Boiga drapiezii, banjang tupai atau ular sawo bajing adalah spesies ular banjang yang terdapat di Asia Tenggara.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Banjang tupai
| |
|---|---|
| Boiga drapiezii | |
| Status konservasi | |
| Risiko rendah | |
| IUCN | 192020 |
| Taksonomi | |
| Superkerajaan | Holozoa |
| Kerajaan | Animalia |
| Filum | Chordata |
| Kelas | Reptilia |
| Ordo | Squamata |
| Famili | Colubridae |
| Genus | Boiga |
| Spesies | Boiga drapiezii Boie dan F. Boie, 1827 |
| Tata nama | |
| Dinamakan berdasarkan | Auguste Drapiez (en) |
| Sinonim takson |
|
| Distribusi | |
Boiga drapiezii, banjang tupai[2] atau ular sawo bajing adalah spesies ular banjang yang terdapat di Asia Tenggara.[3]
Panjang tubuhnya mencapai 2.1 meter. Kepalanya berukuran lebih besar dari leher. Badannya ramping dan silindris, dan merupakan jenis dengan tubuh paling ramping dari marga Boiga. Tubuh bagian atas berwarna cokelat kelabu atau cokelat kemerahan dengan bercak-bercak berwarna cokelat pada sisi badannya. Bagian bawah tubuh berwarna lebih pucat. Sering pula ditemui spesimen dengan warna kehijauan.[4]
B. drapiezii tersebar luas muali dari Thailand, Semenanjung Malaya, Sumatra, Nias, Kep. Mentawai, Kep. Riau, Jawa, Kalimantan, serta sebagian Filipina (Luzon dan Kep. Sulu).[5]
Ular ini cukup jarang ditemui. Habitat utamanya adalah hutan hujan dataran rendah hingga ketinggian 1100 meter DPL. Ular ini biasanya berkelana di pohon dan sangat jarang turun ke tanah, biasanya hanya untuk mencari makanan. Makanan utamanya adalah kadal, katak pohon, burung kecil, dan juga telur burung. Ular ini berkembangbiak dengan bertelur (ovipar). Jumlah telur yang dihasilkan mencapai 10 butir. Ular yang baru menetas berukuran panjang sekitar 30 cm.[4]