-0000723007

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Peristilahan
  2. Deskripsi
  3. Siklus Hidup
  4. Manfaat
  5. Pengolahan
  6. Lihat pula
  7. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026