Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiCabai panggul-kelabu
Artikel Wikipedia

Cabai panggul-kelabu

Cabai panggul-kelabu adalah salah satu spesies burung di dalam famili Dicaeidae. Burung ini endemik di Sulawesi dan Kepulauan Sula.

spesies burung
Diperbarui 25 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Cabai panggul-kelabu
Cabai panggul-kelabu
Cabai panggul-kelabu di Pulau Siau, Sulawesi Utara
Status konservasi

Risiko Rendah  (IUCN 3.1)[1]
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
Aves
Ordo:
Passeriformes
Famili:
Dicaeidae
Genus:
Dicaeum
Spesies:
D. celebicum
Nama binomial
Dicaeum celebicum
Müller, 1843
Artikel takson sembarang

Cabai panggul-kelabu (Dicaeum celebicum) adalah salah satu spesies burung di dalam famili Dicaeidae. Burung ini endemik di Sulawesi dan Kepulauan Sula.

Deskripsi

Pada individu jantan, bagian atas seluruhnya gelap dan bagian bawah kelabu (krem) dengan bercak merah besar pada dada dengan garis hitam di perut.[2] Pada individu betina, bagian atas coklat zaitun dengan tunggir kemerahan, bagian bawah putih.[3]

Habitat

Cabai panggul-kelabu menghuni hutan primer dan sekunder yang tinggi, tepi hutan, lahan budidaya yang pohonnya sedikit, juga di taman-taman yang pohonnya banyak di daerah perkotaan.[3]

Subspesies dan persebaran

Cabai panggul-kelabu memiliki lima subspesies[4][5] sebagai berikut:

  1. D. c. talautense (A. B. Meyer & Wiglesworth, 1895 ), tersebar di Kepulauan Talaud
  2. D. c. sanghirense (Salvadori, 1876), tersebar di Kepulauan Sangihe dan Pulau Siau
  3. D. c. celebicum (S. Muller, 1843 ), tersebar di Pulau Sulawesi, Manado Tua, Bangka, Lembeh, Togian, Muna dan Butung
  4. D. c. sulaense (Sharpe, 1884 ), tersebar di Kepulauan Sula dan Kepulauan Banggai
  5. D. c. kuehni (Hartert, 1903), tersebar di Kepulauan Tukangbesi atau Wakatobi. Hasil analisis genetik, filogeni, dan morfologi pada tahun 2014 telah memisahkan subspesies ini menjadi spesies tersendiri yaitu cabai wakatobi (Dicaeum kuehni).[6]

Galeri

  • Jantan
    Jantan
  • Anak
    Anak
  • Video saat memakan buah kersen
  • Pejantan D. c. celebicum di Manado
    Pejantan D. c. celebicum di Manado

Referensi

  1. ↑ "Dicaeum celebicum". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2012.2. International Union for Conservation of Nature. 2012. Diakses tanggal 19 December 2012. ; ;
  2. ↑ Holmes, Derek and Phillipps, Karen (1999). Burung-burung di Sulawesi. Bogor, Indonesia: Puslitbang Biologi - LIPI. ISBN 979-579-028-5. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  3. 1 2 Coates, Brian and Bishop, K (2000). Panduan Lapangan Burung-Burung di Kawasan Wallacea. Brisbane, Australia: BirdLife International-Indonesia Programme & Dove Publications Pty. ISBN 979-95794-2-2. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  4. ↑ Clements, J. F., T. S. Schulenberg, M. J. Iliff, B.L. Sullivan, C. L. Wood, and D. Roberson (2013). The eBird/Clements checklist of birds of the world: Version 6.8. The Cornell Lab of Ornithology. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  5. ↑ "Dicaeum celebicum". ITIS. Diakses tanggal 21 Juni 2014.
  6. ↑ "Wakatobi Flowerpecker: New Species of Bird Discovered in Indonesia". sci-news.com. 9 Juni 2014. Diakses tanggal 21 Juni 2014.
Pengidentifikasi takson
Dicaeum celebicum
  • Wikidata: Q522402
  • Wikispecies: Dicaeum celebicum
  • ADW: Dicaeum_celebicum
  • Avibase: C9759C9FDAE7DFA9
  • BioLib: 28887
  • BirdLife: 22717575
  • BOLD: 118923
  • BOW: gysflo1
  • CoL: 6D4Q7
  • eBird: gysflo1
  • EoL: 1051697
  • GBIF: 2484708
  • iNaturalist: 13377
  • IRMNG: 10763008
  • ITIS: 559724
  • IUCN: 22717575
  • NCBI: 667149
  • Xeno-canto: Dicaeum-celebicum

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Deskripsi
  2. Habitat
  3. Subspesies dan persebaran
  4. Galeri
  5. Referensi

Artikel Terkait

Burung

binatang dari tetrapoda

Burung cinta

genus burung

Burung unta biasa

Spesies burung besar yang tidak bisa terbang

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026