Koka mengacu pada salah satu dari empat tanaman budidaya dalam famili Erythroxylaceae, yang berasal dari Amerika Selatan bagian barat. Tanaman ini dikenal di seluruh dunia karena alkaloid psikoaktifnya yakni kokain. Daunnya mengandung kokain, yang bertindak sebagai stimulan ringan ketika dikunyah atau dikonsumsi sebagai teh; penggunaan tradisional ini melibatkan penyerapan yang lebih lambat daripada kokain murni, dan tidak ada bukti kecanduan atau gejala putus obat dari konsumsi alami tersebut.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini membahas mengenai narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Informasi mengenai zat dan obat-obatan terlarang hanya dimuat demi kepentingan ilmu pengetahuan. Kepemilikan dan pengedaran narkoba adalah tindakan melanggar hukum di berbagai negara. Baca: penyangkalan umum lihat pula: nasihat untuk orang tua. |
| Koka | |
|---|---|
Erythroxylum novogranatense, yang daunnya mengandung sekitar 0,7% kokain | |
| Sumber tanaman | |
| Bagian tanaman | Daun, buah |
| Asal geografis | Andes[1] |
| Bahan aktif | Kokain, benzoilekgonina, ekgonina, dll |
| Izin edar |
|
Koka mengacu pada salah satu dari empat tanaman budidaya dalam famili Erythroxylaceae, yang berasal dari Amerika Selatan bagian barat. Tanaman ini dikenal di seluruh dunia karena alkaloid psikoaktifnya yakni kokain.[2] Daunnya mengandung kokain, yang bertindak sebagai stimulan ringan ketika dikunyah atau dikonsumsi sebagai teh; penggunaan tradisional ini melibatkan penyerapan yang lebih lambat daripada kokain murni, dan tidak ada bukti kecanduan atau gejala putus obat dari konsumsi alami tersebut.
Koka tidak sama dengan cocoa yang juga di Amerika Selatan di mana dari itu cokelat dibuat.
Tanaman ini berbentuk semak duri hitam, dan tumbuh hingga mencapai tinggi 2–3 m (7–10 kaki). Cabangnya lurus, dan daunnya, berwarna hijau, tipis, gelap, oval, dan runcing di ujungnya. Daunnya juga memiliki karakteristik khusus yaitu dikelilingi dua garis melengkung membujur, satu garis di sisi lain daun, dan yang paling jelas di bawah daun.
Bunganya kecil, dan tersusun dalam kumpulan kecil di tangkai yang pendek; mahkotanya terdiri dari lima daun bunga kuning putih, kepala putik berbentuk hati, dan putiknya terdiri dari tiga karpel yang bersatu membentuk tiga ovarium. Bunganya berubah menjadi beri merah.
Daunnya kadang-kadang dimakan oleh larva ulat bulu Eloria noyesi. Bila dikunyah seperti mengunyah sirih, lama kelamaan menimbulkan sensasi segar.
Brasileira de Psiquiatria 28(4): 277 -->
Artikel ini menyertakan teks dari suatu terbitan yang sekarang berada pada ranah publik: Chisholm, Hugh, ed. (1911). "perlu nama artikel ". Encyclopædia Britannica (Edisi 11). Cambridge University Press. ;