Sayap Timur merupakan bagian dari kompleks Gedung Putih di Washington, D.C. yang dibangun pada tahun 1902, diperluas secara signifikan pada tahun 1942, dan dibongkar pada tahun 2025. Pada bulan sebelum pembongkaran, persiapan lokasi dimulai untuk sebuah sayap pengganti yang lebih besar yang akan mencakup Balai Riung Kenegaraan Gedung Putih yang diusulkan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Sayap Timur | |
|---|---|
Sayap Timur Gedung Putih pada tahun 2007 | |
![]() | |
| Informasi umum | |
| Status | Dibongkar |
| Koordinat | 38°53′51.2″N 77°2′8.4″W / 38.897556°N 77.035667°W / 38.897556; -77.035667[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Sayap_Timur¶ms=38_53_51.2_N_77_2_8.4_W_type:landmark_region:US-DC <span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">38°53′51.2″N</span> <span class=\"longitude\">77°2′8.4″W</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\"> / </span><span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">38.897556°N 77.035667°W</span><span style=\"display:none\"> / <span class=\"geo\">38.897556; -77.035667</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwBg\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt5\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwBw\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwCA\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Sayap_Timur&params=38_53_51.2_N_77_2_8.4_W_type:landmark_region:US-DC\" class=\"external text\" id=\"mwCQ\"><span class=\"geo-default\" id=\"mwCg\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwCw\"><span class=\"latitude\" id=\"mwDA\">38°53′51.2″N</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwDQ\">77°2′8.4″W</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwDg\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwDw\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEA\"></span></span><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwEQ\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwEg\">38.897556°N 77.035667°W</span><span style=\"display:none\" id=\"mwEw\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwFA\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwFQ\">38.897556; -77.035667</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwFg\"/></span>"}' id="mwFw"/> |
| Selesai dibangun | 1902 1942 |
| Oktober 2025 | |
Sayap Timur (bahasa Inggris: East Wingcode: en is deprecated ) merupakan bagian dari kompleks Gedung Putih di Washington, D.C. yang dibangun pada tahun 1902, diperluas secara signifikan pada tahun 1942, dan dibongkar pada tahun 2025. Pada bulan sebelum pembongkaran, persiapan lokasi dimulai untuk sebuah sayap pengganti yang lebih besar yang akan mencakup Balai Riung Kenegaraan Gedung Putih yang diusulkan.
Di sisi timur terletak Kediaman Eksekutif, bangunan tersebut berfungsi sebagai ruang kantor bagi Ibu Negara dan stafnya, termasuk Sekretaris Sosial Gedung Putih, staf korespondensi, serta Kantor Grafis dan Kaligrafi Gedung Putih, yang semuanya telah dipindahkan hingga Sayap Timur yang baru selesai dibangun.
Sayap Timur terhubung dengan Kediaman Eksekutif melalui Kolonade Timur, sebuah koridor dengan jendela yang menghadap ke Halaman Selatan yang menampung Bioskop Keluarga Gedung Putih dan terhubung ke lantai dasar Kediaman Eksekutif.
Pada tahun 1942, Presiden Franklin D. Roosevelt mengawasi perluasan dan renovasi Sayap Timur, yang mencakup pembangunan Pusat Operasi Darurat Presiden di bawah bangunan tersebut.

Presiden Thomas Jefferson menambahkan teras berkolonade di sisi timur dan barat Gedung Putih, tetapi tidak ada sayap bangunan yang sebenarnya. Di bawah Presiden Andrew Jackson pada tahun 1834, air mengalir dialirkan dari sebuah mata air dan dipompa ke teras timur melalui pipa logam. Pipa-pipa ini melewati dinding dan menonjol ke dalam ruangan, dikendalikan oleh keran. Awalnya, air tersebut digunakan untuk mencuci barang, tetapi segera ruang mandi pertama dibuat di kolonade timur tingkat dasar. Presiden Martin Van Buren memasang pancuran mandi di tempat ini.
Teras Timur dihapus pada tahun 1866. Selama bertahun-tahun, sebuah rumah kaca menempati area timur Gedung Putih.

