Hendro, lebih dikenal dengan nama Hendro Yap, dengan nama lahir Yap Kim Lung adalah seorang atlet jalan cepat Indonesia kelahiran Medan, Sumatera Utara. Dalam Pekan Olahraga Nasional, Hendro bertanding mewakili Provinsi Jawa Barat.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Informasi pribadi | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Nama lahir | Yap Kim Lung | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Lahir | 24 Oktober 1990 Medan, Sumatera Utara, Indonesia | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Olahraga | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Olahraga | Atletik | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Lomba | Jalan cepat | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Prestasi dan gelar | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Peringkat pribadi terbaik | Jalan cepat 20 km: 1 jam 28 menit 53 detik (PON 2016) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Rekam medali
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Hendro[1][2] (lahir 24 Oktober 1990), lebih dikenal dengan nama Hendro Yap, dengan nama lahir Yap Kim Lung adalah seorang atlet jalan cepat Indonesia kelahiran Medan, Sumatera Utara.[3] Dalam Pekan Olahraga Nasional, Hendro bertanding mewakili Provinsi Jawa Barat.[4]
Hendro lahir di Medan, Sumatera Utara tanggal 24 Oktober 1990 sebagai anak kedua dari lima bersaudara dari pasangan Yap Soen Peng dan Melati.[3]
Hendro langsung masuk Sekolah Dasar tanpa melalui Taman Kanak-Kanak karena keterbatasan ekonomi orang tuanya. Setelah bersekolah di Medan hingga kelas 3 SD, Hendro pindah ke Cileungsi saat kelas 4 SD, dan kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Cileungsi. Saat kelas 3 SMP tahun 2004, Hendro diminta orang tuanya untuk tidak lagi melanjutkan sekolah karena masalah ekonomi. Atas petunjuk gurunya, Anang Suryana, Hendro diminta ikut olahraga jalan cepat agar bisa masuk Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) yang menyediakan pendidikan, latihan, dan makanan gratis. Untuk bisa masuk PPLP, calon pelajar harus lebih dulu berprestasi di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).[5]
Hendro kemudian ikut Popnas di Medan yang sekaligus menjadi seleksi PPLP dengan finis peringkat keempat dan berhasil masuk PPLP.[6] Pada tahun 2009, Hendro melanjutkan studinya di jurusan pelatihan olahraga Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung melalui beasiswa dari Pusat Pembinaan dan Latihan Mahasiswa (PPLM).[4]
Hendro pertama kali mengikuti ajang Pekan Olahraga Nasional pada PON 2008 di Kalimantan Timur dengan finis di peringkat keempat dalam nomor jalan cepat 20 km. Kemudian pada PON 2012 di Riau, Hendro berhasil meraih medali perak dalam nomor jalan cepat 10 km dan medali emas dalam nomor jalan cepat 20 km. Pada PON 2016 di Jawa Barat, dia berhasil menyabet medali emas nomor 10 km.[4]
Pada PON 2016 ini juga, Hendro sekaligus berhasil mempertahankan medali emas pada nomor jalan cepat 20 km sekaligus memecahkan rekor PON dengan catatan waktu tercepat 1 jam 28 menit 53 detik.[7]
Supremasi emas Hendro di nomor jalan cepat 20 km berlanjut pada PON 2021 di Papua yang berhasil finis dengan catatan waktu 1 jam 35 menit dan 38 detik.[8]
Hendro kembali menunjukkan dominasinya di PON 2024 Aceh-Sumatera Utara 2024 dengan sukses mempertahankan medali emas di nomor jalan cepat 20 kilometer putra, mengukuhkan dirinya sebagai raja di nomor ini, dengan catatan waktu 1 jam 35 menit 50 detik.[9]
Pada saat melanjutkan kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Hendro dipanggil masuk pemusatan latihan nasional menjelang SEA Games 2011. Kurang sepuluh hari menjelang pertandingan, Hendro terkena cacar, tetapi dia tetap tampil dan meraih medali perak dalam nomor jalan cepat 20 kilometer. Dalam tiga edisi SEA Games berikutnya yakni 2013, 2015, dan 2017, Hendro berhasil meraih medali emas.[6][10]
Pada nomor 20 km jalan cepat putra SEA Games 2017, selain sukses meraih medali emas dengan catatan waktu 1 jam 32 menit dan 11 detik, Hendro sekaligus berhasil memecahkan rekor SEA Games yang sudah berumur 18 tahun atas nama Harbans Singh Narinde asal Malaysia yang mencatatkan waktu 1 jam 33 menit 47 detik pada SEA Games 1999 di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.[11]
Pada SEA Games 2019 di Filipina, Hendro berhasil mempertahankan supremasinya dengan meraih medali emas. Namun, rentetan emas tersebut sempat terhenti pada SEA Games 2021 yang digelar tahun 2022 di Vietnam, Hendro harus puas dengan medali perak. Pada SEA Games 2023 Kamboja, Hendro bangkit lagi dengan merebut medali emas dan mengulang prestasi serupa di SEA Games 2025 Thailand.[10]