Bellum ominium contra omnes, ungkapan bahasa Latin yang berarti 'perang semua melawan semua', adalah penggambaran yang diberikan Thomas Hobbes terhadap keadaan manusia dalam eksperimen pikiran keadaan alamiah yang ia lakukan dalam De Cive (1642) dan Leviathan (1651).
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Bellum ominium contra omnes, ungkapan bahasa Latin yang berarti 'perang semua melawan semua', adalah penggambaran yang diberikan Thomas Hobbes terhadap keadaan manusia dalam eksperimen pikiran keadaan alamiah yang ia lakukan dalam De Cive (1642) dan Leviathan (1651).[1]
Dalam buku karangan Thomas Hobbes berjudul Leviathan ia menyebutkan bahwa pertama-tama keadaan manusia tanpa perang adalah bahwa semua manusia memiliki hak-hak yang sama.[2]
Ostendo primo conditionem hominum extra societatem civilem (quam conditionem appellare liceat statum naturae) aliam non esse quam bellum omnium contra omnes; atque in eo bello jus esse omnibus in omnia
Dalam karyanya yang lain yang berjudul Libertas, ia menyebutkan bahwa keadaan alami manusia, sebelum masuk ke dalam masyarakat, muncullah perang pada umumnya dan tidak sesederhana itu, namun perang antar semua manusia melawan semua sesamanya.[2]
Status hominum naturalis antequam in societatem coiretur, Bellum fuerit; neque hoc simpliciter, sed bellum omnium in omnes
Ia melanjutkan bahwa manusia pada dasarnya memiliki kebutuhan untuk meraih apa yang menurutnya baik dan tidak ada manusia yang menginginkan perang antar segala melawan semuanya sebab keadaan manusia yang pada dasarnya menginginkan apa yang menurutnya baik}}[2]
Nam unusquisque naturali necessitate bonum sibi appetit, neque est quisquam qui bellum istud omnium contra omnes, quod tali statui naturaliter adhæret, sibi existimat esse bonum