Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Bot obrolan

Bot obrolan adalah sebuah program komputer yang dirancang untuk melakukan obrolan secara cerdas dengan satu manusia atau lebih, secara audio ataupun teks.

sebuah program yang bisa melakukan obrolan dengan manusia
Diperbarui 14 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bot obrolan
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Bot obrolan" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR

Bot obrolan (bahasa Inggris: chatbotcode: en is deprecated ) adalah sebuah program komputer yang dirancang untuk melakukan obrolan secara cerdas dengan satu manusia atau lebih, secara audio ataupun teks.

Awal mulanya, program komputer (bot) ini diuji melalui Uji Turing, yaitu dengan merahasiakan identitasnya sebagai mesin sehingga dapat mengelabui orang yang melakukan obrolan dengannya. Jika pengguna tidak dapat mengenal bot sebagai suatu program komputer, maka chatbot tersebut dikategorikan sebagai "kecerdasan buatan" (A.I.). Saat ini, chatbot digunakan untuk kegunaan cepat seperti mencari bantuan, melayani secara pribadi, atau mencari informasi, dalam hal ini dapat dilihat fungsi program sebagai sebuah jenis "agen percakapan". Yang membedakan chatbot dengan "sistem pengolahan bahasa alami" adalah kesederhanaan algoritma yang digunakan.

Meskipun banyak bot yang tampaknya dapat mengartikan dan menanggapi input dari manusia, sebenarnya bot-bot tersebut hanya memindai kata kunci yang ada dalam input dan membalasnya dengan kata kunci yang paling cocok, atau pola kata-kata yang paling mirip dengan yang tersedia dalam database teks.

Istilah “chatbot” pertama kali digunakan oleh Michael Mauldin (pencipta verbot pertama, "Julia") pada tahun 1994 untuk menguraikan program percakapan ini.[1]

Latar belakang

Pada tahun 1950, Alan Turing memublikasikan artikel terkenalnya “Computing Machinery and Intelligence”,[2] yang mengemukakan tes Turing sebagai suatu kriteria kecerdasan. Kriteria ini bergantung pada kemampuan program komputer untuk meniru manusia dalam suatu percakapan tertulis waktu nyata (real-time) dengan manusia sebagai penilai; apakah program komputer tersebut cukup baik sehingga manusia tidak dapat membedakan –berdasarkan isi percakapannya saja- sedang berhadapan dengan program komputer atau manusia nyata. Pengujian ini terkait dengan minat Turing terhadap ELIZA, program yang dipublikasikan oleh Joseph Weizenbaum pada tahun 1966, yang dapat mengelabui pengguna hingga memercayai bahwa mereka sedang bercakap-cakap dengan manusia nyata.

Kunci metode operasional ELIZA (dicontoh oleh perancang chatterbot hingga kini) melibatkan rekognisi dari isyarat kata-kata atau kalimat pada input, dan output berupa tanggapan yang telah dipersiapkan atau diprogram, yang dapat meneruskan percakapan dengan suatu cara sehingga tampak bermakna (misalnya, menanggapi input yang mengandung kata ‘MOTHER’ dengan ‘TELL ME MORE ABOUT YOUR FAMILY’). Jadi terciptalah suatu ilusi pemahaman di mana pengolahan yang terlibat tidak sampai pada pemaknaan. ELIZA menunjukka ilusi tersebut yang entah bagaimana dinilai “cerdas” oleh manusia. Teknik kunci di sini – yang menjadi karakteristik program chatterbot dibandingkan dengan sistem pemrosesan bahasa alami yang serius adalah produksi respons yang cukup jelas tetapi tidak spesifik. Penekanan biasanya pada ketidakjelasan daripada menyampaikan informasi asli.

Baru-baru ini, perancang antarmuka (atau interface) telah menghargai kesiapan manusia dalam menafsirkan output komputer sebagai percakapan yang sebenarnya, bahkan ketika program sebenarnya didasarkan pada pencocokan pola sederhana. Hal ini dapat diberdayakan untuk tujuan yang bermanfaat. Banyak orang lebih memilih berkonsultasi pada program yang menyerupai manusia ini, dan hal ini memberikan chatterbot ruang untuk berkembang dalam fungsi-fungsi sistem interaktif dalam memberikan informasi pada pengguna –selama informasinya bersifat langsung dan dapat dikategorikan. Misalnya, sistem bantuan online kini banyak menggunakan teknik chatterbot dalam mengidentifikasi area bantuan yang dibutuhkan pengguna, memberikan kesan “ramah” pada interface daripada sistem menu bantuan formal.

Bots yang nyata mendeskripsikan fenomena ini contohnya Depression 2.0, yaitu chatterbot dengan program komputer berdasar pada model-model teori ilmu psikologi yang dapat memberikan solusi masalah psikologis pada pengguna.

