Garuda TV Surabaya merupakan salah satu jaringan televisi di Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| PT Bama Berita Sarana Televisi | |
|---|---|
| Surabaya, Jawa Timur Indonesia | |
| Saluran | Digital: 38 UHF Virtual: 17 |
| Slogan | Bersama Anda Untuk Indonesia |
| Pemrograman | |
| Afiliasi | Garuda TV |
| Kepemilikan | |
| Pemilik | Digdaya Media Nusantara |
| Riwayat | |
Siaran perdana |
|
Bekas tanda panggil | BBS TV (2008-2015, 2017-2023) Bios TV (2015-2017) |
Bekas nomor kanal | 46
UHF (analog) 25 UHF (digital) |
| Informasi teknis | |
Otoritas perizinan | Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia |
| ERP | 20 kW[1] |
| Pranala | |
| Situs web | www |
Garuda TV Surabaya (sebelumnya bernama BBS TV dan Bios TV) merupakan salah satu jaringan televisi di Indonesia.
Mengawali siarannya sejak 24 Mei 2008, BBSTV memperoleh izin mengudara secara lokal di Surabaya pada tanggal 1 September 2008. Sejak Oktober 2009, BBSTV telah mendapat IPP (Izin Penyelenggaraan Penyiaran) berdasarkan keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Nomor: 371/KEP/M.KOMINFO/10/2009. Jam mengudaranya dimulai pukul 04.00-24.00 WIB setiap harinya. Jangkauan siarannya meliputi Kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Pasuruan, Kamal, Bangkalan, Malang, dan Kediri, serta bersiaran di Jabodetabek melalui siaran digital dan tersiar melalui satelit Palapa. BBS TV berpusat di Jl. Perak Barat No. 223, Surabaya, Jawa Timur.[2]
BBSTV dirintis oleh Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikim), seorang ulama lokal pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang yang juga pengusaha lokal Jatim yang bergerak di bidang migas dalam induk PT Bama Budi Sentosa (BBS Group). Nama "Bama" merupakan singkatan dari ayah Gus Kikim, Bani Mahfudz. BBSTV mulanya hanya mempekerjakan 10 orang, yang kemudian menjadi 80 orang. Nama BBSTV sempat berganti pada 11 Oktober 2015 menjadi BIOSTV. Namun, pergantian nama ini hanya untuk pemirsa khusus Surabaya dan sekitarnya aja, sedangkan jaringannya di Jawa Timur masih menyandang nama BBSTV. Hal ini karena manajemen mengalami kesulitan perizinan ditambah biaya rebranding yang cukup besar.[2]
BIOSTV merupakan singkatan dari PT Bina Informasi Optima Solusindo, sebuah perusahaan IT milik BBS Group. Tujuan perubahan nama tersebut didasarkan pada upaya stasiun televisi ini memanfaatkan internet (termasuk live streaming), ditambah meningkatkan nilai jual di mata pemirsa/pengiklan. Namun, akhirnya nama BBSTV kembali digunakan sejak 30 Agustus 2017, yang diikuti penguatan fokus pemograman ke pemirsa keluarga. Hal ini dikarenakan agar PT BIOS fokus pada bisnis utamanya di bidang IT, dan BBSTV fokus pada penyiaran saja. Meskipun demikian, BBSTV tetap berusaha memperkuat jangkauannya di media digital, seperti dengan membuat portal-portal berita interaktif.[2]
BBSTV berusaha memberikan sarana informasi kepada masyarakat Surabaya dan sekitarnya untuk dapat mengonsumsi informasi yang sangat bermutu dalam bidang politik, ekonomi, pendidikan, hukum, sosial, agama dan hiburan, dan entertainment ala BBS TV yang bersifatnya positif,dan informatif, komunikatif, edukatif dan tetap menjadi sebuah produk kreatif yang mampu menghibur khalayaknya pada media pertelevisian. Belakangan BBSTV telah sukses menjadi salah satu televisi berjaringan di Jawa Timur. Hal ini terbukti dari televisi jaringan yang dimilikinya berhasil mengembangkan program-program dari daerah masing-masing. Sedangkan yang direlai hanya program-program tertentu. Adapun jaringan di Kediri dirintis pada 2010; disusul Madiun pada 2013; Malang, Banyuwangi, Pacitan, Bondowoso, Pamekasan dan Bojonegoro pada 2013; dan Jabodetabek pada 2015.[2]
Pada tanggal 5 Agustus 2023, BBSTV resmi berubah menjadi Garuda TV Surabaya setelah dilihat dari siarannya sudah tidak memakai logo BBS TV lagi di layar kaca. Hal ini seiring pengakusisiannya oleh Garuda TV pada pertengahan 2023, setelah diawali oleh kerjasama siaran yang berlangsung sejak April 2023.[3] Setelah mematikan siaran analognya, belakangan ini frekuensi BBS TV di siaran analog sempat mengalami gangguan dikarenakan Frekuensi BBS Tv di analog digunakan tanpa izin oleh O Channel & Moji sehingga sempat menuai perdebatan di masa itu.
Sebelum berganti nama menjadi Garuda TV, BBSTV mengalami enam kali perubahan logo.