Cekibar atau cecak terbang adalah kelompok kadal pohon yang hampir semua spesiesnya memiliki ciri khas berupa layar di kedua sisi tubuhnya dan memiliki kemampuan berpindah dari satu pohon ke pohon lain dengan melayang di udara tanpa harus turun ke tanah terlebih dahulu. Kadal-kadal ini memiliki layar di sisi tubuhnya yang dapat dibentangkan dan berfungsi sebagai "sayap" untuk menahan tubuhnya agar tidak jatuh ke tanah saat meluncur di udara. Nama-nama lain untuk spesies-spesies ini di antaranya: "kadal terbang", "bengkarung terbang", "bengkarung bersayap", "cecak bersayap", "naga terbang", "klarap", dan sebagainya. Nama-nama umumnya dalam bahasa Inggris adalah flying lizard dan flying dragon.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Cekibar[1][2] atau cecak terbang adalah kelompok kadal pohon yang hampir semua spesiesnya memiliki ciri khas berupa layar di kedua sisi tubuhnya dan memiliki kemampuan berpindah dari satu pohon ke pohon lain dengan melayang di udara tanpa harus turun ke tanah terlebih dahulu. Kadal-kadal ini memiliki layar di sisi tubuhnya yang dapat dibentangkan dan berfungsi sebagai "sayap" untuk menahan tubuhnya agar tidak jatuh ke tanah saat meluncur di udara. Nama-nama lain untuk spesies-spesies ini di antaranya: "kadal terbang", "bengkarung terbang", "bengkarung bersayap", "cecak bersayap", "naga terbang", "klarap", dan sebagainya. Nama-nama umumnya dalam bahasa Inggris adalah flying lizard dan flying dragon.[3]
| Draco | |
|---|---|
| Draco taeniopterus saat melayang di Pulau Bulon, Thailand | |
| Jantan Draco spilonotus menampilkan dewlap dan patagium di Sulawesi, Indonesia | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | |
| Filum: | |
| Kelas: | |
| Ordo: | |
| Subordo: | |
| Famili: | |
| Subfamili: | |
| Genus: | Draco Linnaeus, 1758 |
| Spesies | |
|
± 41 spesies | |
| Persebaran genus Draco (Cekibar) | |
Anggota jenis ini adalah pemakan serangga (insektivora), hidup di atas pohon (arboreal) dan sangat jarang turun ke tanah. Ciri yang paling mencolok adalah memiliki lipatan kulit di antara tungkai depan dan belakang berbentuk seperti layar "sayap" yang disebut patagium, kemampuan meluncur seperti sedang terbang, pada jenis-jenis kadal jantan juga memiliki lipatan kulit (dewlap) khusus di leher yang berwarna cerah dan dapat dilipat. Kadal jantan menggunakan layar itu untuk memikat kadal betina ketika kawin, dengan cara membuka-melipatnya secara berulang-ulang dan menggerak-gerakkan bagian depan tubuhnya ke atas dan ke bawah secara berulang-ulang. Kadal betina berkembang biak dengan bertelur.[3]
Berikut adalah daftar spesies menurut situs Reptile Database.[4][5]