Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiCenderawasih panji
Artikel Wikipedia

Cenderawasih panji

Cenderawasih panji adalah sejenis burung Cenderawasih berukuran kecil, dengan panjang sekitar 22 cm, dari genus tunggal Pteridophora. Burung jantan dewasa mempunyai bulu berwarna hitam dan kuning tua, dikepalanya terdapat dua helai bulu kawat bersisik biru-langit mengilap, yang panjangnya mencapai 40 cm dan dapat ditegakkan pada waktu memikat betina. Bulu mantel dan punggung tumbuh memanjang berbentuk tudung berwarna hitam. Iris mata berwarna coklat tua, kaki berwarna abu-abu kecoklatan dan paruh berwarna hitam dengan bagian dalam mulut berwarna hijau laut. Burung betina berwarna abu-abu kecoklatan dengan garis-garis dan bintik gelap. Betina berukuran lebih kecil dari burung jantan dan tanpa dihiasi mantel atau bulu kawat hiasan.

spesies burung
Diperbarui 14 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Cenderawasih panji
Cenderawasih panji
Burung jantan di Papua New Guinea
Status konservasi

Risiko Rendah  (IUCN 3.1)[1]
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
Aves
Ordo:
Passeriformes
Famili:
Paradisaeidae
Genus:
Pteridophora
Spesies:
P. alberti
Nama binomial
Pteridophora alberti
Meyer, 1894
Subspesies

P. a. alberti
P. a. buergersi
P. a. hallstromi

Artikel takson sembarang

Cenderawasih panji (nama ilmiah: Pteridophora alberti) adalah sejenis burung Cenderawasih berukuran kecil, dengan panjang sekitar 22 cm, dari genus tunggal Pteridophora. Burung jantan dewasa mempunyai bulu berwarna hitam dan kuning tua, dikepalanya terdapat dua helai bulu kawat bersisik biru-langit mengilap, yang panjangnya mencapai 40 cm dan dapat ditegakkan pada waktu memikat betina. Bulu mantel dan punggung tumbuh memanjang berbentuk tudung berwarna hitam. Iris mata berwarna coklat tua, kaki berwarna abu-abu kecoklatan dan paruh berwarna hitam dengan bagian dalam mulut berwarna hijau laut. Burung betina berwarna abu-abu kecoklatan dengan garis-garis dan bintik gelap. Betina berukuran lebih kecil dari burung jantan dan tanpa dihiasi mantel atau bulu kawat hiasan.

Daerah sebaran Cenderawasih panji adalah di hutan pegunungan pulau Irian. Pakan burung Cenderawasih Panji terdiri dari buah-buahan, beri, dan aneka serangga.

Seperti kebanyakan spesies burung lainnya di suku Paradisaeidae, Cenderawasih Panji adalah poligami spesies. Burung jantan memikat pasangan dengan menggunakan bulu mantel dan ke dua kawat di kepalanya pada ritual tarian. Setelah kopulasi, burung jantan meninggalkan betina dan mulai mencari pasangan yang lain. Burung betina menetaskan dan mengasuh anak burung sendiri.

Nama ilmiah burung Cenderawasih panji memperingati seorang raja berkebangsaan Jerman, Albert I dari Sachsen.

Spesies ini mempunyai daerah sebaran yang luas dan masih sering ditemukan di habitatnya. Cenderawasih Panji dievaluasikan sebagai berisiko rendah di dalam IUCN Red List dan didaftarkan dalam CITES Appendix II.

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2012). "Pteridophora alberti". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2013.2. International Union for Conservation of Nature. Diakses tanggal 26 November 2013. ;

