Bunda Maria Penolong Abadi atau bisa juga disebut Santa Maria Penolong Senantiasa adalah sebuah sebutan kepada Bunda Maria terkait juga dengan sebuah ikon seni periode Byzantium dengan sebutan yang sama pada masa abad ke-13 atau 14 masehi, atau 15 masehi. Ikon ini sudah berada di Roma sejak akhir abad ke-15 dan berada di Gereja St. Alphonsus Liguori, Roma. Di Gereja Ortodoks ikon ini dikenal sebagai Virgin of the Passion atau Theotokos of the Passion
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
|
Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (April 2025)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
|

Bunda Maria Penolong Abadi atau Bunda Pembantu Abadi dalam Bahasa Indonesia, Our Lady of Perpetual Help atau Our Mother of Perpetual Succour dalam Bahasa Inggris, Nostra Mater de Perpetuo Succursu dalam Bahasa Latin, Nuestra Señora del Perpetuo Socorro dalam Bahasa Spanyol, Notre-Dame du Perpétuel Secours dalam Bahasa Prancis, Παναγία η Αειβοηθός (Panagia i Aivοithos) dalam Bahasa Yunani, Unserer Lieben Frau von der Immerwährenden Hilfe dalam Bahasa Jerman, Madonna del Perpetuo Soccorso dalam Bahasa Italia, adalah sebuah istilah atau sebutan kepada Perawan Maria yang Terberkati terkait dengan sebuah ikon suci periode Byzantium dengan sebutan yang sama. Sumber atau sejarah awal dari ikon yang digunakan dalam praktik devosi kepada Bunda Pembantu Abadi ini tidak jelas atau tidak diketahui. Meskipun banyak yang berpendapat bahwa lukisan ini dilukis oleh Santo Lukas, tetapi tidak ada bukti yang kuat yang menunjukkan bahwa lukisan tersebut ada sebelum Abad Pertengahan Akhir. Kemungkinan besar lukisan ini berasal dari Timur karena gaya Byzantium dan huruf Yunani.
Ikon ini menggambarkan Yesus kecil yang berlari ke dalam pelukan perlindungan Ibu-Nya ketika Malaikat Agung Mikhael dan Gabriel menunjukkan alat penyaliban kepada-Nya, simbolisasi dari pengorbanan Yesus yang akan datang. Huruf-huruf Yunani di ikon ini yang mengeja huruf pertama nama Maria dan Yesus, memberikan makna tambahan tentang hubungan antara Ibu dan Anak, serta janji keselamatan.
„Dixit autem Maria: Ecce ancilla Domini, fiat mihi secundum verbum tuum“: artinya „Maria berkata: Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu!“ (Lukas 1:38). Maria menyebut dirinya sebagai hamba (abdi, pelayan, pembantu) Tuhan dalam sejarah perwujudan rencana Keselamatan Allah kepada umat manusia, Bunda yang senantiasa membantu disaat anak-anaknya memerlukan dan memohon bantuannya.
Bunda Maria berdiri di pusat misteri Keselamatan, dikatakan dalam ensiklik Paus Yohanes Paulus II, “sebab menjadi keajaiban alam yang luar biasa, ia mengandung Pencipta-nya” –for to the wonderment of nature, she bore her Creator. Betapa istimewanya peran Bunda Maria dalam perwujudan rencana Keselamatan Allah kepada umat manusia, sebab ia dipercaya untuk mengandung, melahirkan, membesarkan dan mendampingi Kristus Sang Putera sampai kesudahan-Nya di salib Golgotha. Selanjutnya Bunda Maria hadir di sepanjang segala abad untuk membantu Gereja, dan semua umat Kristen, didalam pergumulan antara kebaikan dan kejahatan, untuk memastikan agar mereka tidak terjatuh, dan jika mereka terjatuh, ia membantu mereka untuk bangkit kembali. (Cf. Redemptoris Mater, 51,52)
Ikon ini sudah berada di Roma sejak akhir abad ke-15 dan berada di Gereja Santo Alphonsus Liguori, Roma. Di Gereja Ortodoks devosi yang ditujukan kepada Perawan Maria adalah ikon Theotokos of the Passion yang menekankan aspek Theotokos (Bunda Allah) dan ikonografi Byzantium. Selama berabad-abad Gereja Katolik Roma dan Gereja Ortodoks melakukan devosi kepada Santa Perawan Maria sebagai Bunda dari Yesus Kristus.
