Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Cagar Alam Nusakambangan Barat

Kawasan tersebut secara geografis terletak antara 7°43’40,13” LS dan 108°48’4,57” BT. Berdasarkan administrasi pemerintahan, Cagar Alam (CA) Nusakambangan Timur termasuk dalam Desa Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap; dengan kawasan seluas 656,06 Ha. Tujuan pengelolaan CA Nusakambangan Barat sesuai dengan penunjukan Besluit Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 34 Staatsblad Nomor 369 Tanggal 04 Juni 1937 adalah sebagai ordonansi monumen alam dan suaka alam. Sesuai dengan hasil eksplorasi tujuan pengelolaan difokuskan kepada:Pelestarian satwa liar terancam punah Macan Tutul berdasarkan Surat Keputusan Ditjen KSDAE No: SK.180/IV-KKH/2015, tentang Penetapan Dua Puluh Lima Satwa Teranca, Punah Prioritas untuk Ditingkatkan populasinya sebesar 10% pada Tahun 2015 – 2019; Konservasi tumbuhan endemik Plalar.

taman reservasi di Indonesia
Diperbarui 10 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Cagar Alam Nusakambangan Barat
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Cagar Alam Nusakambangan Barat" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(April 2021)
CA Nusakambangan Barat
Map showing the location of CA Nusakambangan Barat
Map showing the location of CA Nusakambangan Barat
CA Nusakambangan Barat
LokasiCilacap, Jawa Tengah, Indonesia
Luas656.06 Ha
Didirikan2014
Badan pengelolaBalai KSDA Jawa Tengah

Kawasan tersebut secara geografis terletak antara 7°43’40,13” LS dan 108°48’4,57” BT. Berdasarkan administrasi pemerintahan, Cagar Alam (CA) Nusakambangan Timur termasuk dalam Desa Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap; dengan kawasan seluas 656,06 Ha. Tujuan pengelolaan CA Nusakambangan Barat sesuai dengan penunjukan Besluit Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 34 Staatsblad Nomor 369 Tanggal 04 Juni 1937 adalah sebagai ordonansi monumen alam dan suaka alam. Sesuai dengan hasil eksplorasi tujuan pengelolaan difokuskan kepada:

  1. Pelestarian satwa liar terancam punah Macan Tutul (Panthera pardus melas) berdasarkan Surat Keputusan Ditjen KSDAE No: SK.180/IV-KKH/2015, tentang Penetapan Dua Puluh Lima Satwa Teranca, Punah Prioritas untuk Ditingkatkan populasinya sebesar 10% pada Tahun 2015 – 2019;
  2. Konservasi tumbuhan endemik Plalar (Dipterocarpus littoralis).

Sejarah

CA Nusakambangan Barat ditunjuk sebagai kawasan CA pertama kali berdasarkan Besluit Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 34 Staatsblad Nomor 369 Tanggal 04 Juni 1937. Status tersebut telah diperkuat dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 359/Menhut-II/2004 Tanggal 1 Oktober 2004 tentang Perubahan Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 435/Kpts-II/1999 Tanggal 15 Juni 1999 tentang Penunjukan Kawasan Hutan di Wilayah Provinsi Jawa Tengah. CA Nusakambangan Barat setelah ditata batas oleh BPKH Wilayah XI Jawa Madura pada tahun 2009 mempunyai luas 656,06 ha, panjang 13.195 m dengan jumlah pal 61 buah. Pada saat ini status CA masih menunggu penetapan dari Menteri Kehutanan.

Penetapan kawasan CA Nusakambangan Barat sesuai dengan Keputusan Menteri Kehutnan Republik Indonesia Nomor : SK.2999/Menhut-VII/KUH/2014, tentang Penetapan Kawasan Hutan Cagar Alam Nusakambangan Barat seluas 656,06 (Enam Ratus Lima Puluh Enam dan Nol Enam Perseratus) Hektar di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.

Topografi

Landscape CA Nusakambangan Barat

CA Nusakambangan Barat termasuk dalam ekosistem hutan tropis dataran rendang, Type hutan di Pulau Nusakambangan adalah type Hutan Hujan tropis Dataran Rendah dengan 5 (lima) type komunitas : Hutan Mangrove, Hutan Pantai Berpasir, Hutan Pantai Terjal, Hutan Pamah, dan Hutan Bukit Kapur yang masih tersisa di Jateng. CA Nusakambangan Barat memiliki kelas kelerengan datar (0 -8 %) sampai dengan sangat curam ( > 45%). Kelerengan datar sampai pada landai terletak hampir pada semua lokasi CA Nusakambangan Barat. Kelerengan curam sampai pada sangat curam terletak semua diperbatasan CA Nusakambangan dengan bibir pantai yang berupa tebing.

CA Nusakambangan Barat memiliki ketinggian 0 -125 mdpl, karena posisi yang berbatasan langsung dengan bibir pantai maka cenderung memiliki ketinggian sesuai dengan ekosistem hutan tropis dataran rendah. Ketinggian CA Nusakambangan Barat semakin ke arah Barat semakin menuju kelandai sampai pada curam. Variasi ketinggian yang dimiliki CA Nusakambangan Barat menjadikan kawasan ini memiliki keanekaragaman hayati yang lebih beragam karena jenis adan karakter situasi ekosistem yang ada.

Tanah dan Geologi

CA Nusakambangan Barat termasuk dalam kelompok jenis tanah litosol coklat yang memiliki sifat gembur dan subur. Sekeliling CA Nusakambangan Barat adalah jenis tanah mediteran yang merupakan tanah pasir pada daerah pantai. Berdasarkan formasi geologi, CA Nusakambangan Barat termasuk dalam formasi Nusakambangan dan Pamutuan yang terbentuk pada jaman Miosen Tengah. Jenis tanahnya sebagian besar adalah tanah kapur dengan jenis tanah latosol aluvial.