Pranala luar

  • (Inggris) BirdLife Species Factsheet Diarsipkan 2009-01-05 di Wayback Machine.
  • (Inggris) IUCN Red List
  • l
  • b
  • s
Genera Corvides beserta kerabat punah mereka
  • Kingdom: Animalia
  • Fium: Chordata
  • Ordo: Passeriformes
  • Subordo: Passeri
  • Infraordo: Corvides
Corvides
Campephagidae
  • Campephaga
  • Campochaera
  • Ceblepyris
  • Celebesica
  • Coracina
  • Cyanograucalus
  • Edolisoma
  • Lalage
  • Lobotos
  • Malindangia
  • Pericrocotus
Cinclosomatidae
  • Cinclosoma
  • Ptilorrhoa
Eulacestomatidae
  • Eulacestoma
Falcunculidae
  • Falcunculus
Mohouidae
  • Mohoua
Neosittidae
  • Daphoenositta
Oreoicidae
  • Aleadryas
  • Oreoica
  • Ornorectes
Oriolidae
  • †Longmornis
  • Oriolus
  • Pitohui
  • Sphecotheres
  • †Turnagra
Pachycephalidae
  • Colluricincla
  • Coracornis
  • Melanorectes
  • Pachycephala
  • Pseudorectes
Paramythiidae
  • Oreocharis
  • Paramythia
Psophodidae
  • Androphobus
  • Psophodes
Malaconotoidea
    • See below ↓
Corvoidea
    • See below ↓
Turnagra Campochaera sloetii
Malaconotoidea
Aegithinidae
  • Aegithina
Artamidae
Artaminae
  • Artamus
Craticinae
  • Cracticus
  • Gymnorhina
  • †Kurrartapu
  • Melloria
  • Strepera
Peltopsinae
  • Peltops
Machaerirhynchidae
  • Machaerirhynchus
Malaconotidae
  • Chlorophoneus
  • Dryoscopus
  • Laniarius
  • Malaconotus
  • Nilaus
  • Rhodophoneus
  • Tchagra
  • Telophorus
Pityriasidae
  • Pityriasis
Platysteiridae
  • Batis
  • Lanioturdus
  • Platysteira
Rhagologidae
  • Rhagologus
Vangidae
  • Artamella
  • Bias
  • Calicalicus
  • Cyanolanius
  • Euryceros
  • Falculea
  • Hemipus
  • Hypositta
  • Leptopterus
  • Megabyas
  • Mystacornis
  • Newtonia
  • Oriolia
  • Philentoma
  • Prionops
  • Pseudobias
  • Schetba
  • Tephrodornis
  • Tylas
  • Vanga
  • Xenopirostris
Malaconotus monteiri Machaerirhynchus nigripectus
Corvoidea
Corcoracidae
  • Corcorax
  • Struthidea
Corvidae
  • Aphelocoma
  • Calocitta
  • Cissa
  • Corvus
  • Crypsirina
  • Cyanocitta
  • Cyanocorax
  • Cyanolyca
  • Cyanopica
  • Dendrocitta
  • Garrulus
  • Gymnorhinus
  • †Henocitta
  • †Miocitta
  • †Miocorvus
  • †Miopica
  • Nucifraga
  • Perisoreus
  • Pica
  • Platysmurus
  • Podoces
  • †Protocitta
  • Psilorhinus
  • Ptilostomus
  • Pyrrhocorax
  • Temnurus
  • Urocissa
  • Zavattariornis
Dicruridae
  • Dicrurus
Ifritidae
  • Ifrita
Laniidae
  • Eurocephalus
  • Lanius
Melampittidae
  • Megalampitta
  • Melampitta
Monarchidae
Monarchinae
  • Arses
  • Carterornis
  • Chasiempis
  • Clytorhynchus
  • Grallina
  • Mayrornis
  • Metabolus
  • Monarcha
  • Myiagra
  • Neolalage
  • Pomarea
  • Symposiachrus
Terpsiphoninae
  • Hypothymis
  • Terpsiphone
  • Trochocercus
Paradisaeidae
  • Astrapia
  • Cicinnurus
  • Diphyllodes
  • Drepanornis
  • Epimachus
  • Lophorina
  • Lycocorax
  • Manucodia
  • Paradigalla
  • Paradisaea
  • Paradisornis
  • Parotia
  • Phonygammus
  • Pteridophora
  • Ptiloris
  • Seleucidis
  • Semioptera
Platylophidae
  • Platylophus
Rhipiduridae
Lamproliinae
  • Chaetorhynchus
  • Eutrichomyias
  • Lamprolia
Rhipidurinae
  • Rhipidura
Vireonidae
  • Cyclarhis
  • Erpornis
  • Hylophilus
  • Pachysylvia
  • Pteruthius
  • Tunchiornis
  • Vireo
  • Vireolanius
Paradisaea minor

Seleucidis melanoleuca Nucifraga caryocatactes

Corvus corax
Pengidentifikasi takson
Pteridophora alberti
  • Wikidata: Q795560
  • Wikispecies: Pteridophora alberti
  • ADW: Pteridophora_alberti
  • Avibase: 299479DEA1C94A48
  • BirdLife: 22706229
  • BOW: kospar1
  • CoL: 4PTYH
  • eBird: kospar1
  • GBIF: 2494888
  • iNaturalist: 8636
  • IRMNG: 10596460
  • ITIS: 562554
  • IUCN: 22706229
  • NCBI: 681206
  • Open Tree of Life: 291938
  • Species+: 5695
  • Xeno-canto: Pteridophora-alberti
  • ZooBank: 3D95B60A-5503-473C-B4AA-41A75CD7B5AB
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • Yale LUX


Ikon rintisan

Artikel bertopik burung ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi
  2. Pranala luar

Artikel Terkait

Burung

binatang dari tetrapoda

Burung cinta

genus burung

Burung unta biasa

Spesies burung besar yang tidak bisa terbang

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026