Pada tanggal 30 Juli 2025, Gempa bumi Megathrust dengan magnitudo 8,8 melanda Krai Kamchatka, di Semenanjung Kamchatka, Rusia, berpusat 119 km (74 mi) timur tenggara Petropavlovsk-Kamchatsky. Gempa ini merupakan salah satu gempa bumi terkuat yang pernah tercatat sejak Gempa bumi Tōhoku 2011. Gempa ini setara dengan Gempa bumi Ekuador–Kolombia 1906 dan Gempa bumi Chili 2010 sebagai gempa terbesar ke-enam yang terjadi sejak pencatatan seismograf dimulai. Gempa bumi dan tsunami yang disertai menyebabkan kerusakan sedang dan beberapa korban luka di Krai Kamchatka, Sakhalin Oblast. Gempa bumi tersebut menyebabkan tsunami dikawasan Pasifik, tetapi tsunami yang terjadi relatif lemah, dengan gelombang sekitar 1 meter atau kurang di sebagian besar tempat. Namun, gelombang tsunami lokal setinggi 33,1 m tercatat di lembah sungai sempit dan curam dekat Teluk Vestnik. Satu korban jiwa tidak langsung dan 21 luka-luka dikaitkan dengan evakuasi terkait tsunami di Jepang.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

USGS ShakeMap | |
| Waktu UTC | 2025-07-29 23:24:50 |
|---|---|
| ISC | 643826916 |
| USGS-ANSS | ComCat |
| Tanggal setempat | 30 Juli 2025 (2025-07-30) |
| Waktu setempat | 11:24:50 PETT (UTC+12) |
| Lama | 4 menit, 20 detik |
| Magnitudo | Mw 8.8 |
| Kedalaman | 35 km (22 mi) |
| Episentrum | 52°28′23″N 160°23′46″E / 52.473°N 160.396°E / 52.473; 160.396[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Gempa_bumi_Kamchatka_2025¶ms=52.473_N_160.396_E_region:RU_type:event <span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">52°28′23″N</span> <span class=\"longitude\">160°23′46″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\"> / </span><span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">52.473°N 160.396°E</span><span style=\"display:none\"> / <span class=\"geo\">52.473; 160.396</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwBQ\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt6\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwBg\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwBw\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Gempa_bumi_Kamchatka_2025&params=52.473_N_160.396_E_region:RU_type:event\" class=\"external text\" id=\"mwCA\"><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwCQ\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwCg\"><span class=\"latitude\" id=\"mwCw\">52°28′23″N</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwDA\">160°23′46″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwDQ\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwDg\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwDw\"></span></span><span class=\"geo-default\" id=\"mwEA\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwEQ\">52.473°N 160.396°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwEg\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEw\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwFA\">52.473; 160.396</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwFQ\"/></span>"}' id="mwFg"/> |
| Sesar | Palung Kuril–Kamchatka |
| Jenis | Megathrust |
| Wilayah bencana | Semenanjung Kamchatka, Kepulauan Kuril, Rusia |
| Intensitas maks. | MMI IX (Hebat) |
| Tsunami | 33,1 m (109 ft)[1] |
| Gempa awal | 348 >Mw 4.0,[2] termasuk Mw 7.4 pada 20/07/2025 |
| Gempa susulan | Mw 7.8 (terkuat) pada 18 September, total 2.909+ Mw 4.0[3] |
| Korban | 1 tewas, 25 luka-luka (tidak langsung) |
Pada tanggal 30 Juli 2025, Gempa bumi Megathrust dengan magnitudo 8,8 melanda Krai Kamchatka, di Semenanjung Kamchatka, Rusia, berpusat 119 km (74 mi) timur tenggara Petropavlovsk-Kamchatsky.[4] Gempa ini merupakan salah satu gempa bumi terkuat yang pernah tercatat sejak Gempa bumi Tōhoku 2011.[5] Gempa ini setara dengan Gempa bumi Ekuador–Kolombia 1906 dan Gempa bumi Chili 2010 sebagai gempa terbesar ke-enam yang terjadi sejak pencatatan seismograf dimulai.[6] Gempa bumi dan tsunami yang disertai menyebabkan kerusakan sedang dan beberapa korban luka di Krai Kamchatka, Sakhalin Oblast. Gempa bumi tersebut menyebabkan tsunami dikawasan Pasifik, tetapi tsunami yang terjadi relatif lemah, dengan gelombang sekitar 1 meter atau kurang di sebagian besar tempat.[7] Namun, gelombang tsunami lokal setinggi 33,1 m (109 kaki) tercatat di lembah sungai sempit dan curam dekat Teluk Vestnik. Satu korban jiwa tidak langsung dan 21 luka-luka dikaitkan dengan evakuasi terkait tsunami di Jepang.

