Kekurangan vitamin D atau hipovitaminosis D biasanya disebabkan karena seseorang tidak cukup terkena sinar matahari. Kekurangan Vitamin D juga dapat disebabkan oleh kurangnya konsumsi makanan yang mengandung vitamin D, penyakit yang membatasi penyerapan vitamin D, dan kondisi yang menghambat pengubahan vitamin D menjadi metabolit aktif-termasuk beberapa penyakit hati, ginjal, atau genetik. Kekurangan vitamin D menghambat mineralisasi tulang, sehingga memicu penyakit yang melemahkan tulang seperti rakitis pada anak-anak. Keadaan juga dapat berkembang menjadi osteomalasia dan osteoporosis pada orang dewasa yang meningkatkan risiko tulang retak. Kelemahan otot juga merupakan gejala kekurangan vitamin D, yang semakin menambah risiko tulang retak pada orang dewasa.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Kekurangan vitamin D atau hipovitaminosis D biasanya disebabkan karena seseorang tidak cukup terkena sinar matahari (khususnya sinar ultraviolet B).[1] Kekurangan Vitamin D juga dapat disebabkan oleh kurangnya konsumsi makanan yang mengandung vitamin D, penyakit yang membatasi penyerapan vitamin D, dan kondisi yang menghambat pengubahan vitamin D menjadi metabolit aktif-termasuk beberapa penyakit hati, ginjal, atau genetik.[2] Kekurangan vitamin D menghambat mineralisasi tulang, sehingga memicu penyakit yang melemahkan tulang seperti rakitis pada anak-anak. Keadaan juga dapat berkembang menjadi osteomalasia dan osteoporosis pada orang dewasa yang meningkatkan risiko tulang retak.[1][2] Kelemahan otot juga merupakan gejala kekurangan vitamin D, yang semakin menambah risiko tulang retak pada orang dewasa.[1]
Sinar ultraviolet B dari sinar matahari merupakan sumber utama vitamin D. Ikan salmon, herring, dan makerel juga merupakan sumber vitamin D. Susu biasanya diperkaya dengan vitamin D. Kadang-kadang vitamin D juga ditambahkan ke dalam roti, jus, dan produk-produk peternakan lainnya. Banyak produk multivitamin yang kini mengandung vitamin D dengan kandungan yang berbeda-beda.[1]