Pada masa kini penghormatan kepada Santa Perawan Maria Bunda Pembantu Abadi diperingati pada tanggal 27 Juni.
Lukisan asli dipasang pada altar dengan ukuran 45 cm x 53m dan dicat pada kayu walnut dengan latar belakang warna daun keemasan. Lukisan ini menggambarkan Santa Perawan Maria memakai baju merah gelap dengan mantel biru dan memakai cadar. Di sisi kiri terdapat Malaikat Mikhael membawa Tombak Suci (Holy Lance) dari penyaliban Yesus. Di sisi kanan terdapat Malaikat Gabriel yang membawa Salib Patriarkal (Patriarchal cross) dan paku suci (holy nails). Di kepala Bunda Maria terdapat bintang yang menandakan perannya sebagai Bintang Laut (Stella Maris) sementara salib di sebelahnya dianggap sebagai penanda dari ikon ini. Ikon ini kemudian menjadi semacam Hodegetria atau komposisi Bunda Maria sebagai tuntunan hidup, di mana Bunda Maria menuntun Putranya. Dikenal dengan istilah Theotokos. Kanak-kanak Yesus digambarkan sedang berlindung dari penderitaan dalam pelukan Bunda Maria. Ekspresi wajah Bunda Maria sangat khidmat dan memandang langsung kedepan bukan ke anaknya. Yesus digambarkan sedang berlindung dalam pelukan dengan satu sandalnya lepas menggantung. Tulisan Yunani di atasnya dibaca sebagai Bunda Tuhan MP-OY, Malaikat Mikhael OAM, Malaikat Gabriel OAT, dan Yesus Kristus IC-XC.
Lukisan di kayu walnut dengan latar belakang keemasan ini kemungkinan dibuat di Kreta, yang dikuasai oleh Republik Venesia. Sekolah Kreta adalah sumber dari banyak ikon yang masuk ke Eropa pada abad pertengahan sampai Renaisans. Ikon ini dibersihkan dan direstorasi pada 1866 dan kemudian lagi di 1940.
Tulisan paling lama mengenai ikon ini dalam Bahasa Latin dan Bahasa Italia pada plakat yang terletak di gereja San Matteo di Via Merulana di mana pertama kali dikunjungi masyarakat pada tahun 1499. Penulis awal tentang ikon ini tidak diketahui, tetapi berdasar pada perkamen yang menyertai ikon ini, lukisan dicuri oleh seorang pedagang dari Kreta yang berlayar ke Roma. Pedagang tersebut berlayar dan menyembunyikan lukisan tersebut sampai badai menghantam kapalnya dan para pelaut berdoa di depan lukisan tersebut untuk meminta pertolongan. Ketika pedagang tersebut sampai di Roma kemudian jatuh sakit, dan ketika dalam sekarat dia meminta pada pedagang lainnya untuk meletakkan lukisan tersebut di gereja agar bisa dihormati. Pada mulanya pedagang tersebut mengambil kembali lukisan tersebut sampai empat kali sampai pedagang lainnya menceritakan tentang lukisan ini ke istri pedagang pertama. Setelah melihat lukisan yang indah ini istri pedagang pertama mengambilnya dan menggantungnya di rumahnya sendiri. Selanjutnya anak si pedagang, neneknya dan para tetangga tahu mengenai lukisan Bunda Maria ini, dan memohon untuk menyerahkan lukisan tersebut ke paroki. Diceritakan bahwa Santa Perawan Maria kemudian menampakkan diri kepada seorang gadis kecil yang meminta lukisan tersebut ditaruh di antara Basilika Santa Maria Maggiore dan Basilika Santo Yohanes Lateran. Istri pedagang lalu menyerahkan lukisan tersebut kepada Ordo Santo Agustin (Augustinian Friars). Pada 27 Maret 1499 lukisan ini kemudian dipindahkan ke gereja San Matteo hingga 300 tahun kemudian.