Sayap Timur kecil pertama (dan Sayap Barat) dirancang oleh Charles Follen McKim dan dibangun pada tahun 1902 selama renovasi Theodore Roosevelt, sebagai pintu masuk bagi pengunjung resmi dan publik.[1] Bangunan ini terutama berfungsi sebagai pintu masuk bagi tamu selama pertemuan sosial besar, ketika diperlukan untuk menampung banyak mobil dan kereta kuda. Fitur utamanya adalah ruang penitipan mantel yang panjang dengan tempat untuk mantel dan topi para tamu.[2]
Perluasan dan renovasi Sayap Timur dilakukan pada tahun 1942, selama masa kepresidenan Franklin D. Roosevelt.[3] Sayap Timur dua lantai tersebut dirancang oleh arsitek Gedung Putih, Lorenzo Winslow, dan ditambahkan terutama untuk menutupi pembangunan bunker bawah tanah, yaitu Pusat Operasi Darurat Presiden (PEOC).[4] Sekitar waktu yang sama, ruang penitipan mantel milik Theodore Roosevelt diintegrasikan ke dalam bangunan baru dan menjadi Bioskop Keluarga Gedung Putih.

Sayap Timur berfungsi sebagai ruang kantor bagi Ibu Negara dan stafnya, termasuk Sekretaris Sosial Gedung Putih, staf korespondensi, serta Kantor Grafis dan Kaligrafi Gedung Putih, yang semuanya telah dipindahkan hingga Sayap Timur yang baru selesai dibangun.[5][6][2]
Ibu Negara Rosalynn Carter, pada tahun 1977, merupakan yang pertama memiliki kantor sendiri di Sayap Timur.[7][8] Kantor sosial menyiapkan seluruh undangan dan korespondensi tertulis untuk setiap acara yang diadakan di Gedung Putih.[9]
Pengunjung sosial dan wisata ke Gedung Putih biasanya masuk melalui Kantor Pengunjung di Sayap Timur, kemudian melanjutkan melalui selasar berpanel kayu, tempat potret para presiden dan ibu negara dipajang. Mereka kemudian melanjutkan melalui Ruang Taman dan sepanjang Kolonade Timur, yang memiliki pemandangan ke Taman Jacqueline Kennedy, melewati bioskop menuju Foyer Pengunjung, lalu menuju kediaman dengan akses masuk di lantai dasar.
Menurut Anita McBride, mantan Kepala Staf Ibu Negara di bawah Laura Bush, "Betty Ford memiliki kutipan terbaik tentang betapa istimewanya Sayap Timur: 'Jika Sayap Barat adalah pikiran bangsa, maka Sayap Timur adalah hatinya.' "[2]


Pada Juli 2025, Gedung Putih merilis render dari Balai Riung Kenegeraan Gedung Putih yang direncanakan.[10] Awalnya, tempat tersebut diperkirakan mampu menampung hingga 650 orang untuk acara, tetapi kapasitas tersebut kemudian direvisi menjadi 999 orang.[11] Clark Construction dianugerahi kontrak senilai $200 juta,[12] dengan pekerjaan yang direncanakan dimulai pada September 2025.[13][14]
Pada 31 Juli, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa balai riung baru tersebut "tidak akan mengganggu bangunan saat ini", tidak akan "menyentuhnya", dan akan memberikan "penghormatan penuh kepada bangunan yang ada, yang merupakan favorit terbesar saya".[15]
Kurator Gedung Putih beserta stafnya memindahkan, mengatalogkan, dan menyimpan karya seni serta perabotan di Sayap Timur, serta bekerja sama dengan White House Historical Association untuk mendokumentasikan pembongkaran dan menggunakan teknologi pemindaian 3D guna merekam Sayap Timur secara rinci sebelum pembongkaran dilakukan.[16]
Pembongkaran Sayap Timur dimulai pada 20 Oktober,[17] tanpa peninjauan oleh Komisi Perencanaan Ibu Kota Nasional, yang mengawasi konstruksi federal.[18][19] Pada 21 Oktober, ketika pembongkaran yang tidak diumumkan telah berlangsung, National Trust for Historic Preservation menyatakan keberatan bahwa balai riung seluas 8.400 m2 akan "mengalahkan" Gedung Putih seluas 5.100 m2 dan "secara permanen mengganggu desain klasik Gedung Putih yang telah seimbang dengan dua sayapnya yang lebih kecil dan lebih rendah, yaitu Sayap Timur dan Sayap Barat."[20]

Pada 22 Oktober, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada NBC bahwa "seluruh" Sayap Timur pada akhirnya akan "dimodernisasi dan dibangun kembali". Pejabat tersebut mengklaim bahwa rencana konstruksi tidak pernah bersifat tetap: "Cakupan dan ukuran proyek balai riung selalu dapat berubah seiring berkembangnya proses."[15][18][22]
