Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Phorusrhacidae

Phorusrhacidae atau dikenal sebagai "burung teror" adalah kelompok burung karnivora dari ordo Cariamiformes yang berhabitat di pedalaman hutan Amerika Selatan. Diperkirakan Phorusrhacidae menguasai puncak rantai makanan selama masa hidupnya selang 60 juta tahun yang lalu sebelum terbentuknya jembatan darat atau tanah genting Panama, hingga kepunahannnya pada periode Gelasian (Pleistosen) sekitar dua juta tahun yang lalu. Merupakan burung predator yang tidak dapat terbang tetapi mampu berlari dengan kecepatan sekitar 27 meter per detik ketika berada di atas permukaan tanah untuk mengejar mangsanya. Penelitian pertama dilakukan oleh Florentino Ameghino pada tahun 1887 terhadap tulang rahang bawah Phorusrachidae yang kemudian dinamakan sebagai spesies Phorusrhacos longissimus. Kelompok burung modern yang hingga saat ini masih bertahan dan memiliki hubungan taksonomi yang sama dengan burung teror dari tingkat ordo adalah Cariama cristata dan Chunga burmeisteri.

famili burung tak bisa terbang yang telah punah
Diperbarui 14 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Phorusrhacidae
Phorusrhacidae Suntingan nilai di Wikidata

Titanis walleri (mul) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Taksonomi
KelasAves
OrdoCariamiformes
SuperfamiliPhorusrhacoidea
FamiliPhorusrhacidae Suntingan nilai di Wikidata
Ameghino, 1889
Artikel takson sembarang

Phorusrhacidae atau dikenal sebagai "burung teror" adalah kelompok burung karnivora dari ordo Cariamiformes yang berhabitat di pedalaman hutan Amerika Selatan. Diperkirakan Phorusrhacidae menguasai puncak rantai makanan selama masa hidupnya selang 60 juta tahun yang lalu sebelum terbentuknya jembatan darat atau tanah genting Panama,[1] hingga kepunahannnya pada periode Gelasian (Pleistosen) sekitar dua juta tahun yang lalu. Merupakan burung predator yang tidak dapat terbang tetapi mampu berlari dengan kecepatan sekitar 27 meter per detik ketika berada di atas permukaan tanah untuk mengejar mangsanya. Penelitian pertama dilakukan oleh Florentino Ameghino pada tahun 1887 terhadap tulang rahang bawah Phorusrachidae yang kemudian dinamakan sebagai spesies Phorusrhacos longissimus.[2] Kelompok burung modern yang hingga saat ini masih bertahan dan memiliki hubungan taksonomi yang sama dengan burung teror dari tingkat ordo adalah Cariama cristata (Seriama jambul) dan Chunga burmeisteri (Seriama berkaki hitam).[3]

Morfologi

Phorusrhacidae tidak mengggunakan sayapnya untuk terbang seperti dominan spesies burung secara umum, namun cakar pada kedua sayapnya digunakan sebagai senjata untuk bertarung dengan sesama spesies. Leher panjang Phorusrhacidae merupakan salah satu kelebihan untuk memantau mangsa dari titik pandang tertinggi. Ketika berhasil menyergap buruannya, paruh dan cakar akan digunakan untuk mematahkan tulang punggung dan merobek daging mangsanya. Pada umumnya ukuran hewan buruan burung teror relatif lebih kecil menyesuaikan bentuk paruh mereka, karena tulang tengkorak phorusrhacidae tidak diadaptasi untuk menahan tekanan dalam jumlah besar dan mengangkat mangsa yang besar. Di sekitar tulang rahang terdapat otot besar yang memungkinkan burung tersebut dapat membuka atau menutup mulut dengan cepat. Diperkirakan spesies terbesar yang telah diketahui memiliki ukuran tertinggi mencapai 10 kaki (3 meter) dan beratnya lebih dari 1.000 pon (454 kilogram).[4]

Paruh berlubang Phorusrhacidae digunakan sebagai ruang resonansi. Telinga bagian dalam (tengah) yang terpelihara dengan baik untuk membantu keseimbangan dan mendengar suara dengan frekuensi rendah, sekitar 2.800 Hz. Hal ini juga memungkinkan mereka dapat mengeluarkan suara dalam (alto) ketika berkomunikasi dengan sesama spesies.[4] Memiliki korteks serebral yang berkembang dengan baik sehingga phorusrhacidae dapat menyesuaikan perilakunya untuk menghadapi situasi baru. Berdasarkan penemuan sisa tengkoraknya, para ahli memperkirakan Phorusrhacidae memiliki panjang sekitar dua setengah kaki (0,7 meter) dengan paruh yang digunakan untuk mematuk mangsanya, meskipun peneliti Jerman mengungkapkan hasil analisis geokimia terhadap tulang burung teror bahwa komposisi isotop kalsium mereka lebih selaras dengan herbivora daripada karnivora.[1]

Kepunahan

Sebagian besar fosil phorusrhacids yang diketahui saat ini ditemukan di Amerika Selatan, terutama di Argentina, Uruguay, dan Brasil. Salah satu faktor yang menyebabkan Phorusrhacide punah adalah iklim Amerika Selatan yang terus berubah, mengakibatkan bagian lain ekosistem wilayah tersebut menjadi lebih kering. Area semak belukar yang berubah menjadi kawasan stepa kering dan sabana terbuka tidak cocok dengan pola perburuan burung predator yang biasanya memanfaatkan semak belukar untuk menyembunyikan diri mereka saat mengincar mangsa. Hal ini juga akan membuat kelompok Phorusrhacidae lebih sulit untuk bersaing dengan predator baru.[3]

Referensi

  1. 1 2 "Transatlantic Terror Birds". Science (dalam bahasa Inggris). 2011-09-07. Diakses tanggal 2020-11-23.
  2. ↑ says, Heath Wilder (2016-06-29). "Phorusrhacos – a scary bird | DinoAnimals.com". dinoanimals.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-11-23.
  3. 1 2 "Terror Birds of the Phorusrhacidae". www.prehistoric-wildlife.com. Diakses tanggal 2020-11-23.
  4. 1 2 "Terror Bird Vs. Modern Bird". Audubon (dalam bahasa Inggris). 2015-04-27. Diakses tanggal 2020-11-23.
Pengidentifikasi takson
Phorusrhacidae
  • Wikidata: Q752173
  • Wikispecies: Phorusrhacidae
  • EoL: 4433711
  • GBIF: 4852146
  • IRMNG: 118423
  • Open Tree of Life: 3600059
  • Paleobiology Database: 39461
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Morfologi
  2. Kepunahan
  3. Referensi

Artikel Terkait

Burung walet

Apus Burung walet adalah salah satu burung yang tercepat, dan spesies yang lebih besar seperti white-throated needletail telah dilaporkan terbang hingga

Burung puyuh

burung puyuh lebih suka berjalan di daratan, mereka sebenarnya berkemampuan untuk lari dan terbang dengan kecepatan tinggi dengan jarak tempuh yang pendek

Burung tak terbang

Burung tak terbang (Flightless birds) merupakan burung yang melalui proses evolusi kehilangan kemampuan untuk terbang. Ada 60 spesies burung yang tak

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026