Pengembangan

Sejarah klasik dari chatterbot awal adalah ELIZA (1966) dan PARRY (1972).[3][4][5][6] Program yang baru-baru saja dikembangkan yaitu A.L.I.C.E, Jabberwacky dan D.U.D.E. Pada masanya, ELIZA dan PARRY digunakan untuk menstimulasi percakapan tertulis, tetapi banyak chatterbot kini mendukung fitur fungsional seperti permainan dan kemampuan pencarian website. Tahun 1984, sebuah buku berjudul The Policeman’s Beard is Half Constructed dipublikasikan. Buku ini diduga ditulis oleh sebuah chatterbot Racter –walaupun program ini dirilis untuk tidak mampu melakukannya.[7][8]

Salah satu penelitian penting di bidang kecerdasan buatan (AI) adalah pemrosesan bahasa alami (atau Natural Language Processing). Biasanya, bidang AI lemah memberdayakan perangkat lunak (atau software) khusus atau bahasa pemrograman yang dibuat secara spesifik dengan fungsi yang lebih sempit. Contohnya, A.L.I.C.E menggunakan bahasa pemrograman yang disebut sebagai AIML yang fungsinya spesifik yaitu sebagai agen percakapan, yang selanjutnya banyak diadopsi oleh pengembang Alicebots lain. Meskipun demikian, A.L.I.C.E masih murni berdasarkan teknik pencocokan pola tanpa kemampuan penalaran –teknik yang sama yang digunakan ELIZA pada tahun 1966. Berbeda dengan AI kuat, yang membutuhkan cita rasa dan kemampuan penalaran logis.

Jabberwacky mempelajari respons baru dan berbasis pada konteks interaksi pengguna waktu nyata (atau real-time), bukan dengan digerakan basis data statis. Beberapa chatterbot terbaru juga mengkombinasikan pembelajaran waktu nyata dengan algoritma evolusioner yang mengoptimalkan kemampuan komunikasi berbasis percakapannya, dengan contoh populernya yaitu Kyle, pemenang Penghargaan Leodis AI 2009. Meskipun, saat ini belum ada tujuan umum percakapan kecerdasan buatan, dan beberapa pengembang perangkat lunak berfokus pada aspek praktis, pengambilan informasi (atau information retrieval).

Pada Musim Gugur Tahun 2022, OpenAI Meluncurkan Chatbot ChatGPT-nya, Yang Didasarkan Pada Modell GPT-3 perusahaan. ChatGPT adalah salah satu chatbot paling canggih yang tersedia saat ini (awal 2023) dan dianggap sebagai tonggak penting dalam pengembangan AI percakapan. Model ini telah dilatih dengan jumlah percakapan manusia yang sangat besar dan karena itu dapat berkomunikasi dengan pengguna secara alami dan manusiawi. ChatGPT-Sering digunakan untuk tujuan layanan pelanggan und mampu menjawab pertanyaan tentang berbagai topik. ChatGPT resmi sering tidak tersiedia karena permintaan yang tinggi, sehingga membuat aplikasi obrolan yang menggunakan API resmi OpenAI populer.

Asisten virtual di lingkungan komersial

Sistem percakapan otomatis kini telah berkembang, dan perusahaan-perusahaan sudah menggunakan sitem-sistem tersebut untuk membantu call center memberikan panduan kontak. Chatterbot pun sudah dimplementasikan melalui jejaring sosial, seperti X (twitter) dan Windows Live Messenger.

Portal online populer seperti eBay dan PayPal juga menggunakan agen virtual multi bahasa untuk memudahkan penggunanya. Misalnya, PayPal menggunakan chatterbot Louise untuk menangani query dalam bahasa Inggris dan chatterbot Lea untuk query dalam bahasa Prancis. Dikembangkan oleh VirtuOz, kedua agen tersebut menangani 400.000 percakapan setiap bulan setelah difungsikan pada September 2008 di situs PayPal. Pada tahun 2017, SnatchBot, sebuah perusahaan Israel, meluncurkan situs web pembuatan chatbot yang menyatakan memiliki kemampuan membangun bot dengan analisis sentimen.[9]

Chatterbot berbahaya

Chatterbot berbahaya sering digunakan untuk mengisi ruang chatting dengan spam dan iklan, atau untuk menarik orang mengungkapkan informasi pribadi, seperti nomor rekening bank. Mereka biasanya ditemukan pada Yahoo Messenger, Windows Live Messenger, AOL Instant Messenger dan protokol instan messaging lain. Ada pula sebuah laporan keberadaan chatterbot dengan iklan pribadi palsu pada website layanan kencan.[10]

Kompetisi

Kompetisi berfokus pada Turing Test atau tujuan yang lebih spesifik. Dua kompetisi tahunannya antara lain, Loebner Prize dan The Chatterbox Challenge.

