Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Antigonus II Matatias

Antigonus II Matatias merupakan raja terkahir Hasmonean, Yudea. Ia merupakan putra Raja Aristobulus II dari Yudea. Antigonus diserahkan oleh Herod untuk dieksekusi pada tahun 37 SM, setelah memerintah selama tiga tahun di mana ia memimpin perjuangan sengit Yahudi untuk kebebasan dari Romawi.

Wikipedia article
Diperbarui 14 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Antigonus II Matatias
Antigonus II Mattathias dari Guillaume Rouillé Promptuarii Iconum Insigniorum

Antigonus II Matatias (Antigonus II Mattathias; bahasa Ibrani: מתתיהו אנטיגונוס השניcode: he is deprecated ‎) (diketahui di dalam bahasa Ibrani sebagai Matityahu) (wafat 37 SM) merupakan raja terkahir Hasmonean, Yudea. Ia merupakan putra Raja Aristobulus II dari Yudea. Antigonus diserahkan oleh Herod untuk dieksekusi pada tahun 37 SM, setelah memerintah selama tiga tahun di mana ia memimpin perjuangan sengit Yahudi untuk kebebasan dari Romawi.

Biografi

Antigonus yang adalah suku Hasmonean merupakan putra kedua Aristobulus II, dan bersama dengan ayahandanya membawa tahanan ke Roma oleh Pompey pada tahun 63 SM. Ia melarikan diri dan kembali ke Yudea pada tahun 57 SM. Meskipun upayanya untuk menentang pasukan Romawi disana gagal, senat membebaskannya tetapi ia menolak untuk menyerahkan hak-hak leluhurnya. Setelah kematian kakandanya Alexander, Antigonus menyatakan bahwa pamandanya Hyrcanus adalah penguasa boneka ditangan Edom Antipater dan berusaha untuk menggulingkannya dengan bantuan dan persetujuan Romawi. Ia mengunjungi Julius Cæsar, yang berada di Siria pada tahun 47, dan mengeluh atas perampasan Antipater dan Hyrcanus. Pada tahun 42, ia berupaya untuk merampas pemerintahan Yudea secara paksa dengan bantuan kakak iparnya, Ptolemy Mennei tetapi dapat dikalahkan oleh Herod.[1]

Pengenaan pajak yang berlebihan yang diperas dari rakyat untuk membayar kemewahan Antony dan Cleopatra telah memicu kebencian yang mengdalam terhadap Roma. Antigonus memperoleh kepatuhan dari kedua kelas bangsawan di Yerusalem dan para pemimpin Farisi. Bangsa Farisi yang menyerang Siria pada tahun 40 SM, lebih suka melihat penguasa anti-Romawi di atas tahta Yudea. Ketika Antigonus menjanjikan mereka sejumlah besar emas dan lima ratus budak perempuan, mereka menempatkan pasukan lima ratus prajurit dipembuangan. Hyrcanus dikirim ke Babylon setelah dipotong telinganya yang membuatnya tidak pantas bekerja sebagai imam besar. Herod melarikan diri dari Yerusalem. Pada tahun 40 SM Antigonus diresmikan sebagai raja dan imam besar oleh bangsa Farisi. Selama tiga tahun bertahta ia terus menerus menghadapi kendala.[1]

Herod, yang sukses dijadikan raja Yudea oleh Roma. Sekembalinya Herod dari Roma pada tahun 39 SM ia melakukan sebuah kampanye melawan Antigonus dan menyerang Yerusalem. Dimusim semi tahun 38 SM, Herod mengendalikan provinsi Galilee dan akhirnya seluruh Yudea sampai ke Yerusalem. Mendekati musim dingin, Herod menunda penyerangannya ke Yerusalem, di mana Antigonus dan sisa-sisa pasukannya mengungsi, sampai musim panas. Herod menahannya sampai 3–5 bulan tetapi Romawi akhirnya memenangkan kota tersebut; namun para pendukung Antigonus berjuang sampai Romawi mencapai halaman utama kuil.[2] Antigonus dibawa ke Antiokhia dan dieksekusi,[3] mengakhiri pemerintahan Hasmonean.[1]

Josephus menyatakan bahwa Marc Antony mengeksekusi Antigonus (Antiquities, XV 1:2 (8-9). Sejarawan Romawi Dio Cassius menyatakan bahwa ia disalibkan. Dari catatan Cassius Dio di Roman History dituliskan: "Orang-orang ini [bangsa Yahudi] yang dipercayakan Antony pada yang bernama Herod untuk memerintah; tetapi Antigonus ia terikat dikayu salib dan dicambuk, sebuah hukuman yang tidak pernah dialami raja lain telah menderita ditangan bangsa Romawi, dan juga membunuhnya."[4] Di dalam catatannya Life of Antony, Plutarch menyatakan bahwa Antony memenggal Antigonus, "contoh pertama dari hukuman yang dijatuhkan pada seorang raja."[5]