Gempa bumi terjadi di lepas pantai timur Semenanjung Kamchatka, yang membentang sejajar dengan Palung Kuril–Kamchatka, area tempat lempeng Pasifik dan lempeng Laut Okhotsk bertemu. Karena lebih tua dan karenanya lebih padat, lempeng Pasifik menunjam di bawah Semenanjung Kamchatka, yang terletak di Lempeng Laut Okhotsk. Kedua lempeng ini bertemu di sepanjang batas konvergen, yang ditandai oleh palung. Perkiraan laju konvergensi antara kedua lempeng ini bervariasi antara 76 hingga 90 mm (3,0 hingga 3,5 in) per tahun.
Gempa bumi besar di zona subduksi telah tercatat sebelumnya. Gempa bumi terbesar sebelumnya adalah Gempa bumi Severo-Kurilsk 1952 yang berkekuatan Mw 8,8–9,0 dan memiliki episentrum 45 km (28 mil) di tenggara gempa bumi tahun 2025.[8] Peristiwa ini menyebabkan tsunami besar dan merusak di sepanjang pantai Kamchatka. Gempa ini telah memecah bagian zona subduksi sepanjang 700 km (430 mil) kali 150–200 km (93–124 mil) dari Tanjung Shipunskii di utara hingga Onekotan di selatan. Tidak seperti kebanyakan gempa bumi subduksi besar, pergerakan sesar terbesar dalam peristiwa 1952 terjadi pada kedalaman yang lebih dalam, alih-alih lebih dekat ke palung. Pergerakan pada sesar disimpulkan sedalam 40 km (25 mil) dan mungkin 60–80 km (37–50 mil). Sedikit pergeseran terjadi di palung, membuatnya terkunci dan mengumpulkan energi elastis yang tidak dilepaskan.[9]
Gempa bumi yang lebih besar terjadi pada tahun 1737 dan diperkirakan berkekuatan 9,3. Gempa bumi ini menghasilkan tsunami setinggi 63 m (207 kaki) menurut catatan tertulis para pelancong dan pengamatan endapan tsunami.[10] Pada tahun 1841, gempa bumi lain dengan perkiraan berkekuatan 9,0 menghasilkan tsunami besar yang juga tercatat di Hawaii.[11]

Gempa utama terjadi pada 29 Juli pukul 23:24:50 UTC dengan magnitudo 8,8 Mw. Episentrumnya berada di lepas pantai Pasifik Semenanjung Kamchatka, sekitar 136 km (85 mil) timur-tenggara Petropavlovsk-Kamchatsky, sementara hiposentrumnya berada pada kedalaman 35 km (22,0 mil). Institut Geofisika dan Vulkanologi Nasional melaporkan magnitudo 8,4 Mw dan kedalaman 2 km (1,2 mil), sementara Geoscience Australia mencatat magnitudo 8,6 Mww.[12] Gempa pendahuluan berkekuatan 7,4 Mww terjadi pada 20 Juli, sekitar 60 km (37 mil) di barat daya dari peristiwa 29 Juli. Gempa susulan berkekuatan 6.9 Mw terjadi pada pukul 23:48 UTC.[13] Gempa susulan dengan magnitudo 7.4 Mw terjadi pada 13 September, pukul 02:37 UTC.[14] Gempa susulan terbesar dengan magnitudo 7.8 Mw terjadi pada 18 September pukul 18:58 UTC.[15]
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengatakan gempa bumi terjadi sebagai akibat dari patahan terbalik dangkal pada antarmuka zona subduksi. Mereka memperkirakan area di mana pergerakan terjadi pada antarmuka menjadi 390 km (240 mil) kali 140 km (87 mil). Model patahan terbatas yang dirilis oleh USGS memperkirakan patahan 700 km (430 mil) x 220 km (140 mil), dengan slip maksimum 8,69 m (28,5 kaki). Patahan itu diyakini terjadi di celah seismik antara patahan Kamchatka 1923 dan peristiwa Severo-Kurilsk 1952.