Daftar

Informasi lebih lanjut: Daftar chatterbot

Klasik

  • Dr. Sbaitso
  • ELIZA
  • PARRY
  • Racter (atau Claude Chatterbot)
  • Mark V Shaney

Umum

  • Albert One
  • A.L.I.C.E.
  • Charlix
  • Cleverbot
  • Elbot
  • Eugene Goostman
  • Fred
  • Jabberwacky
  • Jeeney AI
  • MegaHAL
  • SimSimi
  • Spookitalk
  • Ultra Hal
  • Verbot

Lihat pula

  • Kecerdasan buatan
  • Robot

Kutipan

  1. ↑ Mauldin 1994
  2. ↑ (Turing 1950)
  3. ↑ GüzeldereFranchi 1995
  4. ↑ Computer History Museum 2006
  5. ↑ Sondheim 1997
  6. ↑ Network Working Group 1973—Transcript of a session between Parry and Eliza. (This is not the dialogue from the ICCC, which took place October 24–26, 1972, whereas this session is from September 18, 1972.)
  7. ↑ www.everything.com 13 November 1999
  8. ↑ "ChatGPT Demo". Diakses tanggal 11 Oktober 2023.
  9. ↑ "Snatchbot launch". Diakses tanggal 2017-05-10.
  10. ↑ "From Russia With Love" (PDF). Diakses tanggal 2007-12-09.

Referensi

  • Computer History Museum (2006), "Internet History–1970's", Exhibits, Computer History Museum, diarsipkan dari asli tanggal 2008-02-21, diakses tanggal 2008-03-05
  • "},"last2":{"wt":"Franchi"},"first2":{"wt":"Stefano"},"author2-link":{"wt":"<!--same-->"},"title":{"wt":"Constructions of the Mind"},"journal":{"wt":"Stanford Humanities Review"},"series":{"wt":"SEHR"},"volume":{"wt":"4"},"issue":{"wt":"2"},"date":{"wt":"1995-07-24"},"publisher":{"wt":"[[Universitas Stanford]]"},"accessdate":{"wt":"2008-03-05"},"archive-date":{"wt":"2007-07-11"},"archive-url":{"wt":"https://web.archive.org/web/20070711204557/http://www.stanford.edu/group/SHR/4-2/text/dialogues.html"},"dead-url":{"wt":"yes"}},"i":0}}]}' id="mw3g"/>Güzeldere, Güven; Franchi, Stefano (1995-07-24), "Constructions of the Mind", Stanford Humanities Review, SEHR, 4 (2), Universitas Stanford, diarsipkan dari asli tanggal 2007-07-11, diakses tanggal 2008-03-05 ;
  • "},"title":{"wt":"Proceedings of the Eleventh National Conference on Artificial Intelligence"},"year":{"wt":"1994"},"publisher":{"wt":"[[AAAI Press]]"},"accessdate":{"wt":"2008-03-05"}},"i":0}}]}' id="mw4Q"/>Mauldin, Michael (1994), "ChatterBots, TinyMuds, and the Turing Test: Entering the Loebner Prize Competition", Proceedings of the Eleventh National Conference on Artificial Intelligence, AAAI Press, diakses tanggal 2008-03-05 (abstrak Diarsipkan 2007-12-13 di Wayback Machine.)
  • Network Working Group (1973), "RFC 439, PARRY Encounters the DOCTOR", Internet Engineering Task Force, Internet Society, diakses tanggal 2008-03-05
  • Important Documents from the Early Internet (1972)"},"last":{"wt":"Sondheim"},"first":{"wt":"Alan J"},"year":{"wt":"1997"},"publisher":{"wt":"nettime.org"},"accessdate":{"wt":"2008-03-05"}},"i":0}}]}' id="mw6g"/>Sondheim, Alan J (1997), <nettime> Important Documents from the Early Internet (1972), nettime.org, diakses tanggal 2008-03-05
  • Turing, Alan (1950), "Computing Machinery and Intelligence", Mind, 59: 433–60, doi:10.1093/mind/lix.236.433

Pranala luar

  • Chatterbots di Curlie (dari DMOZ)
  • Chatbot di Indonesia
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Republik Ceko
  • Latvia
  • Israel

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Pengembangan
  3. Asisten virtual di lingkungan komersial
  4. Chatterbot berbahaya
  5. Kompetisi
  6. Daftar
  7. Klasik
  8. Umum
  9. Lihat pula
  10. Kutipan
  11. Referensi
  12. Pranala luar

Artikel Terkait

Warkop

grup lawak Indonesia

ChatGPT

bot obrolan cerdas yang diciptakan oleh OpenAI

Grok

chatbot yang dikembangkan oleh xAI

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026