Arkeologi baru

Pada tahun 1971, beberapa buldoser menggali tanah di Yerusalem untuk sebuah proyek konstruksi dan menemukan sebuah makam dengan sebuah prasasti yang menurut sebagian ulama adalah makam Raja Antigonus, raja Hasmonean terakhir.[6] Namun pada tahun 1977 hanya dilaporkan oleh satu-satunya tim ilmiah untuk meneliti sisa-sisa kesimpulan mereka bukan dari orang-orang Antigonus.[7]

Hubungan Literer

Penulis Robert Graves di dalam novel sejarahnya King Jesus menceritakan Raja Hasmonean, Antigonus sebagai ayahanda Santa Maris, ibunda Yesus, kakek dari pihak ibundanya Yesus Kristus. Graves mengaku memiliki bukti yang mendukung hubungan ini tetapi tidak pernah memublikasikan bukti tersebut. Penulis Joseph Raymond di dalam bukunya Herodian Messiah berupaya untuk memberikan sebuah kasus untuk Yesus sebagai cucu Raja Antigonus.[8]

Silsilah

Matatias
Yohanes GadiSimon TasiEleazar AvaranYudas MakabeYonatan Apfus
YudasMatatiasYohanes Hirkanus
Aristobulus IAntigonusAleksander YaneusSalome Aleksandra
Aristobulus IIHirkanus II
AntigonusAleksanderAleksandra
Aristobulus IIIHerodes IMariamne

Referensi

  1. 1 2 3 "Antigonus Matthathias", Jewish Encyclopedia
  2. ↑ Antiquitates Iudaicae (Antiq.) XIV 16:2.
  3. ↑ Antiq. 15.1.2.9
  4. ↑ Cassius Dio Cocceianus, Roman History, book xlix, c.22
  5. ↑ Plutarch, Life of Antony
  6. ↑ Article by Professor Eliezer Segal of the University of Calgary
  7. ↑ "Scientific Report on Bones Found in the Abba Tomb". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-12-31. Diakses tanggal 2014-01-24.
  8. ↑ Herodian Messiah: Case for Jesus as Grandson of Herod (Tower Grove Publishing, 2010)

Pranala luar

  • Antigonus entry in historical sourcebook by Mahlon H. Smith
Antigonus II Matatias
Wangsa Hasmonean
Meninggal: 37 SM
Didahului oleh:
Hirkanus II
Raja Yudea
40 SM – 37 SM
Diteruskan oleh:
Herodes I
Imam Besar di Yerusalem
40 SM – 37 SM
Diteruskan oleh:
Ananelus
  • l
  • b
  • s
Imam Besar Israel (daftar)
Tabernakel
  • Harun
  • Eleazar
  • Pinehas
  • Abisua
  • Buki
  • Uzi
  • Eli
  • Ahitub
  • Ahia
  • Ahimelek
  • Abyatar
Bait Suci Pertama
  • Zadok
  • Ahimaas
  • Azarya I
  • Yohanan
  • Yoyarib
  • Yosafat
  • Yoyada
  • Pediah
  • Zedekia
  • Azarya II
  • Hilkia
Pasca-pembuangan
  • Yesua
  • Yoyakim
  • Elyasib
  • Yoyada
  • Yohanan
  • Yadua
  • Onias I
  • Simon I
  • Simon
  • Eleazar
  • Manasseh
  • Onias II
  • Simon II
  • Onias III
  • Yason
  • Menelaos
  • Onias IV
  • Alkimos
Dinasti
Hasmonayim
  • Yonatan Apfus
  • Simon Tasi
  • Hirkanus I
  • Aristobulus I
  • Aleksander Yaneus
  • Hirkanus II
  • Aristobulus II
  • Antigonus
Herodian
sampai
Pemberontakan Yahudi
  • Hanameel
  • Aristobulus III
  • Yesus ben Fiabi
  • Simon ben Boethus
  • Yoazar ben Boethus
  • Eleazar ben Boethus
  • Hanas
  • Kayafas
  • Teofilus
  • Simon Kantatheras ben Boethus
  • Elioneus ben Simon Kantatheras
  • Ananias
  • Yusuf Kabi
  • Ananus
  • Yesua ben Damnai
  • Yesua ben Gamla
  • Matias ben Teofilus
  • Fanias
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Biografi
  2. Arkeologi baru
  3. Hubungan Literer
  4. Silsilah
  5. Referensi
  6. Pranala luar

Artikel Terkait

Matatias

Imam Matatias bin Yohanes (Ibrani: מַתִּתְיָהוּ הַכֹּהֵן בֶּן יוֹחָנָן, Matiṯyāhu haKohēn ben Yōḥānān; wafat tahun 165 SM) adalah seorang Kohen (imam Yahudi)

Kekaisaran Partia

Hirkanus II, Fasael, dan Herodes kalah melawan Partia dan sekutu Yahudinya, Antigonus Matatias (memerintah 40–37 pra-Masehi). Antigonus Matatias kemudian

Yudas Makabe

יהודה המכבי, Yehudah HaMakabi) adalah anak lelaki ketiga dari imam Yahudi Matatias. Yudas memimpin pemberontakan Makabe melawan Kerajaan Seleukus (167-160

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026