Katedral Hati Tersuci Maria, Manado adalah sebuah gereja katedral Katolik yang berlokasi di Kota Manado, Sulawesi Utara, Indonesia. Gereja ini merupakan gereja induk dari Keuskupan Manado dan menjadi tempat kedudukan resmi Uskup Manado. Secara administratif Katedral Manado terletak di Kelurahan Wenang Utara, Kecamatan Wenang. Katedral ini didedikasikan kepada Hati Tersuci Maria, suatu gelar devosional dalam tradisi Gereja Katolik yang merujuk pada hati Bunda Maria.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Katedral Manado | |
|---|---|
| Gereja Katedral Hati Tersuci Maria, Manado | |
Katedral Manado pada tahun 2010 | |
Koordinat: 1°29′0.02814″N 124°50′13.32107″E / 1.4833411500°N 124.8370336306°E / 1.4833411500; 124.8370336306Lihat peta diperbesar Koordinat: 1°29′0.02814″N 124°50′13.32107″E / 1.4833411500°N 124.8370336306°E / 1.4833411500; 124.8370336306Lihat peta diperkecil | |
| Informasi umum | |
| Lokasi | Jalan Sam Ratulangi Nomor 55, Wenang Utara, Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara |
| Negara | Indonesia |
| Denominasi | Gereja Katolik Roma |
| Sejarah | |
| Didirikan | 1932 |
| Dedikasi | Hati Tersuci Maria |
| Arsitektur | |
| Status | Katedral |
| Status fungsional | Aktif |
| Tipe arsitektur | Romanesque |
| Administrasi | |
| Paroki | Katedral |
| Dekenat | Manado |
| Keuskupan | Manado |
| Klerus | |
| Imam kepala | R.D. Fecky Evendy Singal |
| Imam rekan | R.P. Paulus Laurentius Pitoy, M.S.C. |
Katedral Hati Tersuci Maria, Manado adalah sebuah gereja katedral Katolik yang berlokasi di Kota Manado, Sulawesi Utara, Indonesia. Gereja ini merupakan gereja induk dari Keuskupan Manado dan menjadi tempat kedudukan resmi Uskup Manado. Secara administratif Katedral Manado terletak di Kelurahan Wenang Utara, Kecamatan Wenang. Katedral ini didedikasikan kepada Hati Tersuci Maria, suatu gelar devosional dalam tradisi Gereja Katolik yang merujuk pada hati Bunda Maria.
Gereja Hati Tersuci Maria di Manado pertama kali dibangun pada tahun 1932. Gereja ini ditahbiskan pada Mei 1933 dengan nama awal Gereja Katolik Manado. Bangunan tersebut berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi dan sejak awal menjadi pusat kehidupan umat Katolik di kota Manado.[1]
Pada 3 Januari 1961, Paus Yohanes XXIII menerbitkan konstitusi apostolik Quod Christus Adorandus mengenai pendirian hierarki Gereja Katolik di Indonesia. Pada 2 Februari, Vikaris Apostolik Manado Nicolaas Verhoeven, M.S.C. menerima kabar dari Duta Besar Vatikan di Jakarta bahwa ia diangkat menjadi Uskup Manado. Peningkatan Manado dari Vikariat Apostolik menjadi Keuskupan, membawa perubahan status Gereja Hati Tersuci Maria menjadi Katedral. Perubahan status tersebut menegaskan status gereja ini sebagai induk dari Keuskupan Manado.[1]
Pertumbuhan umat Katolik di Kota Manado yang terus meningkat, menyebabkan bangunan gereja lama menjadi tidak memadai, baik karena usia bangunan yang sudah tua maupun keterbatasan kapasitas. Sebagai tanggapan atas kondisi tersebut, umat Katolik Kota Manado membentuk panitia pembangunan gereja baru yang diketuai oleh Marietha Kuntag.[2]
Pembangunan gedung Gereja Hati Tersuci Maria yang baru dimulai pada awal Juni 2003 di atas lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi untuk menggantikan bangunan lama.[2]
Perencanaan desain bangunan dipercayakan kepada arsitek Sandy Pardi, sedangkan pelaksanaan pembangunan ditangani oleh kontraktor Wengky Limando.[2] Proses pembangunan berlangsung sekitar tujuh tahun. Sejak awal tahun 2009 hingga selesai, pembangunan ditangani oleh Pastor Paroki R.D. Herman Umbas, bersama Dewan Paroki.[2] Gedung gereja kemudian diresmikan pada 10 April 2010, bertepatan dengan hari ulang tahun ke-70 Uskup Manado Joseph Theodorus Suwatan, M.S.C.[1] Peresmian dilakukan oleh Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Leopoldo Girelli.[1]
Gereja Katedral Hati Tersuci Maria Manado memiliki gaya arsitekturnya yang merupakan perpaduan tiga tradisi besar arsitektur gerejawi dunia, yakni Arsitektur Bizantium, Romanesque, dan Arsitektur Gotik.[3] Hal ini membuat arsitektur gereja ini dapat disebut sebagai langgam eklektik. Langgam Gotik menjadi unsur dominan dan dipandang sebagai puncak arsitektur Gereja Katolik. Arsitektur Gothik mengusung filosofi "istana surga", yaitu bangunan gereja dibuat megah dan menjulang tinggi ke langit sebagai ungkapan syukur umat kepada Allah Bapa di Surga.[1]
Karakter vertikal bangunan terlihat pada bentuk yang menjulang tinggi. Pintu utama gereja dirancang monumental dengan tinggi sekitar 4,7 meter dan lebar 3,3 meter serta menggunakan material granit. Salah satu ciri khas gereja ini adalah keberadaan kubah yang menyerupai gereja-gereja di Roma.[2] Pengaruh Bizantium terlihat pada penggunaan bukaan jendela yang lebar sehingga interior terasa terang dan luas. Ciri Romanesque tampak pada sistem kolom yang diekspos dan tidak menyatu dengan dinding. Kolom-kolom tersebut juga memiliki ornamen yang menunjukkan pengaruh gaya Bizantium. Unsur Gotik terlihat pada penggunaan kaca patri berukuran besar, termasuk bentuk kaca mawar sebagai simbol cahaya yang masuk ke dalam ruang ibadah. Bentuk atap gereja memadukan karakter kubah khas Bizantium dan elemen runcing yang dikaitkan dengan gaya Romanesque.
Perayaan Ekaristi di Gereja Katedral Hati Tersuci Maria Manado diselenggarakan secara rutin setiap hari. Pada hari Minggu, Misa dirayakan sebanyak lima kali (06.00, 08.30, 11.00, 17.00, dan 19.00 WITA). Misa harian pada hari Senin hingga Jumat dilaksanakan dua kali (05.30 dan 18.00), di mana perayaan sore hari dilanjutkan dengan penerimaan Sakramen Tobat. Pada hari Sabtu, Misa pagi dilaksanakan satu kali (05.30 WITA). Selain itu, Misa Jumat Pertama dilaksanakan pada setiap awal bulan (18.00 WITA).