Hari sinodik adalah periode yang diperlukan suatu benda langit untuk berputar satu kali terhadap bintang yang sedang diorbitinya, dan menjadi dasar bagi waktu matahari.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Hari sinodik (atau periode rotasi sinodik atau hari matahari) adalah periode yang diperlukan suatu benda langit untuk berputar satu kali terhadap bintang yang sedang diorbitinya, dan menjadi dasar bagi waktu matahari.
Hari sinodik dibedakan dari hari sideris, yaitu satu kali rotasi penuh terhadap bintang-bintang jauh[1] dan menjadi dasar bagi waktu sideris.
Dalam kasus planet yang mengalami penguncian pasang surut, sisi yang sama selalu menghadap bintang induknya, sehingga hari sinodiknya bernilai tak terhingga. Namun, hari siderisnya sama dengan periode orbitnya.