"Bagai domba dibawa ke penjagal" adalah sebuah peribahasa Alkitab yang merujuk kepada mitos bahwa Yahudi bungkam atas kematian mereka saat Holocaust. Peribahasa tersebut berasal dari Alkitab Ibrani dan secara positif menggambarkan kemartiran dalam tradisi agama Yahudi dan Kristen. Pada masa perang, Abba Kovner dan para pemimpin pemberontakan Yahudi lainnya memakai peribahasa tersebut dalam rangka mendorong Yahudi untuk menyerang balik. Pada masa setelah perang, peribahasa tersebut dipakai untuk menyatakan bahwa Yahudi tak berniat untuk menyelamatkan nyawa mereka sendiri dan sebagian tanggung jawab atas penderitaan dan kematian mereka sendiri. Penggunaan ini kemudian dikritik oleh para sejarawan teolog, dan korban selamat, dan dianggap merupakan bentuk dari penistaan korban.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

"Bagai domba dibawa ke penjagal" adalah sebuah peribahasa Alkitab yang merujuk kepada mitos bahwa Yahudi bungkam atas kematian mereka saat Holocaust. Peribahasa tersebut berasal dari Alkitab Ibrani dan secara positif menggambarkan kemartiran dalam tradisi agama Yahudi dan Kristen. Pada masa perang, Abba Kovner dan para pemimpin pemberontakan Yahudi lainnya memakai peribahasa tersebut dalam rangka mendorong Yahudi untuk menyerang balik. Pada masa setelah perang, peribahasa tersebut dipakai untuk menyatakan bahwa Yahudi tak berniat untuk menyelamatkan nyawa mereka sendiri dan sebagian tanggung jawab atas penderitaan dan kematian mereka sendiri. Penggunaan ini kemudian dikritik oleh para sejarawan teolog, dan korban selamat, dan dianggap merupakan bentuk dari penistaan korban.