Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Alga merah

Alga merah atau Rhodophyta adalah salah satu filum dari alga berdasarkan zat warna atau pigmentasinya. Warna merah pada alga ini disebabkan oleh pigmen fikoeritrin dalam jumlah banyak dibandingkan pigmen klorofil, karoten, dan xantofil. Alga ini pada umumnya bersel banyak (multiseluler) dan makroskopis. Panjangnya antara 10 cm sampai 1 meter dan berbentuk berkas atau lembaran (filamen) dengan dinding sel yang terdiri atas selulosa dan melekat pada sel pemegang.

Wikipedia article
Diperbarui 10 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Alga merah

Alga merah
Rentang waktu: Mesoproterozoikum–sekarang[1]
Fa.
Proterozoikum
Arkaikum
Had.
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Domain: Eukaryota
Klad: Diaphoretickes
Klad: CAM
Klad: Archaeplastida
Divisi: Rhodophyta
Wettstein, 1922
kemungkinan kelas
  • Florideophyceae
  • Bangiophyceae
  • Cyanidiophyceae
Artikel takson sembarang

Alga merah atau Rhodophyta (dari Bahasa Yunani Kuno: ῥόδον rhodon, "mawar" and φυτόν phyton, "tumbuhan") adalah salah satu filum dari alga berdasarkan zat warna atau pigmentasinya.[2] Warna merah pada alga ini disebabkan oleh pigmen fikoeritrin dalam jumlah banyak dibandingkan pigmen klorofil, karoten, dan xantofil.[3] Alga ini pada umumnya bersel banyak (multiseluler) dan makroskopis. Panjangnya antara 10 cm sampai 1 meter dan berbentuk berkas atau lembaran (filamen) dengan dinding sel yang terdiri atas selulosa dan melekat pada sel pemegang (hold fast cell).[4]

Beberapa alga merah memiliki nilai ekonomi sebagai bahan makanan (sebagai pelengkap minuman penyegar ataupun sebagai bahan baku agar-agar). Alga merah sebagai bahan makanan memiliki kandungan serat lunak yang baik bagi kesehatan usus. Protein yang terkandung dalam alga merah sekitar 10-47% dari berat keringnya.

Habitat

Sebagian besar alga merah hidup di laut, banyak terdapat di laut tropika. Sebagian kecil hidup di air tawar yang dingin dengan aliran deras dan banyak oksigen. Selain itu ada pula yang hidup di air payau. Mereka juga mampu bertahan di kedalaman laut yang paling dalam, dibandingkan dengan beberapa spesies alga lainnya.[5] Alga merah yang banyak ditemukan di laut dalam adalah Gelidium dan Gracilaria, sedang Euchema spinosum menyukai laut dangkal. Umumnya warna pada alga merah berbeda-beda bergantung dari tingkat kedalaman laut. Alga merah akan berwarna hitam jika berada di laut dalam, berwarna merah terang di laut yang tidak terlalu dalam, dan berwarna hijau di perairan dangkal.[6]

Perkembangbiakan

Perkembangbiakan algae merah yaitu secara vegetatif dan generatif.

  • Perkembangbiakan vegetatif ganggang merah berlangsung dengan pembentukan spora haploid yang dihasilkan oleh sporangium atau talus ganggang yang diploid. Spora ini selanjutnya tumbuh menjadi ganggang jantan atau betina yang sel-selnya haploid.
  • Perkembangbiakan generatif ganggang merah dengan oogami, pembuahan sel kelamin betina (ovum) oleh sel kelamin jantan (spermatium). Alat perkembangbiakan jantan disebut spermatogonium yang menghasilkan spermatium yang tak berflagel. Sedangkan alat kelamin betina disebut karpogonium, yang menghasilkan ovum. Hasil pembuahan sel ovum oleh spermatium adalah zigot yang diploid. Selanjutnya, zigot itu akan tumbuh menjadi ganggang baru yang menghasilkan aplanospora dengan pembelahan meiosis. Spora haploid akan tumbuh menjadi ganggang penghasil gamet. Jadi pada ganggang merah terjadi pergiliran keturunan antara sporofit dan gametofit.