Pada 1978 André Masséna yang kemudian menjadi gubernur Roma menutup dan menghancurkan beberapa gereja di Roma. Gereja San Matteo di Via Merulana termasuk salah satunya. Santo Agustin kemudian memindahkan lukisan ini ke gereja St. Eusebius, kemudian memasangnya di altar gereja Santa Maria di Posterula. Puluhan tahun kemudian Paus Pius IX mengundang Konggregasi Penebus Mahakudus (Congregation of the Most Holy Redeemer) atau para pastor Redemtoris untuk mendirikan sebuah gereja Maria di Roma, sebagai tanggapan dibangunlah Gereja St. Alphonsus Liguori di Roma. Para pastor Redemtoris yang berada di Via Merulana tidak menyadari bahwa lokasi tersebut pernah menjadi Gereja San Mateo dan menjadi tempat penghormatan kepada lukisan tersebut. Seorang pastor Redemtoris kemudian mendengar cerita tentang lukisan tersebut dan di mana lukisan tersebut pernah dihormati.
Pimpinan para pastor Redemtoris, Pastor Nicholas Mauron menjelaskan pada Paus Pius IX yang selanjutnya memutuskan bahwa lukisan tersebut harus ditunjukkan pada masyarakat. Berlokasi di Gereja St. Alphonse, di mana lukisan tersebut pernah dihormati. Tahun 1866 Paus Pius IX menulis memo singkat untuk meminta lukisan tersebut diserahkan pada para Redemtoris. Sebagai gantinya para Redemtoris kemudian memberikan sebuah salinan yang serupa dari lukisan tersebut kepada para Augustinian. Pada penyerahan ini Paus Pius IX memberi nama ikon lukisan ini Bunda Pembantu Abadi. Pada 23 Juni, 1867 lukisan ini dimahkotai oleh Dekan Basilika Santo Petrus sebagai penghormatan dan penanda resmi ikon lukisan ini telah mempunyai sebuah nama. Pada 21 April 1866 pimpinan para Redemtoris memberikan satu dari salinan pertama ikon ini kepada Paus. Salinan ini disimpan dengan baik di kapel Redemtoris di Roma. Ikon asli masih dibawah perawatan para Redemtoris di Gereja Santo Alphonsus.
Sejak itu, Santa Perawan Maria sebagai Bunda Pembantu Abadi dihormati, menjadi banyak dikenal di banyak budaya dan mendapat banyak nama dari berbagai bahasa (dalam Bahasa Filipina Ina ng Laging Saklolo). Juga menjadi santa pelindung negara Haiti sejak abad ke-19.
Dalam Gereja Katolik di Filipina dan banyak komunitas Filipina di seluruh dunia, Santa Maria Bunda Pembantu Abadi sangat dihormati. Gereja Katolik Roma menyelenggarakan ibadat Novena, misa dan Sakramen Mahakudus setiap Rabu untuk penghormatan kepada Santa Maria atas gelar ini. Di Filipina National Shrine of Our Mother of Perpetual Help dipenuhi umat setiap hari Rabu dengan ribuan warga Filipina dan dari banyak negara. Setiap Rabu, banyak permohonan dan surat syukur dibacakan dari umat Filipina dari seluruh dunia sebagai intensi pada Bunda Pembantu Abadi. Selanjutnya Rabu Novena Bunda Pembantu Abadi juga dilakukan dan diikuti banyak gereja Katolik lainnya di Filipina. Novena yang sama berasal dari buku yang diterbitkan oleh para pastor Redemtoris dari Irlandia yang mengenalkan ikon ini kepada masyarakat Filipina di awal abad ke-20. Banyak paroki dengan banyak umat Filipina di seluruh dunia juga mengadaptasi tradisi doa Novena hari Rabu ini.