Dalam kimia kuantum dan fisika molekuler, pendekatan Born–Oppenheimer (BO) adalah pendekatan matematika paling terkenal dalam dinamika molekuler. Secara khusus, pendekatan ini mengasumsikan bahwa fungsi gelombang inti atom dan elektron pada molekul dapat diperlakukan secara terpisah, merunut pada fakta bahwa inti jauh lebih berat daripada elektron. Karena massa relatif inti yang lebih besar jika dibandingkan dengan elektron, koordinat inti dalam suatu sistem diperkirakan bersifat tetap, sedangkan koordinat elektron bersifat dinamis. Pendekatan ini dinamai berdasarkan Max Born dan mahasiswa pascasarjananya yang berusia 23 tahun, J. Robert Oppenheimer, yang memecahkannya pada tahun 1927 saat periode gejolak yang intens dalam pengembangan mekanika kuantum.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Dalam kimia kuantum dan fisika molekuler, pendekatan Born–Oppenheimer (BO) adalah pendekatan matematika paling terkenal dalam dinamika molekuler. Secara khusus, pendekatan ini mengasumsikan bahwa fungsi gelombang inti atom dan elektron pada molekul dapat diperlakukan secara terpisah, merunut pada fakta bahwa inti jauh lebih berat daripada elektron. Karena massa relatif inti yang lebih besar jika dibandingkan dengan elektron, koordinat inti dalam suatu sistem diperkirakan bersifat tetap, sedangkan koordinat elektron bersifat dinamis. Pendekatan ini dinamai berdasarkan Max Born dan mahasiswa pascasarjananya yang berusia 23 tahun, J. Robert Oppenheimer, yang memecahkannya pada tahun 1927 saat periode gejolak yang intens dalam pengembangan mekanika kuantum.