Manfaat

Alga merah dapat menyediakan makanan dalam jumlah banyak bagi ikan dan hewan lain yang hidup di laut. Jenis ini juga menjadi bahan makanan bagi manusia misalnya Chondrus crispus (lumut irlandia) dan beberapa genus Porphyra. Chondrus crispus dan Gigortina mamilosa menghasilkan karagen yang dimanfaatkan untuk penyamak kulit, bahan pembuat krem, dan obat pencuci rambut. Alga merah lain seperti Gracilaria lichenoides, Euchema spinosum, Gelidium dan Agardhiella dibudidayakan karena menghasilkan bahan serupa gelatin yang dikenal sebagai agar-agar.[7] Gel ini digunakan oleh para peneliti sebagai medium biakan bakteri dan fase padat pada elektroforesis gel, untuk pengental dalam banyak makanan, perekat tekstil, sebagai obat pencahar (laksatif), atau sebagai makanan penutup.

Referensi

  1. ↑ N. J. Butterfield (2000). "Bangiomorpha pubescens n. gen., n. sp.: implications for the evolution of sex, multicellularity, and the Mesoproterozoic/Neoproterozoic radiation of eukaryotes". Paleobiology. 26 (3): 386–404. doi:10.1666/0094-8373(2000)026<0386:BPNGNS>2.0.CO;2. ISSN 0094-8373.
  2. ↑ "Red algae Definition and Examples - Biology Online Dictionary". Biology Articles, Tutorials & Dictionary Online (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-11-30.
  3. ↑ Fictor 2009, hlm. 47.
  4. ↑ Karmana 2009, hlm. 86.
  5. ↑ M. S., Resource Administration and Management; B. S., Natural Resources. "Red Algae Are Plant-Like Organisms, but They're Not Plants". ThoughtCo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-11-30.
  6. ↑ Karmana 2007, hlm. 84.
  7. ↑ "Red algae | protist". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-11-30.