Kemudian pada 22 Oktober, Trump mengatakan kepada para wartawan selama sebuah acara di Kantor Oval, "Kami menentukan bahwa setelah benar-benar melakukan studi yang sangat besar dengan beberapa arsitek terbaik di dunia, kami menyimpulkan bahwa merobohkannya, mencoba menggunakan sebagian kecil, Anda tahu, Sayap Timur itu tidak banyak. Tidak banyak yang tersisa dari yang asli" dan "Untuk melakukannya dengan benar, kami harus merobohkan struktur yang ada."[23]
Keesokan harinya, pada 23 Oktober, foto-foto dari Associated Press menunjukkan bahwa seluruh Sayap Timur, termasuk Kolonade Timur dan Bioskop Keluarga Gedung Putih, telah dibongkar.[24][25][26]
Tur Gedung Putih, yang biasanya para pengunjungnya masuk melalui Sayap Timur, dihentikan pada Agustus dan dilanjutkan kembali dalam skala terbatas pada bulan Desember,[27] dengan pengunjung masuk melalui Portiko Utara Kediaman Eksekutif.[28]
Pada 10 November, Donald Trump mengatakan kepada Fox News bahwa "Saya sebenarnya bisa membangun balai riung di sekelilingnya [Sayap Timur], tetapi itu tidak akan—" Ia tidak menyelesaikan kalimat tersebut, kemudian melanjutkan: "Saya tidak ingin mengorbankan balai riung yang hebat demi balai riung yang biasa saja dengan membiarkannya [Sayap Timur] tetap berada tepat di tengah."[29]
Pada Januari 2026, seorang juru bicara Gedung Putih menyatakan bahwa "kolonade yang tidak stabil, kebocoran air, kontaminasi jamur, dan masalah lainnya" membuat pembongkaran dan pembangunan struktur baru menjadi "biaya kepemilikan total terendah serta strategi jangka panjang yang paling efektif".[30] Meskipun pada Oktober 2025 biaya diperkirakan sebesar $250 juta,[14] perkiraan biaya terbaru pada Februari 2026 mencapai $400 juta.[31]
Pembongkaran Sayap Timur menuai kritik dari para politisi, sejarawan, dan mantan staf Gedung Putih.[32][33][34] Pemimpin minoritas Senat Chuck Schumer menyebut pembongkaran tersebut sebagai "proyek kesombongan",[35] gubernur California Gavin Newsom membandingkannya dengan persepsi terhadap kebijakan Trump sebagai tindakan yang "merobek Konstitusi",[36] sementara senator Elizabeth Warren mengkritik Trump karena mengabaikan peningkatan biaya hidup.[37] Mantan pejabat Gedung Putih Elaine Kamarck mengecam pembongkaran tersebut sebagai "sebuah kekejian".[33]
ACECO, perusahaan yang bertanggung jawab atas pembongkaran, menerima banyak ulasan negatif.[38] ACECO kemudian menutup situs web[39] dan halaman Instagram-nya.[40]
Dalam sebuah wawancara Fox News pada 21 Oktober, Sekretaris Pers Karoline Leavitt menggambarkan kritik terhadap pembongkaran tersebut sebagai "kemarahan palsu". Atas saran Jesse Watters, ia mengaitkan sikap Partai Demokrat dengan "kecemburuan". Ia mencatat bahwa kunjungan kenegaraan ke Gedung Putih memerlukan penataan sementara di luar ruangan, yang menurutnya tidak bermartabat.[5] Ia juga menyebutkan bahwa Presiden Obama, misalnya, pernah menyelenggarakan jamuan makan kenegaraan di sana untuk India pada tahun 2009 dan untuk Italia pada tahun 2016.[41]
Sebuah jajak pendapat YouGov yang dirilis pada 22 Oktober menunjukkan bahwa mayoritas warga Amerika Serikat yang disurvei tidak menyetujui keputusan untuk membongkar Sayap Timur, dengan 53% tidak setuju dan hanya 24% yang setuju.[42] Setidaknya satu gugatan berupaya menghentikan pembongkaran tersebut,[43] dengan National Trust for Historic Preservation menggugat pemerintahan Trump atas pembongkaran yang dianggap melanggar hukum.[44] Organisasi tersebut membuka komentar publik mengenai balai riung yang diusulkan melalui Komisi Seni Rupa Amerika Serikat (CFA) dan Komisi Perencanaan Ibu Kota Nasional (NCPC). Komentar tertulis harus diserahkan kepada CFA paling lambat pukul 16.00 pada 18 Februari 2026; batas waktu NCPC adalah 4 Maret 2026.[45] Dalam gugatannya, organisasi tersebut berpendapat bahwa Gedung Putih tidak memperoleh izin yang diperlukan sebelum Sayap Timur dibongkar dan seharusnya telah mengajukan rencana kepada NCPC sebelum memulai.
