Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Koka

Koka mengacu pada salah satu dari empat tanaman budidaya dalam famili Erythroxylaceae, yang berasal dari Amerika Selatan bagian barat. Tanaman ini dikenal di seluruh dunia karena alkaloid psikoaktifnya yakni kokain. Daunnya mengandung kokain, yang bertindak sebagai stimulan ringan ketika dikunyah atau dikonsumsi sebagai teh; penggunaan tradisional ini melibatkan penyerapan yang lebih lambat daripada kokain murni, dan tidak ada bukti kecanduan atau gejala putus obat dari konsumsi alami tersebut.

Wikipedia article
Diperbarui 17 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Koka
Artikel ini membahas mengenai narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Informasi mengenai zat dan obat-obatan terlarang hanya dimuat demi kepentingan ilmu pengetahuan. Kepemilikan dan pengedaran narkoba adalah tindakan melanggar hukum di berbagai negara. Baca: penyangkalan umum lihat pula: nasihat untuk orang tua.
Artikel ini bukan mengenai Cocoa.
Untuk kegunaan lain, lihat Koka (disambiguasi).
Koka
Erythroxylum novogranatense, yang daunnya mengandung sekitar 0,7% kokain
Sumber tanaman
  • Erythroxylum coca var. coca,
    Erythroxylum coca var. ipadu
  • Erythroxylum novogranatense var. novogranatense,
    Erythroxylum novogranatense var. truxillense
Bagian tanamanDaun, buah
Asal geografisAndes[1]
Bahan aktifKokain, benzoilekgonina, ekgonina, dll
Izin edar
  • AU: S9 (Prohibited)
  • CA: Schedule I
  • DE: Anlage III
  • NZ: Kelas A
  • UK: Kelas A
  • US: Schedule II
  • UN: Narcotic Schedule I
  • Dikendalikan kecuali jika telah dihilangkan kokainnya, secara umum legal untuk penggunaan keagamaan, medis, atau tradisional, legal di Amerika Selatan kecuali di Brasil dan Paraguay.

Koka mengacu pada salah satu dari empat tanaman budidaya dalam famili Erythroxylaceae, yang berasal dari Amerika Selatan bagian barat. Tanaman ini dikenal di seluruh dunia karena alkaloid psikoaktifnya yakni kokain.[2] Daunnya mengandung kokain, yang bertindak sebagai stimulan ringan ketika dikunyah atau dikonsumsi sebagai teh; penggunaan tradisional ini melibatkan penyerapan yang lebih lambat daripada kokain murni, dan tidak ada bukti kecanduan atau gejala putus obat dari konsumsi alami tersebut.

Koka tidak sama dengan cocoa yang juga di Amerika Selatan di mana dari itu cokelat dibuat.

Tanaman ini berbentuk semak duri hitam, dan tumbuh hingga mencapai tinggi 2–3 m (7–10 kaki). Cabangnya lurus, dan daunnya, berwarna hijau, tipis, gelap, oval, dan runcing di ujungnya. Daunnya juga memiliki karakteristik khusus yaitu dikelilingi dua garis melengkung membujur, satu garis di sisi lain daun, dan yang paling jelas di bawah daun.

Bunganya kecil, dan tersusun dalam kumpulan kecil di tangkai yang pendek; mahkotanya terdiri dari lima daun bunga kuning putih, kepala putik berbentuk hati, dan putiknya terdiri dari tiga karpel yang bersatu membentuk tiga ovarium. Bunganya berubah menjadi beri merah.

Daunnya kadang-kadang dimakan oleh larva ulat bulu Eloria noyesi. Bila dikunyah seperti mengunyah sirih, lama kelamaan menimbulkan sensasi segar.

Lihat pula

  • Coca Museum
  • Coca-Cola

Catatan

Brasileira de Psiquiatria 28(4): 277 -->

Referensi

  1. ↑ Drug Enforcement Administration (April 23, 2013). "Coca: History". Internet Archive. Diarsipkan dari asli tanggal October 25, 2014. Diakses tanggal February 16, 2015.
  2. ↑ Parker, Sybil, P (1984). McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Public Domain Artikel ini menyertakan teks dari suatu terbitan yang sekarang berada pada ranah publik: Chisholm, Hugh, ed. (1911). "perlu nama artikel ". Encyclopædia Britannica (Edisi 11). Cambridge University Press. ;

Bacaan lanjutan

  • Turner C. E., Elsohly M. A., Hanuš L., Elsohly H. N. Isolation of dihydrocuscohygrine from Peruvian coca leaves. Phytochemistry 20 (6), 1403-1405 (1981)
  • "History of Coca. The Divine Plant of the Incas" by W. Golden Mortimer, M.D. 576 pp. And/Or Press San Francisco, 1974. This title has no ISBN.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Erythroxylum coca.
  • Shared Responsibility Diarsipkan 2012-12-22 di Wayback Machine.
  • Legalize Coca Leaves – and Break the Consensus
  • OneWorld.net Analysis: Blurred Vision on Coca Eradication Diarsipkan 2007-11-26 di Wayback Machine.
  • The Coca Museum Diarsipkan 2009-04-14 di Wayback Machine. (A private museum in La Paz, Bolivia)
  • Coca - Cocaine website of the Transnational Institute (TNI)
  • Coca, Cocaine and the International Conventions Transnational Institute
  • Enaco S.A. Peruvian Enterprise of the Coca, Official Website
  • Coca Yes, Cocaine No? Legal Options for the Coca Leaf Transnational Institute (TNI), Drugs & Conflict Debate Paper 13, May 2006
  • Coca leaf news page – Alcohol and Drugs History Society

Foto

  • 27 original photos on coca growing in La Convención valley, Cuzco Province, Peru
  • Harvesting coca in Yungas de La Paz, Bolivia
  • Drying coca in the Chapare, Bolivia

Video

  • Democracy Now Interview with Bolivian President Evo Morales, in which he discusses the coca leaf Diarsipkan 2007-11-13 di Wayback Machine.
  • Venezuelan President Hugo Chavez chews a coca leaf during a public TV broadcast and discuss its benefits Diarsipkan 2008-03-26 di Wayback Machine.


Ikon rintisan

Artikel bertopik tumbuhan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Lihat pula
  2. Catatan
  3. Referensi
  4. Bacaan lanjutan
  5. Pranala luar
  6. Foto
  7. Video

Artikel Terkait

Koka, Tombulu, Minahasa

desa di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara

Kōka, Shiga

kota di Jepang

Álvaro Arbeloa

Pelatih dan pemain sepak bola Spanyol

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026