Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Akses pita lebar nirkabel

Akses jalurlebar nirkabel adalah teknologi komunikasi data berkecepatan tinggi dengan media nirkabel. Teknologi yang meliputi BWA di antaranya adalah akses internet pita lebar, VoIP atau teleponi internet dan layanan on demand. Peralatan atau instrumen yang digunakan untuk mendukung teknologi BWA di antaranya adalah DSL, Modem Kabel, Eternet, Wireless Access, Serat Optik, WLAN, V-SAT, dan lain-lain. Rentang kecepatan layanan dari teknologi ini bervariasi mulai dari 128 Kbps sampai dengan 100 Mbps. Dalam penyelenggaran layanannya, terdapat dua kategori utama BWA yaitu Fixed BWA dan Mobile BWA. Sejumlah teknologi yang termasuk dalam BWA di antaranya adalah WiFi, WiMAX, CDMA1x EVDO, Mobile-Fi, WCDMA, dan HSDPA.

Teknologi telekomunikasi
Diperbarui 2 Maret 2021

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Akses pita lebar nirkabel (bahasa Inggris: Broadband Wireless Access, BWA) adalah teknologi komunikasi data berkecepatan tinggi dengan media nirkabel.[1] Teknologi yang meliputi BWA di antaranya adalah akses internet pita lebar, VoIP atau teleponi internet dan layanan on demand.[1] Peralatan atau instrumen yang digunakan untuk mendukung teknologi BWA di antaranya adalah DSL, Modem Kabel, Eternet, Wireless Access, Serat Optik, WLAN, V-SAT, dan lain-lain.[1] Rentang kecepatan layanan dari teknologi ini bervariasi mulai dari 128 Kbps sampai dengan 100 Mbps.[1] Dalam penyelenggaran layanannya, terdapat dua kategori utama BWA yaitu Fixed BWA dan Mobile BWA.[1] Sejumlah teknologi yang termasuk dalam BWA di antaranya adalah WiFi, WiMAX, CDMA1x EVDO, Mobile-Fi, WCDMA, dan HSDPA.[1][2]

Penyelenggara BWA di Indonesia

Untuk menggunakan teknologi BWA, perusahaan telekomunikasi atau jasa internet di Indonesia harus memegang lisensi atau izin penggunaan.[3] Hingga pada tahun 2013, pemerintah Indonesia telah menyediakan 30 lisensi BWA untuk 15 zona di seluruh Indonesia.[3] Lisensi tersebut terdiri dari delapan perusahaan yang di antaranya adalah PT Berca Hardaya Perkasa memegang 14 lisensi BWA, PT Telekomunikasi Indonesia (5), PT Indosat Mega Media (1), PT First Media Tbk (2), PT Internux (1), PT Jasnita Telekomindo (1), Konsorsium WiMAX Indonesia (3), dan Konsorsium PT Comtronic System (3).[3] Seiring waktu berjalan, Kemkominfo mencabut lisensi yang dimiliki oleh PT Internux, PT Konsorsium WiMAX Indonesia, PT Telkom, dan PT Asiwarta Perdania.[3] Dari semua calon penyelenggara yang memenangkan tender, hanya PT Berca Hardayaperkasa dan PT First Media Tbk yang bisa menyelenggarakan jasa BWA-nya (dengan sistem WiMAX).[4] Saat ini, semua operator WiMAX sudah menghentikan layanannya dan mengonversi jaringan BWA-nya ke 4G LTE, di mana yang terakhir beroperasi adalah Hinet hingga akhir 2022.

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 (Inggris) Article Event. "Broadband Wireless Access". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-12. Diakses tanggal 2015-03-01. ;
  2. ↑ (Inggris) Sepak bola.biz. bola.biz/_b.php?_b=info&id=130716 "Akses jalurlebar nirkabel". ; [pranala nonaktif permanen]
  3. 1 2 3 4 "Pemegang Lisensi WiMAX Bisa ke LTE". Berita Satu. 2/03/2013.
  4. ↑ WiMAX Indonesia Sekarat!


Ikon rintisan

Artikel bertopik telekomunikasi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Penyelenggara BWA di Indonesia
  2. Rujukan

Artikel Terkait

Telekomunikasi

transmisi informasi antarlokasi menggunakan elektromagnetik

Asymmetric digital subscriber line

VDSL, dan HDSL. DSL merupakan teknologi akses Internet menggunakan kabel tembaga, sering disebut juga sebagai teknologi suntikan atau injection technology

Jaringan telekomunikasi

dalam Undang-Undang Telekomunikasi nomor 36 tahun 1999. Jaringan Teknologi Komunikasi meliputi serangkaian interkoneksi antar teknologi yang saling berhubungan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026