Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Enterobiasis

Infeksi Cacing Keremi adalah infeksi parasit yang disebabkan cacing Enterobius vermicularis.Cacing itu tumbuh dan berkembang biak dalam usus. Infeksi ini banyak menyerang anak-anak.

Wikipedia article
Diperbarui 9 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel ini berisi tentang infeksi cacing kremi. Untuk organisme penyebabnya, lihat Enterobius.
Enterobiasis
SpesialisasiPenyakit menular Sunting ini di Wikidata

Infeksi Cacing Keremi (Oksiuriasis, Enterobiasis) adalah infeksi parasit yang disebabkan cacing Enterobius vermicularis.Cacing itu tumbuh dan berkembang biak dalam usus. Infeksi ini banyak menyerang anak-anak.

Perjalanan penyakit

Infeksi cacing Enterobius vermicularis terjadi melalui dua tahap. Pertama, telur cacing pindah dari daerah sekitar anus penderita ke pakaian, seprai, atau mainan penderita. Selanjutnya, melalui jari-jari tangan, telur cacing pindah ke mulut anak lainnya dan akhirnya tertelan. Telur cacing juga dapat terhirup dari udara kemudian tertelan. Setelah telur tersebut tertelan, larvanya menetas dalam usus kecil dan tumbuh menjadi cacing dewasa dalam usus besar (proses pematangan ini memakan waktu 2–6 minggu). Cacing dewasa betina bergerak ke sekitar anus (biasanya saat malam) untuk menyimpan telurnya dalam lipatan kulit anus penderita. Telur tersebut tersimpan dalam suatu bahan lengket. Bahan ini dan gerakan cacing betina inilah yang menyebabkan gatal-gatal. Telur dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia selama tiga minggu pada suhu ruangan normal. Namun, telur bisa menetas lebih cepat dan cacing muda dapat masuk kembali ke rektum dan usus bagian bawah.

Gejala

Gejalanya berupa:

  1. Rasa gatal hebat di sekitar anus
  2. Rewel (karena rasa gatal dan tidurnya pada malam hari terganggu)
  3. Kurang tidur (biasanya karena rasa gatal yang timbul pada malam hari ketika cacing betina dewasa bergerak ke daerah anus dan menyimpan telurnya di sana)
  4. Nafsu makan berkurang, berat badan menurun (jarang terjadi, tetapi bisa terjadi pada infeksi yang berat)
  5. Rasa gatal atau iritasi vagina (pada anak perempuan, jika cacing dewasa masuk ke dalam vagina)
  6. Kulit di sekitar anus menjadi lecet, kasar, atau terjadi infeksi (akibat penggarukan).

Komplikasi

  1. Salpingitis (peradangan saluran indung telur)
  2. Vaginitis (peradangan vagina)
  3. Infeksi ulang.

Diagnosis

Cacing kremi dapat dilihat dengan mata telanjang pada anus penderita, terutama dalam waktu 1–2 jam setelah anak tertidur pada malam hari. Cacing kremi berwarna putih dan setipis rambut, mereka aktif bergerak.

Telur maupun cacingnya bisa didapat dengan cara menempelkan selotip di lipatan kulit di sekitar anus, pada pagi hari sebelum anak terbangun. Kemudian selotip tersebut ditempelkan pada kaca objek dan diperiksa dengan mikroskop.

Pengobatan

Infeksi cacing kremi dapat disembuhkan melalui pemberian dosis tunggal obat anti-parasit mebendazole, albendazole, atau pirantel pamoat. Seluruh anggota keluarga dalam satu rumah harus meminum obat tersebut karena infeksi ulang bisa menyebar dari satu orang kepada yang lainnya.

Untuk mengurangi rasa gatal, bisa dioleskan krim atau salep antigatal ke daerah sekitar anus sebanyak 2–3 kali/hari.

Meskipun telah diobati, sering terjadi infeksi ulang karena telur yang masih hidup terus dibuang ke dalam tinja selama seminggu setelah pengobatan. Pakaian, seprai, dan mainan anak sebaiknya sering dicuci untuk memusnahkan telur cacing yang tersisa.

Langkah-langkah umum yang dapat dilakukan untuk mengendalikan infeksi cacing kremi adalah:

  1. Mencuci tangan sebelum makan dan setelah buang air besar
  2. Memotong kuku dan menjaga kebersihan kuku
  3. Mencuci seprai minimal 2 kali/minggu
  4. Mencuci jamban setiap hari
  5. Menghindari penggarukan daerah anus karena bisa mencemari jari-jari tangan dan setiap benda yang dipegang/disentuhnya
  6. Menjauhkan tangan dan jari tangan dari hidung dan mulut.

Pencegahan

Sangat penting untuk menjaga kebersihan pribadi, dengan menitikberatkan kepada mencuci tangan setelah buang air besar dan sebelum menyiapkan makanan. Pakaian dalam dan seprai penderita sebaiknya dicuci sesering mungkin dan dijemur matahari.

Catatan kaki

Basis data pengawasan otoritas: Nasional Sunting di Wikidata
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Israel


Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Perjalanan penyakit
  2. Gejala
  3. Komplikasi
  4. Diagnosis
  5. Pengobatan
  6. Pencegahan
  7. Catatan kaki
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026