Putusan hakim distrik AS Richard J. Leon menyatakan bahwa Trust mengajukan dasar hukum yang keliru terhadap presiden, dengan menggunakan Administrative Procedure Act sebagai landasan gugatan mereka. Putusan Leon juga menyatakan bahwa jika kelompok tersebut mengajukan gugatan baru, maka penyelesaian perkara akan berlangsung dengan cepat.[46] Trust kemudian mengajukan gugatan kedua, dengan berargumen bahwa "pemerintahan melanggar prinsip pemisahan kekuasaan dengan melanjutkan proyek tanpa otorisasi Kongres", serta meminta perintah untuk menghentikan sementara konstruksi hingga persetujuan diperoleh dan Kongres telah menyetujui rencana tersebut. Sidang telah dijadwalkan oleh Hakim Leon pada 17 Maret.[47]
Photos taken on Thursday appeared to show that the Trump administration has not only torn down the East Wing, but the East Colonnade, which included a movie theater that has hosted screenings for decades.[Foto-foto yang diambil pada hari Kamis tampak menunjukkan bahwa pemerintahan Trump tidak hanya telah membongkar Sayap Timur, tetapi juga Kolonade Timur, yang mencakup sebuah bioskop yang telah menjadi tuan rumah pemutaran film selama puluhan tahun.
An AP photo showed demolition equipment right up to the main White House, known as the Executive Mansion.
The most recently reported cost estimate for the ballroom stands at $400m.[Estimasi biaya terbaru yang dilaporkan untuk balai riung tersebut mencapai $400 juta.]
The sight of bulldozers smashing into the White House's East Wing — almost three weeks into a federal shutdown — is sending shockwaves among certain circles in Washington, with some wondering: Is this even allowed?[Pemandangan buldozer yang menghantam Sayap Timur Gedung Putih — hampir tiga minggu setelah penutupan pemerintahan federal — menimbulkan gelombang kejutan di kalangan tertentu di Washington, dengan beberapa orang bertanya-tanya: Apakah ini benar-benar diizinkan?]
Obama once joked about what a gaudy Trump White House would look like – the president seems bent on proving him right[.] (...) The image of broken masonry, rubble and steel wires at America's most famous address was reminiscent of a disaster movie and struck a chord even among people who have become accustomed to shrugging off Trump's outrageous antics. White House alumni and presidential historians led the chorus of disgust. (...)[Obama pernah bercanda tentang seperti apa rupa Gedung Putih Trump yang mencolok — presiden tampaknya bertekad untuk membuktikan bahwa ucapan itu benar. (...) Gambar pecahan batu, puing-puing, dan kawat baja di alamat paling terkenal di Amerika tersebut mengingatkan pada film bencana dan menyentuh perasaan bahkan di kalangan orang-orang yang sudah terbiasa mengabaikan tingkah laku Trump yang keterlaluan. Alumni Gedung Putih dan sejarawan kepresidenan memimpin kecaman keras tersebut. (...)]
[Total running time: 9:28 min.][[Total waktu berjalan: 9:28 menit.]]
Photos of the demolition of the East Wing at the White House have reportedly gone viral on social media. The company involved in the demolition, ACECO, has had to take down its website after receiving backlash.[Foto-foto pembongkaran Sayap Timur di Gedung Putih dilaporkan telah menjadi viral di media sosial. Perusahaan yang terlibat dalam pembongkaran tersebut, ACECO, harus menutup situs webnya setelah menerima kecaman luas.]
The demolition of the East Wing has sparked widespread criticism on social media, with many people directly attacking ACECO for being involved in the project. Yelp.com—a site which rates businesses—temporarily blocked people from giving reviews of ACECO.[Pembongkaran Sayap Timur telah memicu kritik luas di media sosial, dengan banyak orang menyerang ACECO secara langsung karena terlibat dalam proyek tersebut. Yelp.com—sebuah situs yang menilai bisnis—untuk sementara waktu membatasi orang-orang agar tidak memberikan ulasan terhadap ACECO.]