Secara geologi, Pulau Nusakambangan tersusun dari endapan materi alluvial yang merupakan bagian dari formasi Kalipucang, formasi Nusakambangan, formasi Pamutuan dan formasi Jampang. Formasi Nusakambangan secara predominan terpapar dari timur ke Barat sepanjang kurang lebih 9 km hampir di tengah pulau. Area ini mencakup kurang lebih 6.000 ha. Sementara endapan lumpur alluvial terbujur di sisi utara sepanjang garis pantai dari Barat ke timur mendekati area penambangan batu kapur PT Holcim Indonesia Tbk . Formasi batuan di bawahnya terdiri atas batuan breksi andesit dengan isian andesit, batuan ignous, pasir besi oksida sempurna sampai medium. Diatas sedimen tersebut, material lain terhampar pula berupa batuan kapur klastik dan dolomite dari masa Miosen. Bagian teratas tertutup oleh endapan alluvial dari masa Holosen yang terdiri dari materi lumpur, lempung, lanau, pasiran, dan sisa sisa tumbuhan.

Daerah Aliran Sungai (DAS)/ Sub DAS

CA Nusakambangan Barat termasuk dalam DAS Citanduy yang mengaliri disekitar CA Nusakambangan Barat. Terdapat 4 mata air yang membentuk sungai kecil yang mengaliri CA Nusakambangan Barat. Mata air tersebut adalah Kali Solokbolong, Solok Besek, Solok Dewata dan Solok Babakan. Empat CA yang berada di Pulau Nusakambangan termasuk dalam DAS Cimeneng, Satuan Wilayah Pengelolaan DAS Citanduy. Beberapa aliran terjadi di Pulau Nusakambangan dengan tipe yang berbeda. Tipe pertama dikategorikan sebagai aliran abadi yang selalu mengandung air sepanjang tahun. Tipe kedua disebut aliran intermiten/musiman dengan hanya menyediakan air selama musim hujan. Berdasarkan interpretasi citra, sungai yang ada baik aliran abadi dan intermiten berorientasi dari tengah pulau ke arah utara daerah Segara anakan. Sejumlah kecil sungai memiliki orientasi ke Barat, timur, serta bagian selatan Pulau Nusakambangan. Namun demikian, kebanyakan alur air intermiten mengalir dari punggung bukit yang lebih tinggi di sepanjang tengah pulau kemudian ditransformasikan pada ketinggian yang lebih rendah untuk menjadi arus aliran abadi.

Tipe Iklim

Berdasarkan klasifikasi Schmidt dan Ferguson,Pulau Nusakambangan memiliki tipe iklim C dengan curah hujan rata-rata Rata-rata 3.375-3.720 mm/tahun serta memiliki kelembapan di antara 64-79% di musim kemarau (Juli-September) dan 70,5-85% di musim penghujan (November-April) denagn suhu udara di antara 27-34 °C

Tipe Ekosistem

Artocarpus elasticus

CA Nusakambangan Barat termasuk dalam ekosistem hutan tropis dataran rendang, Type hutan di Pulau Nusakambangan adalah type Hutan Hujan tropis Dataran Rendah dengan 5 (lima) type komunitas : Hutan Mangrove, Hutan Pantai Berpasir, Hutan Pantai Terjal, Hutan Pamah, dan Hutan Bukit Kapur yang masih tersisa di Jateng. CA Nusakambangan Barat memiliki kelas kelerengan datar (0 -8 %) sampai dengan sangat curam ( > 45%). Kelerengan datar sampai pada landai terletak hampir pada semua lokasi CA Nusakambangan Barat. Kelerengan curam sampai pada sangat curam terletak semua diperbatasan CA Nusakambangan dengan bibir pantai yang berupa tebing.

Flora & Fauna

Spilornis cheela

Flora;

Kawasan konservasi ini mempunyai tipe ekosistem Hutan Hujan Tropika Dataran Rendah yang selalu hijau (Tropical Lowland Evergreen Rain Forest), dengan flora utama Plalar (Dipterocarpus littoralis), Pulai (Alstonia scholaris), Sempu (Dillenia obovata) dan Benda (Artocarpus elastica). Plalar merupakan tumbuhan endemik yang keberadaannya terancam oleh pencurian. Bunga Raflesia juga dapat dijumpai di kawasan ini.

Fauna;

Keragaman fauna yang ada antara lain Kangkareng Perut Putih (Anthracoxeros albirostris), Elang Bido (Spilornis cheela), Pekaka Mas (Pelargopsis capensis), Trinil Pantai (Tringa hypoleucos), Lutung (Presbitys sp.), Ular Kobra (Naja sputatrix) dan Babi Hutan (Sus sp.).

Referensi

  • Situs Balai KSDA Jawa Timur

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Topografi
  3. Tanah dan Geologi
  4. Daerah Aliran Sungai (DAS)/ Sub DAS
  5. Tipe Iklim
  6. Tipe Ekosistem
  7. Flora & Fauna
  8. Referensi

Artikel Terkait

Taman Indonesia Kaya

taman di Indonesia

Artotel Group

sesudah mendaftar, anggota dapat mengumpulkan poin setelah melakukan reservasi kamar melalui situs resmi Artotel Group. Poin dapat digunakan untuk memperoleh

Rumah Sakit Brawijaya

laboratorium, apotek, pusat reservasi, dan layanan valet. Brawijaya Clinic Kemang adalah fasilitas kesehatan yang didirikan pada tahun 2013 di kawasan pusat bisnis

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026