Laksamana Madya Deng Zilong, nama kehormatan Wuqiao (武橋) dan berjulukan Taois Mahkota Harimau adalah seorang komandan militer dari Dinasti Ming di Tiongkok. Ia lahir di keluarga petani di sebuah desa yang berada di Jiangxi. Ia paling dikenal karena ia gugur bersama laksamana dan pahlawan nasional Korea Yi Sun-sin di pertempuran terakhir Perang Imjin, yakni Pertempuran Noryang.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Laksamana Madya Deng Zilong (鄧子龍; 1531–1598), nama kehormatan Wuqiao (武橋) dan berjulukan Taois Mahkota Harimau adalah seorang komandan militer dari Dinasti Ming di Tiongkok. Ia lahir di keluarga petani di sebuah desa yang berada di Jiangxi. Ia paling dikenal karena ia gugur bersama laksamana dan pahlawan nasional Korea Yi Sun-sin di pertempuran terakhir Perang Imjin, yakni Pertempuran Noryang.
Deng pertama kali meraih ketenaran saat menumpas pemberontakan di provinsi asalnya selama pemerintahan Kaisar Jiajing, setelah itu ia ditugaskan ke pos komando di provinsi Guangdong.
Prestasi paling menonjol dalam karier militernya adalah upayanya melawan pasukan Burma dari dinasti Taungoo selama pemerintahan raja Burma Nanda Bayin, yang berulang kali mengganggu perbatasan barat daya dinasti Ming selama tahun 1580-an hingga 1590-an. Meskipun pasukan Deng seringkali tidak terkendali, dan terlibat dalam insiden perkelahian melawan pasukan Ming lainnya dan di antara mereka sendiri, ia diberhentikan dari jabatannya pada tahun 1583, sebelum diangkat kembali sekitar 7 tahun kemudian, meskipun ia terus menghadapi masalah disiplin pasukan dan dipecat serta diangkat kembali beberapa kali selama kariernya.
Pada 1598 (tahun ke-26 Kaisar Wanli), perang meletus di Semenanjung Korea. Deng Zilong diberikan titah oleh Kaisar Wanli untuk menemani Chen Lin untuk membantu Kerajaan Joseon melalui ekspedisi timurnya. Saat jenderal-jenderal Jepang melarikan diri ke laut, Chen memerintah Deng beserta Yi Sun-sin untuk memimpin 1000 kapal perang untuk mencegat armada Jepang di Busan. Deng yang sudah berumur tua dicatat masih bersemangat dan ingin bertarung demi kemenangan pertamanya. Di Pertempuran Noryang, Deng dengan cepat memerintah 200 pasukan Ming untuk masuk ke kapal Joseon dan maju menabrak kapal Jepang dan pasukannya membunuh banyak samurai Jepang. Namun, sebuah musibah terjadi ketika sebuah kapal sekutu menembak ke arah kapal yang diduduki Deng dan terbakar. Terkecoh, pasukan Jepang mengambil inisiatif dan berhasil membunuh Deng Zilong. Yi Sun-sin yang melihat keadaan pasukan Deng bergegas pergi untuk menyelamatkan Deng namun ia juga dibunuh oleh senapan Jepang. Setelah pertempuran tersebut, pemerintahan Joseon memberi kehormatan tinggi kepada Deng, memberikan anaknya gelar bangsawan Korea, dan membangun kuil untuk menyembahnya.