Cakrawartin adalah istilah yang digunakan dalam agama darmik untuk merujuk kepada sosok seorang penguasa jagat yang ideal, seorang maharaja yang bijaksana dan welas asih kepada seluruh makhluk di dunia. Pemerintahannya disebut sarwabhauma. Terdiri dari kata cakra dan warti, yang berarti "ia yang rodanya berputar", bermakna "roda kereta perangnya bergerak kemanapun tanpa rintangan". Dapat juga ditafsirkan sebagai 'alat' bahuwrīhi: "melalui dirinya roda berputar" yang bermakna "melalui dirinya darmacakra berputar".
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Cakrawartin (Dewanagari: चक्रवर्तिन्; ,IAST: Cakravartin,; Pali: Cakkavatti) adalah istilah yang digunakan dalam agama darmik (terutama Hindu dan Buddha) untuk merujuk kepada sosok seorang penguasa jagat yang ideal, seorang maharaja yang bijaksana dan welas asih kepada seluruh makhluk di dunia. Pemerintahannya disebut sarwabhauma. Terdiri dari kata cakra dan warti (suatu bahuwrīhi), yang berarti "ia yang rodanya berputar", bermakna "roda kereta perangnya bergerak kemanapun tanpa rintangan". Dapat juga ditafsirkan sebagai 'alat' bahuwrīhi: "melalui dirinya roda berputar" yang bermakna "melalui dirinya darmacakra ("Roda darma) berputar" (umumnya dalam Buddha dan Hindu).
Dalam Buddhisme dan Jainisme, dijelaskan tiga jenis Cakrawartin:[1]