PT Indo Semar Sakti adalah perusahaan rekaman asal Indonesia yang merupakan salah satu jaringan label rekaman terbesar di dunia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
|
| Industri | Musik |
|---|---|
| Didirikan | 1970 |
| Pendiri | Iwan Sutadi Sidarta |
| Kantor pusat | , |
Wilayah operasi | Nasional |
| Induk | Lejel Group |
| Situs web | IndoSemarSakti.com |
PT Indo Semar Sakti (dikenal secara umum dengan nama Indo Semar Records sejak 2018) adalah perusahaan rekaman asal Indonesia yang merupakan salah satu jaringan label rekaman terbesar di dunia.
Indo Semar Sakti didirikan oleh Iwan Sutadi Sidarta pada tahun 1970 di kawasan Lokasari, Jakarta. Pada awalnya perusahaan ini beroperasi sebagai toko musik yang menyediakan layanan pembuatan CD kompilasi bagi pelanggan.
Pada masa tersebut terdapat banyak kios musik di kawasan Lokasari. Indo Semar Sakti menjadi salah satu toko musik yang melayani penjualan dan pembuatan kompilasi lagu bagi pelanggan. Ternyata, kecintaan beliau merupakan sesuatu yang sifatnya turun-temurun dari kedua orangtuanya yang juga berkarya di industri musik.
Jasa pembuatan CD kompilasi yang dijalankan pun sangat sederhana, dan tidak pernah terbayangkan oleh Iwan untuk bisa memiliki perusahaan rekaman musik sebesar ini, perusahaan ini kemudian berkembang menjadi salah satu distributor dan produser rekaman di Indonesia. Dulu sebelum ada peraturan mengenai hak cipta, semua orang bebas untuk mereka lagu. Lalu, ISS mempunyai jasa bagi pencinta musik untuk memilih lagu-lagu yang mereka inginkan untuk digabungkan dalam satu CD kompilasi. Ataupun membeli CD kompilasi yang sudah dibuatkan oleh ISS. Tugas Iwan adalah membuat daftar lagu yang kira-kira akan digemari banyak orang, merekam setiap lagu dari albumnya masing-masing, lalu menjualnya. ISS bahkan sempat mempunyai pabrik sendiri untuk memproduksi semua kaset, piringan CD, dan juga kemasannya, sebelum dunia musik mulai beralih ke dunia digital.
Enam tahun kemudian IS Records mulai memegang artis pertamanya, Utha Likumahuwa dengan album “Tersiksa Lagi”, di bawah label Granada Record. Studio pertama yang dimiliki oleh ISS mulai dibangun tahun 1975 di area Pluit, Jakarta Utara. Saat itu, Sony Music Entertainment baru ingin membawa masuk musik mancanegara ke Indonesia dan sedang mencari distributor resmi sebagai partner mereka di Indonesia. Akhirnya Iwan Sutadi sebagai founder bertemu dengan pihak Sony Music Entertainment, dan akhirnya IS Records resmi menjadi pemegang lisensi musik luar. Hampir semua musik manca negara, seperti Michael Jackson, Britnery Spears, Julio Iglesias, Backstreet Boys dan masih banyak lagi, bisa masuk ke Indonesia melalui ISS Record sebagai pemegang lisensi internasional.
Sejak saat itu, ISS secara konsisten semakin berkembang dan mulai mempunyai dua kategori bisnis, yaitu pemegang lisensi dari perusahaan rekaman manca untuk artis-artis internasional yang albumnya didistribusikan di Indonesia, dan juga sebagai produsen musik dalam negeri menaungi banyak artis ternama mulai dari yang legendaris hingga pendatang baru seperti Yuni Shara, Ita Purnamasari, Junior, Plastik, Stinky, Netral, Naif, La Luna, Tiket, Azmi Alkatiri, Wahyu Selow dan masih banyak sejumlah nama besar lainnya.