Asam heksafluorosilikat adalah senyawa anorganik dengan rumus kimia (H3O)2SiF6 (juga ditulis (H3O)2[SiF6]). Asam ini merupakan cairan tak berwarna dengan bau yang tajam. Asam ini dihasilkan secara alami dalam jumlah besar di gunung berapi. Asam ini diproduksi sebagai pendahulu aluminium trifluorida dan kriolit sintetik. Asam ini sering digunakan sebagai sumber fluorida dalam proses fluoridasi air. Garam yang berasal dari asam heksafluorisilikat disebut "heksafluorosilikat".
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Nama | |
|---|---|
| Nama IUPAC (preferensi)
Asam heksafluorosilikat | |
| Nama IUPAC (sistematis)
Dihidrogen heksafluorosilikat | |
| Nama lain
Asam fluorosilikat | |
| Penanda | |
Model 3D (JSmol) |
|
| ChemSpider |
|
| Nomor EC | |
PubChem CID |
|
| Nomor RTECS | {{{value}}} |
| Nomor UN | 1778 |
CompTox Dashboard (EPA) |
|
| |
| |
| Sifat | |
| F6H2Si | |
| Massa molar | 144,09 g·mol−1 |
| Penampilan | transparan, tidak berwarna, cairan menguap |
| Bau | asam, tajam |
| Densitas | 1.22 g/cm3 (25% soln.) 1.38 g/cm3 (35% soln.) 1.46 g/cm3 (larutan 61%) |
| Titik lebur | ca. 19 °C (66 °F; 292 K) (60–70% solution) < −30 °C (−22 °F; 243 K) (larutan 35%) |
| Titik didih | 1.085 °C (1.985 °F; 1.358 K) (berdekomposisi) |
| Dapat dicampur | |
| Indeks bias (nD) | 1.3465 |
| Struktur | |
| Octahedral SiF62− | |
| Bahaya | |
| Lembar data keselamatan | External MSDS |
Klasifikasi UE (DSD) (usang) |
|
| Frasa-R | R34, R25 |
| Frasa-S | (S1/2), S26, S27, S45 |
| Titik nyala | Tidak mudah terbakar |
| Dosis atau konsentrasi letal (LD, LC): | |
LD50 (dosis median) |
430 mg/kg (mulut, tikus) |
| Senyawa terkait | |
Kation lainnya |
Amonium heksafluorosilikat |
Senyawa terkait |
Asam heksafluorofosfat asam fluoroborat |
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa). | |
| Referensi | |
Asam heksafluorosilikat adalah senyawa anorganik dengan rumus kimia (H3O)2SiF6 (juga ditulis (H3O)2[SiF6]). Asam ini merupakan cairan tak berwarna dengan bau yang tajam. Asam ini dihasilkan secara alami dalam jumlah besar di gunung berapi.[1][2] Asam ini diproduksi sebagai pendahulu aluminium trifluorida dan kriolit sintetik. Asam ini sering digunakan sebagai sumber fluorida dalam proses fluoridasi air.[3][4] Garam yang berasal dari asam heksafluorisilikat disebut "heksafluorosilikat".
Dalam larutan berair, kation hidronium (H3O+) biasanya disamakan dengan proton yang mengalami solvasi, sehingga senyawa ini juga dapat ditulis dengan rumus H2SiF6.
Asam heksafluorosilikat dapat mengeluarkan hidrogen fluorida saat mengalami penguapan, sehingga asam ini cukup berbahaya. Uapnya jika dihirup dapat memicu edema paru-paru. Seperti hidrogen fluorida, asam ini dapat mengkorosikan kaca dan alat keramik.[5]