Daftar pustaka

  • Karmana, Oman (2008). Biologi. Bandung: PT Grafindo Media Pratama. ISBN 9789797585808. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Fictor, Ferdinand (2009). Praktis Belajar Biologi. Bandung: PT Grafindo Media Pratama. ISBN 9789799177650. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Karmana, Oman (2007). Cerdas Belajar Biologi. Bandung: PT Grafindo Media Pratama. ISBN 9789797584429. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • l
  • b
  • s
Klasifikasi Eukariota
Domain
Arkea
Bakteria
Eukaryota
(Kerajaan
Tumbuhan
Hacrobia
Heterokontophyta
Alveolata
Rhizaria
Excavata
Amoebozoa
Hewan
Fungi)
Amorphea
Amoebozoa
  • Discosea
  • Tubulinea
  • Eumycetozoa
  • Variosea
  • Archamoebea
  • Cutosea
   Obazoa   
  • Apusomonadida
  • Breviatea
Opisthokonta
Holomycota
  • Rotosphaerida
  • Fungi¹
   Holozoa   
  • Tunicaraptor
  • †Bicellum
  • Ichthyosporea
  • Pluriformea
Filozoa
  • Filasterea
Choanozoa
  • Choanoflagellata
  • Animalia¹
Diaphoretickes
  • Provora
Haptista
  • Centroplasthelida
  • Haptophyta
    TSAR    
  • Telonemia
     SAR     
Rhizaria
  • Cercozoa
  • Endomyxa
  • Foraminifera
  • Radiolaria
Alveolata
  • Colponemida*
  • Ciliophora
Myzozoa
  • Apicomplexa
  • Colpodellida
  • Dinoflagellata
  • Perkinsozoa
Stramenopila
  • Platysulcus
Bigyra
  • Bicosoecida
  • Placidozoa
  • Sagenista
Gyrista
  • Developea
  • Pirsoniales
  • Hyphochytriomycetes
  • Ochrophyta
  • Oomycetes
  • Actinophryida
     CAM     
Pan-Cryptista
  • Microheliella
Cryptista
  • Palpitomonas
  • Katablepharida
  • Cryptophyta
Archaeplastida
  • Glaucophyta
  • Picozoa
  • Rhodelphidia
  • Rhodophyta
Viridiplantae
(tumbuhan sensu lato)
  • Prasinodermophyta
  • Chlorophyta
Streptophyta
  • Chlorokybus
  • Mesostigma
  • Klebsormidiophyceae
  • Charophyceae
  • Coleochaetophyceae
  • Zygnematophyceae
  • Embryophyta¹
Excavates*
Discoba
  • Jakobida
  • Tsukubamonas
Discicristata
  • Heterolobosea
  • Euglenozoa
Metamonada
  • Barthelona
  • Anaeramoebae
  • Anaeromonada
  • Fornicata
  • Parabasalia
Malawimonada
  • Malawimonadidae
  • Imasidae
Incertae sedis
  • †Acritarchs
  • †Grypania
  • †Mikrobiota Gunflint
  • †Chitinozoa
  • Meteora sporadica
Hemimastigophora
  • Spironemidae
  • Spironematellidae
Ancyromonadida
  • Ancyromonadidae
  • Planomonadidae
CRuMs
  • Collodictyonidae
  • Mantamonadida
  • Rigifilida
  • ¹Kingdom tradisional dikecualikan dari protista
  • *kelompok parafiletik
  • tebal menandai kelompok dengan lebih dari 1000 spesies
  • l
  • b
  • s
Klasifikasi Archaeplastida / Plantae sensu lato
Domain
Arkea
Bakteria
Eukaryota
(Kerajaan
Tumbuhan
Hacrobia
Heterokontophyta
Alveolata
Rhizaria
Excavata
Amoebozoa
Hewan
Fungi)
Rhodophyta
Cyanidiophyceae · Porphyridiophyceae · Compsopogonophyceae · Stylonematophyceae · Rhodellophyceae  · Bangiophyceae · Florideophyceae (Hildenbrandiales, Acrochaetiales, Nemaliales, Batrachospermales, Corallinales, Gelidiales, Gracilariales, Ceramiales)
Glaucocystophyceae
Glaucocystis · Cyanophora · Gloeochaeta
Viridiplantae/
Plantae
sensu stricto
Chlorophyta/
Alga hijau (I)
Prasinophyceae
UTC clade: Ulvophyceae · Trebouxiophyceae · Chlorophyceae
Streptophyta
Charophyta/
Alga hijau (II)
Charales · Coleochaetales · Desmidiales · Klebsormidiales · Mesostigmatales · Zygnematales
Embryophyta/
Plantae
sensu strictissimo
Bryophyta
(tumbuhan darat
tidak berpembuluh
)
Marchantiophyta · Anthocerotophyta · Musci (Bryophyta sensu stricto) · Horneophytopsida
Tracheophyta
Lycophyta
Isoetopsida (Isoetales, Selaginellales) · Lycopodiopsida (Lycopodiales)
Euphyllophyta
Monilophyta (Equisetopsida, Filicopsida, Psilotopsida)
Spermatophyta: Gymnospermae (Pinophyta, Cycadophyta, Ginkgophyta, Gnetophyta) · Magnoliophyta
Lihat pula: daftar ordo tumbuhan
Pengidentifikasi takson
Rhodophyta
  • Wikidata: Q103169
  • Wikispecies: Rhodophyta
  • AlgaeBase: 97240
  • BOLD: 48327
  • CoL: RH2
  • EoL: 2540515
  • EPPO: 1RHDP
  • GBIF: 106
  • iNaturalist: 57774
  • ITIS: 660046
  • NBN: NBNSYS0000160896
  • NCBI: 2763
  • NZOR: 38cbf85b-c36c-418c-a0fe-2f3bccbe7561
  • Open Tree of Life: 878953
  • Paleobiology Database: 54808
  • Tropicos: 100364594
  • WoRMS: 852
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Republik Ceko
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Habitat
  2. Perkembangbiakan
  3. Manfaat
  4. Referensi
  5. Daftar pustaka
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026