Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiBunyi bahasa
Artikel Wikipedia

Bunyi bahasa

Bunyi bahasa atau fon adalah satuan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap. Dalam fonologi, bunyi bahasa diamati sebagai fonem. Secara umum bunyi-bunyi dapat diklasifikasikan atas: vokal, konsonan, dan semivokal. Bunyi vokal adalah bunyi yang terjadi tanpa hambatan pada alat bicaranya, atau tidak ada artikulasinya. Bunyi konsonan adalah bunyi yang terjadi karena adanya penghambatan arus udara pada sebagian alat bicara. Sedangkan bunyi semivokal adalah bunyi yang secara praktis termasuk konsonan, tetapi ketika diartikulasikan belum membentuk konsonan murni.

satuan dasar bunyi dalam ucapan
Diperbarui 2 Maret 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia.
Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.
spasi tolong diperhatikan ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan spasi tolong diperhatikan ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Untuk kegunaan lain, lihat fon.

Bunyi bahasa (bahasa Inggris: speech soundcode: en is deprecated ) atau fon adalah satuan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap. Dalam fonologi, bunyi bahasa diamati sebagai fonem. Secara umum bunyi-bunyi dapat diklasifikasikan atas: vokal, konsonan, dan semivokal. Bunyi vokal adalah bunyi yang terjadi tanpa hambatan pada alat bicaranya, atau tidak ada artikulasinya.[1] Bunyi konsonan adalah bunyi yang terjadi karena adanya penghambatan arus udara pada sebagian alat bicara. Sedangkan bunyi semivokal adalah bunyi yang secara praktis termasuk konsonan, tetapi ketika diartikulasikan belum membentuk konsonan murni.[1]

Bunyi sengau dan mulut

Dilihat dari keluarnya udara melalui rongga hidung, bunyi bahasa dapat dibedakan menjadi sengauan (atau nasal) dan mulut (atau oral). Sengauan adalah bunyi yang keluar melalui rongga hidung, dengan menurunkan langit-langit lunak beserta ujung anak tekaknya. Sedangkan, bunyi mulut adalah bunyi keluar hanya melalui rongga mulut saja, dan langit-langit lunak beserta ujung anak tekak menaik.[1]

Bunyi keras dan lunak

Bunyi bahasa dilihat dari kekuatan arus udara pada waktu bunyi itu diartikulasikan dapat dibedakan kembali menjadi bunyi keras (fortes) dan bunyi lunak (lenes).[1] Bunyi bahasa dapat dikatakan keras apabila diartikulasikan disertai dengan ketegangan kekuatan arus udara. Sedangkan bunyi dapat dikatakan lunak jika tidak disertai ketegangan arus udara.[1]

Bunyi panjang dan pendek

Bunyi bahasa dapat dibedakan kembali atas lamanya bunyi itu diartikulasikan. Bunyi dapat dikatakan panjang ketika bunyi itu diartikulasikan dengan vokal yang panjang. Sedangkan bunyi pendek merupakan bunyi yang diartikulasikan dengan vokal pendek.[1]

Lihat pula

  • Fonem
  • Alofon

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 Marsono (1986). Fonetik. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Press. hlm. 16–19.


Ikon rintisan

Artikel bertopik bahasa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Bunyi sengau dan mulut
  2. Bunyi keras dan lunak
  3. Bunyi panjang dan pendek
  4. Lihat pula
  5. Referensi

Artikel Terkait

W

huruf ke-23 dalam susunan alfabet

N

huruf ke empat belas dalam alfabet Latin

F

huruf keenam dalam alfabet Latin

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026