Acalypha atau bantinuh dalah salah satu genus tumbuhan berbunga terbesar dalam famili Euphorbiaceae, dengan sekitar 450 hingga 462 spesies tumbuhan. Genus ini merupakan satu-satunya genus dalam subtribus Acalyphinae. Penamaannya berasal dari sebuah kata dalam bahasa Yunani Kuno, yakni ἀκαλύφη (akalúphē) yang berarti "jelatang", bentuk alternatif dari ἀκαλήφη (akalḗphē). Dinamakan demikian karena daunnya mirip seperti daun Jelatang. Anggotanya tersebar di daerah tropis dan subtropis, dengan sekitar 60% dari keseluruhan spesiesnya merupakan tumbuhan asli Amerika, dan sekitar 30% dari keseluruhan spesiesnya merupakan tumbuhan asli Afrika.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Acalypha | |
|---|---|
| Acalypha indica | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Rosid |
| Ordo: | |
| Famili: | |
| Genus: | Acalypha |
| Spesies | |
|
Lihat teks | |
| Sinonim | |
| |


Acalypha atau bantinuh (bahasa Inggris : copperleaf) dalah salah satu genus tumbuhan berbunga terbesar dalam famili Euphorbiaceae, dengan sekitar 450 hingga 462 spesies tumbuhan.[1][2][3] Genus ini merupakan satu-satunya genus dalam subtribus Acalyphinae. Penamaannya berasal dari sebuah kata dalam bahasa Yunani Kuno, yakni ἀκαλύφη (akalúphē) yang berarti "jelatang", bentuk alternatif dari ἀκαλήφη (akalḗphē).[4] Dinamakan demikian karena daunnya mirip seperti daun Jelatang.[5] Anggotanya tersebar di daerah tropis dan subtropis, dengan sekitar 60% dari keseluruhan spesiesnya merupakan tumbuhan asli Amerika, dan sekitar 30% dari keseluruhan spesiesnya merupakan tumbuhan asli Afrika.[6]
[7][8] Spesies berikut dalam genus tumbuhan berbunga Acalypha diterima oleh Plants of the World Online.[7] Ciri yang relevan secara taksonomi dari marga ini adalah adanya kristal epidermis pada daunnya.[9]