Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiCenderawasih biru
Artikel Wikipedia

Cenderawasih biru

Cenderawasih biru nama ilmiah: Paradisaea rudolphi) adalah burung Cenderawasih yang berukuran sedang, dengan panjang sekitar 30 cm, dari genus Paradisaea. Burung ini berwarna hitam dan biru, berparuh putih kebiruan, kaki abu-abu, iris mata berwarna coklat tua, di sekitar mata terdapat dua buah setengah lingkaran putih dan sayap berwarna biru terang.

spesies burung
Diperbarui 17 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Cenderawasih biru
Cenderawasih biru
Status konservasi

Rentan  (IUCN 3.1)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
Aves
Ordo:
Passeriformes
Famili:
Paradisaeidae
Genus:
Paradisaea
Spesies:
P. rudolphi
Nama binomial
Paradisaea rudolphi
(Finsch, 1885)
Artikel takson sembarang

Cenderawasih biru nama ilmiah: Paradisaea rudolphi) adalah burung Cenderawasih yang berukuran sedang, dengan panjang sekitar 30 cm, dari genus Paradisaea. Burung ini berwarna hitam dan biru, berparuh putih kebiruan, kaki abu-abu, iris mata berwarna coklat tua, di sekitar mata terdapat dua buah setengah lingkaran putih dan sayap berwarna biru terang.

Burung jantan dewasa memiliki bulu-bulu jumbai hiasan pada sisi dada yang berwarna biru keunguan jika dilihat dari bawah dan berwarna coklat kemerahan jika dilihat dari atas. Pada bagian dadanya terdapat lingkaran oval hitam dengan tepi berwarna merah. Diekornya terdapat dua buah tali panjang berwarna hitam dengan ujung membulat berwarna biru. Betina berukuran lebih kecil, tanpa dihiasi bulu hiasan dan tubuh bagian bawah berwarna coklat kemerahan.

Daerah sebaran Cenderawasih biru terdapat di hutan-hutan pegunungan Papua Nugini bagian timur dan tenggara, umumnya dari ketinggian 1.400 meter sampai ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut.

Cenderawasih biru adalah poligami spesies. Burung jantan memikat pasangan dengan ritual tarian yang memamerkan bulu-bulu hiasannya. Tidak seperti burung Cenderawasih Paradisaea lainnya, Cenderawasih Biru jantan melakukan tariannya tidak dalam kelompok. Jantan menggantungkan badannya ke bawah, membuka memamerkan bulu hiasannya seperti kipas biru sambil berkicau dengan suara menyerupai dengungan rendah. Didekatnya terdapat seekor betina. Setelah kopulasi, burung jantan meninggalkan betina dan mulai mencari pasangan yang lain. Pakan burung Cenderawasih Biru terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga.

Cenderawasih biru ditemukan oleh Carl Hunstein dalam salah satu ekspedisinya di pulau Irian pada tahun 1884. Nama ilmiah spesies langka ini memperingati seorang putra mahkota dari Austria bernama Rudolf von Österreich-Ungarn.

Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan yang terus berlanjut, serta populasi dan daerah di mana burung ini ditemukan sangat terbatas, Cenderawasih biru dievaluasikan sebagai rentan di dalam IUCN Red List. Spesies ini didaftarkan dalam CITES Appendix II dan dilindungi oleh hukum di Papua Nugini.

Pranala luar

  • (Inggris) ARKive - gambar dan klip mengenai Cenderawasih biru (Paradisaea rudolphi) Diarsipkan 2007-10-31 di Wayback Machine.
  • (Inggris) BirdLife Species Factsheet Diarsipkan 2009-01-03 di Wayback Machine.
  • (Inggris) IUCN Red List
Pengidentifikasi takson
Paradisaea rudolphi
  • Wikidata: Q668679
  • Wikispecies: Paradisornis rudolphi
  • ARKive: paradisaea-rudolphi
  • Avibase: 4EF0FE4A0A84C198
  • BOW: bbopar1
  • CoL: 4CTLJ
  • eBird: bbopar1
  • GBIF: 2494863
  • iNaturalist: 8179
  • IRMNG: 10803497
  • ITIS: 561813
  • NCBI: 36267
  • Observation.org: 75501
  • Open Tree of Life: 499630
  • Species+: 8673
  • Xeno-canto: Paradisaea-rudolphi
Paradisornis rudolphi
  • Wikidata: Q28867721
  • BirdLife: 22706266
  • GBIF: 11057582
  • IUCN: 22706266
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pranala luar

Artikel Terkait

Burung

binatang dari tetrapoda

Burung cinta

genus burung

Burung madu sriganti

spesies burung

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026