Infeksi Cacing Keremi adalah infeksi parasit yang disebabkan cacing Enterobius vermicularis.Cacing itu tumbuh dan berkembang biak dalam usus. Infeksi ini banyak menyerang anak-anak.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. |
| Enterobiasis | |
|---|---|
| Spesialisasi | Penyakit menular |
Infeksi Cacing Keremi (Oksiuriasis, Enterobiasis) adalah infeksi parasit yang disebabkan cacing Enterobius vermicularis.Cacing itu tumbuh dan berkembang biak dalam usus. Infeksi ini banyak menyerang anak-anak.
Infeksi cacing Enterobius vermicularis terjadi melalui dua tahap. Pertama, telur cacing pindah dari daerah sekitar anus penderita ke pakaian, seprai, atau mainan penderita. Selanjutnya, melalui jari-jari tangan, telur cacing pindah ke mulut anak lainnya dan akhirnya tertelan. Telur cacing juga dapat terhirup dari udara kemudian tertelan. Setelah telur tersebut tertelan, larvanya menetas dalam usus kecil dan tumbuh menjadi cacing dewasa dalam usus besar (proses pematangan ini memakan waktu 2–6 minggu). Cacing dewasa betina bergerak ke sekitar anus (biasanya saat malam) untuk menyimpan telurnya dalam lipatan kulit anus penderita. Telur tersebut tersimpan dalam suatu bahan lengket. Bahan ini dan gerakan cacing betina inilah yang menyebabkan gatal-gatal. Telur dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia selama tiga minggu pada suhu ruangan normal. Namun, telur bisa menetas lebih cepat dan cacing muda dapat masuk kembali ke rektum dan usus bagian bawah.
Gejalanya berupa:
Cacing kremi dapat dilihat dengan mata telanjang pada anus penderita, terutama dalam waktu 1–2 jam setelah anak tertidur pada malam hari. Cacing kremi berwarna putih dan setipis rambut, mereka aktif bergerak.
Telur maupun cacingnya bisa didapat dengan cara menempelkan selotip di lipatan kulit di sekitar anus, pada pagi hari sebelum anak terbangun. Kemudian selotip tersebut ditempelkan pada kaca objek dan diperiksa dengan mikroskop.
Infeksi cacing kremi dapat disembuhkan melalui pemberian dosis tunggal obat anti-parasit mebendazole, albendazole, atau pirantel pamoat. Seluruh anggota keluarga dalam satu rumah harus meminum obat tersebut karena infeksi ulang bisa menyebar dari satu orang kepada yang lainnya.
Untuk mengurangi rasa gatal, bisa dioleskan krim atau salep antigatal ke daerah sekitar anus sebanyak 2–3 kali/hari.
Meskipun telah diobati, sering terjadi infeksi ulang karena telur yang masih hidup terus dibuang ke dalam tinja selama seminggu setelah pengobatan. Pakaian, seprai, dan mainan anak sebaiknya sering dicuci untuk memusnahkan telur cacing yang tersisa.
Langkah-langkah umum yang dapat dilakukan untuk mengendalikan infeksi cacing kremi adalah:
Sangat penting untuk menjaga kebersihan pribadi, dengan menitikberatkan kepada mencuci tangan setelah buang air besar dan sebelum menyiapkan makanan. Pakaian dalam dan seprai penderita sebaiknya dicuci sesering mungkin dan dijemur matahari.