Observatorium GEOSCOPE memperkirakan bahwa gempa bumi itu terjadi pada zona subduksi selama lebih dari 180 detik.[16] Model patahan terbatas yang dirilis oleh USGS menunjukkan pergeseran pada bagian zona subduksi sepanjang sekitar 600 km (370 mi) x 200 km (120 mi). Sebagian besar patahan meluas hingga 500 km (310 mi) ke arah barat daya di sepanjang zona subduksi dari episentrum hingga Kepulauan Kuril. Sebagian besar pergeseran terjadi di dekat palung dan barat daya episentrum dalam bidang elips dengan pergeseran sepanjang 7–8 m (23–26 ft) dan puncaknya pada 8,5969 m (28,205 ft).
| 10 Gempa bumi terkuat sejak 1900 | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| No. | Lokasi | Tahun | Mw | Artikel | |
| 1 | 1960 | 9.5[17] | Gempa bumi Valdivia 1960 | ||
| 2 | 1964 | 9.2 | Gempa bumi Alaska 1964 | ||
| 3 | 2004 | 9.1–9.3 | Gempa bumi Samudra Hindia 2004 | ||
| 4 | 2011 | 9.0 | Gempa bumi Tōhoku 2011 | ||
| 5 | 1952 | 9.0 | Gempa bumi Severo-Kurilsk 1952 | ||
| 6 | 2025 | 8.8 | Gempa bumi Kamchatka 2025 | ||
| 7 | 2010 | 8.8 | Gempa bumi Chili 2010 | ||
| 8 | 1906 | 8.8 | Gempa bumi Ekuador-Kolombia 1906 | ||
| 9 | 2005 | 8.7 | Gempa bumi Sumatra 2005 | ||
| 10 | 1950 | 8.7 | Gempa bumi Assam-Tibet 1950 | ||
| Sumber: USGS[18] | |||||
Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan tsunami untuk pesisir tiga pulau Jepang; Hokkaido, Honshu, dan Kyushu. Badan tersebut mengatakan gelombang setinggi 3 meter diperkirakan akan mencapai pantai.[19][20] Pusat Peringatan Dini Tsunami Pasifik memperingatkan "gelombang tsunami berbahaya" di sepanjang pantai Rusia dan Jepang, Peringatan tsunami dikeluarkan untuk beberapa wilayah di Alaska dan Hawaii sementara Guam berada dalam status siaga.[21]
Peringatan tsunami dikeluarkan untuk Filipina, yang memperkirakan gelombang di bawah 1 m (3 kaki 3 inci).[22] Peringatan tsunami juga dikeluarkan oleh Badan Manajemen Darurat Nasional untuk "arus kuat dan gelombang tak terduga" di sekitar seluruh pantai Selandia Baru.[23]
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia mengeluarkan peringatan tsunami untuk sebagian wilayah Papua, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Gorontalo.[24]
Seluruh wilayah Pantai Barat AS ditetapkan dalam peringatan tsunami, dan evakuasi segera diperintahkan untuk sebagian besar wilayah Oʻahu di Hawaii oleh Departemen Manajemen Darurat Honolulu, termasuk ibu kotanya sendiri. Peringatan juga dikeluarkan dari Cape Mendocino, California, hingga perbatasan dengan Oregon, begitu pula sebagian wilayah Kepulauan Aleut di Alaska.[25] Pusat Peringatan Tsunami Pasifik juga mengeluarkan peringatan tsunami untuk British Columbia dan garis pantai Pasifik.[26]

Angkatan Laut Meksiko memperingatkan adanya arus kuat di pelabuhan-pelabuhan di sepanjang pantai Pasifik, dari Baja California hingga Chiapas. Pemerintah juga mengimbau warga untuk menjauhi pantai.[27]
Peringatan tsunami juga dikeluarkan di Chili, Kolombia, Kosta Rika, Peru, dan Kepulauan Galapagos di Ekuador.[28]
Gelombang tsunami setinggi 17 meter (56 kaki) teramati di sepanjang pantai timur Kamchatka. Di Shumshu, tsunami membanjiri hingga 650 m (2.130 kaki) ke daratan dengan gelombang setinggi 6 m (20 kaki) dan mencapai tinggi maksimum 19 m (62 kaki).[29] dengan gelombang setinggi 5 m (16 kaki) yang menghantam Severo-Kurilsk di Kepulauan Kuril di dekatnya.[30] Seorang ilmuwan tsunami Amerika memperkirakan bahwa gelombang setinggi hingga 43 m (141 kaki) mungkin telah menghantam daerah-daerah yang jarang penduduknya di Kamchatka. Percikan gelombang terisolasi setinggi 33,1 m (109 kaki) tercatat di lembah sungai sempit di selatan Teluk Vestnik.[31]
Tsunami setinggi 1,1 kaki (0,34 m) dilaporkan melanda Nemuro, Hokkaido, Jepang, sementara di Nikolskoye, Kamchatka Krai, Rusia, gelombang setinggi 0,2 kaki (6,1 cm).[32] Gelombang setinggi 60 cm (24 inci) melanda Kuji, Iwate. Gelombang setinggi 50 cm (20 inci) terpantau di Pelabuhan Ishinomaki di Prefektur Miyagi, sementara gelombang setinggi 40 cm (16 inci) dilaporkan terjadi di Ōarai, Ibaraki. Gelombang setinggi 30 cm (12 inci) dilaporkan terjadi di Pelabuhan Yokohama, Hamanaka dan Kushiro di Hokkaido, serta Ōfunato dan Kamaishi, Iwate.[33][34]
Tsunami setinggi 1 m (3,3 kaki) melanda Atol Midway pada pukul 17:00 SST.[35] Kahului, Hawaii, dilanda gelombang tsunami setinggi 1,74 m (5,7 kaki), sementara di Hilo, Hawaii tsunami mencapai ketinggian 1,49 m (4,9 kaki).[36] Kota Haleʻiwa dilanda gelombang setinggi 1,21 m (4,0 kaki) pada pukul 19:48 HST. Pengukur kota mencatat amplitudo 4 kaki (1,2 m) relatif terhadap permukaan laut normal pada dampak pertama tsunami di daerah tersebut. Ketinggian air yang mencapai 1,4 kaki (0,43 m) di atas permukaan air pasang diamati di Kepulauan Aleut. Gelombang dengan ketinggian lebih dari 60 cm (2,0 kaki) telah diamati di berbagai lokasi di California.
Di Indonesia, tsunami setinggi 0,5 m (7.9 inci) terpantau di Sarmi, Papua, sementara di Kota Jayapura, gelombang setinggi 0,8 m (2 kaki 7 inci) teramati, kemudian gelombang setinggi 0,2 m (7.8 inci) diamati di Kota Sorong, dan Sausapor, Papua Barat Daya, lalu gelombang setinggi 0,21 m (8.3 inci) terpantau di Kota Bitung, Sulawesi Utara, gelombang setinggi 0,08 m (3,1 inci) juga terjadi di Kabupaten Pulau Morotai, dan di Kabupaten Kepulauan Talaud dengan ketinggian gelombang 0,05 m (1,9 inci).[37][38][39]
Setidaknya empat orang luka ringan di Kamchatka, saat mengevakuasi gedung. Cedera dilaporkan terjadi pada orang-orang yang keluar dari gedung, termasuk seorang pasien rumah sakit yang terluka setelah melompat dari atas jendela.[40] Kerusakan infrastruktur, termasuk gedung taman kanak-kanak, dilaporkan terjadi di Petropavlovsk-Kamchatsky.[41] Bandar Udara Elizovo mengalami kerusakan parah, dengan langit-langit terminalnya runtuh, melukai seorang wanita.[42]
Gelombang tsunami setinggi 3–4 m (9,8–13,1 kaki) terpantau di sepanjang pantai timur Kamchatka. Pelabuhan Severo-Kurilsk, yang terletak di Kepulauan Kuril, terendam banjir, dan bangunan-bangunan tersapu. Kota ini sebelumnya pernah mengalami tsunami dahsyat pada tahun 1952, yang mendorong para pejabat untuk membangunnya kembali di dataran yang lebih tinggi, sehingga hanya pelabuhannya yang terdampak.[43]
Di kota Severo-Kurilsk, yang terletak di Kepulauan Kuril, gempa bumi merobohkan lebih dari 90 persen cerobong asap.[44] Pelabuhan kota tersebut kemudian terendam tsunami, dengan bangunan-bangunan tersapu termasuk pabrik pengolahan ikan.[45] Keadaan darurat kemudian diumumkan di Distrik Severo-Kurilsky.[46] Sekitar 2.700 orang dievakuasi. Jaringan listrik di Sakhalin rusak akibat gempa bumi, menyebabkan pemadaman listrik.[47]
Formasi batuan Tri Brata, yang terdaftar sebagai Warisan Alam IUCN III, terletak di pintu masuk Teluk Avachinsky, Rusia, dilaporkan runtuh akibat gempa bumi.[48]
Di Jepang, 21 orang terluka atau menderita penyakit akibat panas selama evakuasi, termasuk 14 orang di Hokkaido dan 1 orang di Miyazaki.[49][50] Di Kumano, Prefektur Mie, seorang wanita berusia 58 tahun meninggal setelah ia secara tidak sengaja terjatuh dari tebing saat mengendarai mobil ketika evakuasi dari tsunami.[51][52]
Gunung Klyuchevskaya Sopka, sebuah gunung berapi di semenanjung Kamchatka, mulai meletus pada 30 Juli tak lama setelah gempa bumi.[a][54] Meskipun letusan tersebut tidak secara langsung disebabkan oleh gempa bumi, dan aktivitas di gunung berapi tersebut telah diamati selama beberapa hari sebelumnya.[55][56] Pada tanggal 3 Agustus, Krasheninnikov, gunung berapi lainnya, menghasilkan gumpalan letusan sepanjang 6 km (3,7 mil). Letusan tersebut adalah letusan pertama sejak 600 tahun terakhir saat pengamatan manusia dimulai.[57][58]